Syarat Komunikasi Efektif dan Penjelasannya

Diposting pada

Syarat Komunikasi Efektif

Komunikasi yang efektif lebih dari sekedar bertukar informasi atas proses sosial yang terjadi. Akan tetepi tentang memahami emosi dan niat di balik informasi. Selain dapat menyampaikan pesan dengan jelas, sebuah komunikasi efektif akan mampu mendengarkan dengan baik agar memahami makna dari apa yang dikatakan dan membuat orang lain merasa didengar dan dipahami.

Komunikasi yang efektif terdengar seperti itu harus naluriah. Tetapi terlalu sering, ketika kita mencoba berkomunikasi dengan orang lain, ada sesuatu yang menghambat. Hal ini tentusaja dapat menyebabkan masalah di rumah, sekolah, dan hubungan kerja. Oleh sebab itu, dibutuhkan beberapa persyaratan agar komunikasi bisa berjalan secara efektif, diantaranya yaitu kredibilitas dan kecocokan atau keserasian dalam berkomunikasi.

Komunikasi Efektif

Komunikasi efektif  adalah sebagai proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dalam interaksi sosial. Proses tersebut bisa menghasilkan umpan bail atau feedback dari komunikan sehingga komunikasi bisa berlangsung secara dua arah antara komunikator dan komunikan.

Oleh karenanya komunikasi yang efektif juga bisa juga didefinisikan sebagai proses bertukar ide, pikiran, pengetahuan dan informasi sedemikian rupa sehingga tujuan atau niat terpenuhi dengan cara terbaik. Dengan kata-kata sederhana, itu tidak lain adalah presentasi pandangan oleh komukator dengan cara yang paling baik dipahami oleh komunikan.

Syarat Komunikasi Efektif

Komunikasi yang efektif bisa berjalan dengan lancar jika memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya yaitu:

  1. Persepsi atau pandangan

Untuk mencapai komunikasi yang efektif harus memperkirakan apakah pesan-pesan yang akan disampaikan bisa diterima komunikan dengan tepat. Pesan ini dilakukan dalam upaya memberikan pengaharapan dan penghargaan kepada yang menyampikan dan diberikan pesan.

  1. Ketepatan

Komunikasi efektif bisa mencapai sasaran jika komunikator bisa mengekspresikan atau menuangkan hal yang ingin disampaikan sesuai dengan kerangka berfikir komunikan. Jika hal ini tidak sesuai maka akan menimbulkan miscomunication.

  1. Kredibilitas

Dalam berkomunikasi yang efektif setidaknya pegangan kuat seorang komunikator harus memiliki keyakinan bahwa komunikannya termasuk orang yang bisa dipercaya. Kepercayaan ini sendiri bisa dilihat dari pergaulan dan kedekatan secara emosional atas orang-orang yang ada di sekelilingnya.

  1. Pengendalian

Ketika berkomunikasi yang efektif, komunikan akan menanggapi pesan yang disampaikan oleh komunikator. Reaksi komunikan tergantung pada berhasil atau tidaknya komunikator dalam mengendalikan komunikator ketika  berkomunikasi.

  1. Kecocokan atau Keserasian

Komunikasi efektif dapat tercapai jika  ada kecocokan antara komunikator dan komunikan yang dapat dilakukan dengan menjaga hubungan persahabatan yang menyenangkan dengan komunikan sehingga komunikasi dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan.

Contoh Komunikasi Efektif

Misalnya dalam kehidupan sehari-hari kadangkala tak dapat dipungkiri bagi keluarga karir di perkotaan sibuk dengan kegiatan berkerja atau yang lainnya. Dalam contoh proses sosial inilah setidaknya ada hambatan untuk bertemu, bahkan ketika bertemu masih menggunakan henphone untuk mengakses media sosial yang dimiliki. Setidaknya dalam tahapan ini untuk proses terjadi komunikasi yang afaktif harus ada aturan-aturan yang jelas ketika berkumpul.

Misalnya saja, memberi larangan bagi anggota keluarga yang ketika makan masih mempergunakan henphone, sekaligus memberi penjelasan bahwa ada hal penting daripada media sosial yakni kebersamaan dengan saling bertukar cerita antara satu dengan lainnya atau bahkan dengan memberikan dorongan sekaligus motivasi bagi setiap anggota keluarga.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang telah dikemukakan maka agar komuniasi efektif dapat dicapai antara komunikator dan komunikan harus memiliki persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa. Sebuah komunikasi dikatakan efektif jika:

  1. Pesan bisa diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya (komunikator).
  2. Pesan yang disampaikan oleh komunikator bisa disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
  3. Tidak terdapat hambatan yang berarti dalam penyampaian pesan, sehingga komunikan dapat menindaklanjuti pesan yang disampaikan.

Nah, demikianlah saja artikel yang bisa kami uraikan pada semua pembaca berkenaan dengan syarat terjadinya komunikasi efektif dan contohnya yang ada dalam keluarga. Semoga memberikan referensi sekaligus pemahaman bagi kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *