Tujuan Simpati dan Empati di Masyarakat

Diposting pada

Tujuan Sikap Simpati dan Empati

Seringkali kita sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi mendengarkan dan menjadi tempat cerita oleh seseorang. Ketika itu, kita akan memberikan umpan balik dalam proses sosial tersebut sejatinya menunjukkan kita mengetahui yang mereka rasakan. Saat itulah kita bersimpati kepada seseorang, hingga akhirnya terwujud empati dalam kehidupan yang orang lain rasakan tersebut.

Simpati dan Empati

Simpati pada dasarnya disepadankan dengan empati, padahal keduanya suatu sikap yang berbeda. Dimana arti simpati sekedar kita merasakan perasaan dari orang lain, sedangkan untuk makna empati adalah proses interaksi sosial dimana seolah kita yang merasakan dan berada diposisi orang lain meskipun dalam hal ini bisa dikategorikan sebagai imajinasi.

Meskipun memiliki definisi yang berbeda, yang pasti kedua istilah ini berdampak serta memiliki tujuan yang baik dalam melangsungkan keteraman hidup di masyarakat.

Tujuan Simpati dan Empati

Adapun tujuan lain dari sikap simpati di masyarakat ini ialah sebagai berikut;

Memahami perasaan orang lain dalam kesedihannya

Seseorang yang bercerita mengenai suatu hal yang dirasakannya kemudian menimbulkan perasaan yang sama pada orang lain merupakan tujuan dari simpati dan empati. Dengan memahami perasaan tersebut, maka dapat memberikan dukungan karena orang yang bersangkutan akan merasa memiliki teman untuk berbagi rasa kesedihannya.

Mengurangi masalah-masalah yang dirasakan orang lain

Apabila seseorang telah mampu memahami yang dirasakan oleh orang lain, maka akan muncul rasa saling mengerti dan memahami.

Sebagai contoh, ketika kita bersimpati kepada teman yang memiliki masalah keluarga, maka kita akan memahami yang mereka rasakan saat kita menyinggung masalah keluarganya. Dengan demikian, kita akan bersikap tidak membicarakan mengenai hal tersebut sehingga dapat mengurangi perasaan sedih yang orang tersebut rasakan.

Menyatakan suatu hal kepada seseorang berdasarkan yang dirasakannya

Perasaan yang muncul sebagai respon dari sikap simpati mendorong seseorang untuk memberikan dukungan melalui pesan-pesan yang diberikan. Pesan tersebut hanya berupa dukungan bukan berarti memberikan bantuan (empati).

Sebagai contoh dalam kondisi ini misalnya saja, memberikan ucapan suka cita dan selamat kepada teman yang bercerita sutau kebahagiaan.

Menyatakan pendapat mengenai suatu hal berdasarkan yang dirasakannya

Selain memberikan pesan dukungan sebagai respon, simpati dan empati di masyarakat juga dapat mendorong seseorang untuk menyatakan pendapatnya sesuai dengan yang ia rasakan. Misalnya, ketika seseorang bercerita suatu kesedihan, maka muncul rasa simpati yang diikuti dengan pendapat agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan karena akan berdampak lebih buruk lagi.

Agar tercipta kerukunan dan kedamaian antara kedua belah pihak

Simpati dan empati juga memiliki tujuan agar kehidupan masyarakat dapat menciptakan kerukunan dan kedamaian. Hal ini terjadi karena dengan memahami yang dirasakan orang lain dapat menghilangkah perasaan-perasaan negatif terhadap orang tersebut.

Agar dapat hidup saling tenggang rasa

Setelah dapat memahami perasaan orang lain, hidup saling tenggang rasa dapat terwujud. Ini karena dengan bersimpati kemudian melakukan tindakan empati pada orang lain, kita akan berusaha mengenalnya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Meningkatkan persatuan dan kesatuan antara kedua belah pihak

Perasaan simpati dan empati yang ada di masyarakat akan mendorong perasaan yang lebih dekat dengan orang tersebut. Ini terjadi karena dengan simpati kita tidak akan merasa sendiri. Melainkan merasa selalu memiliki teman serta saudara.

Menciptakan kondisi lingkungan yang stabil dan kondusif

Apabila setiap masyarakat mampu memiliki rasa simpati satu sama lain, maka akan tercapai kondisi yang stabil. Kondisi ini terjadi karena tidak adanya lagi prasangka negatif, yang ada ialah perasaan senasib yang muncul karena persamaan rasa (simpati).

Menumbuhkan rasa solidaritas

Diakui ataupun tidak, ketika seseorang bersimpati dan empati menjadikan kita memiliki lebih banyak teman dan saudara. Melalui contoh proses sosial kedua istilah ini, maka akan muncul rasa solidaritas karena adanya persamaan antara kedua belah pihak.

Menumbuhkan sikap manusiawi dalam bersosial

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa simpati merupakan wujud dari interaksi sosial. Dengan merasakan yang dirasakan oleh orang lain, maka kita dapat bersikap manusiawi pada orang tersebut.

Sebagai contoh dalam hal ini karena bersimpati pada seseorang yang hidup serba kekurangan maka kita tidak akan mengejeknya. Namun sebaliknya, akan akan berusaha memberikan dukungan agar ia dapat semangat menjalani kehidupan.

Bentuk Simpati dan Empati dalam Cerita Inspiratif

Sebagai bahasan lebih lengkap adapun contoh yang menjadi rukujuan dalam cerita yang awalnya menjadi simpati dan kemudian berakhir pada empati misalnya saja pada saat Indonesia diterpa dengan virus Corona yang menyerang masyarakat di Pulau Jawa pada umumnya.

Sebagai bagian dari masyaraat Indonesia berduyun-duyun memberikan bantuan atau sumbangan kepada negara untuk dapat mengetasinya. Perwujutan sikap simpati ini berupa bantuan yang diberikan atau di kumpulkan, sedangkan untuk perwujutan sikap empati ini ialah dengan seluruh lapisan masyarakat tidak melakukan hajatan di tengah peristiwa bencana tersebut.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas, dapatlah dikatakan jikalau simpati dan empati yang dinilai sebagai merupakan perilaku yang positif karena kedua itulah ini dapat meningkatkan perasaan saling memahami dalam berinteraksi dengan orang lain.

Itulah artikel lengkap yang bisa kami bagikan kepada segenap pembaca berkaitan dengan tujuan sikap simpati dan empati yang ada di masyarakat secara contoh kisah inspiratif yang bisa membedakan keduanya. Semoga saja memberikan edukasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *