Pengertian Sosiologi, Ruang Lingkup, Objek Studi, dan Contoh Kajiannya

Diposting pada

Sosiologi Adalah

Sosiologi adalah bidang studi yang menganalisis dan menjelaskan hal-hal penting dalam kehidupan pribadi kita, komunitas kita, dan dunia. Pada tingkat pribadi, sosiologi menyelidiki sebab-sebab sosial dan konsekuensi dari hal-hal seperti ras dan identitas gender, konflik keluarga, perilaku menyimpang, dan keyakinan agama. Di tingkat masyarakat, sosiologi memeriksa dan menjelaskan hal-hal seperti kejahatan dan hukum, kemiskinan dan kekayaan, prasangka dan diskriminasi, sekolah dan pendidikan, masyarakat kota, dan gerakan sosial. Di tingkat global, sosiologi mempelajari fenomena seperti pertumbuhan dan migrasi penduduk, perang dan perdamaian, dan pembangunan ekonomi.

Meskipun bisa dikatakan bahwa sosiologi memiliki kajian yang luas, tapi satu hal yang menjadi ciri khas sekaligus objek formal dalam sosiologi yaitu mengkaji tentang masyarakat.

Sosiologi

Sosiologi adalah studi ilmiah masyarakat, termasuk contoh internalisasi, pola hubungan sosial, interaksi sosial, dan budaya. Istilah sosiologi pertama kali digunakan oleh seorang berkebangsaan Prancis Auguste Compte pada tahun 1830-an ketika ia mengusulkan ilmu sintetik yang menyatukan semua pengetahuan tentang aktivitas manusia. Di dunia akademis, sosiologi dianggap sebagai salah satu ilmu sosial.

Landasan dasar sosiologi adalah keyakinan bahwa sikap, tindakan, dan peluang seseorang dibentuk oleh semua aspek masyarakat ini. Perspektif sosiologis ada 4, yaitu: Individu milik kelompok; kelompok memengaruhi perilaku kita; kelompok mengambil karakteristik yang tidak tergantung pada anggotanya; dan sosiolog fokus pada pola perilaku kelompok, seperti perbedaan berdasarkan jenis kelamin, ras, usia, kelas, dan lain-lain.

Sosiologi berupaya untuk menyatukan studi dari beragam subjek penelitian yang bertujuan untuk memahami bagaimana tindakan dan kesadaran manusia membentuk dan dibentuk oleh struktur budaya dan sosial di sekitarnya.

Sosiolog mempelajari semua hal yang manusiawi, dari interaksi antara dua orang hingga hubungan kompleks antar bangsa atau perusahaan multinasional. Sementara sosiologi mengasumsikan bahwa tindakan manusia terpola, individu masih memiliki ruang untuk pilihan.

Menyadari proses sosial yang memengaruhi cara manusia berpikir, merasakan, dan berperilaku serta memiliki kemauan untuk bertindak dapat membantu individu membentuk kekuatan sosial yang mereka hadapi.

Pengertian Sosiologi

Sosiologi, dalam arti luas, adalah studi tentang masyarakat. Sosiologi adalah disiplin yang sangat luas yang meneliti bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain dan bagaimana perilaku manusia dibentuk oleh struktur sosial (kelompok, komunitas, organisasi), kategori sosial (usia, jenis kelamin, kelas, ras, dan lain-lain.), Dan lembaga sosial (politik, agama, pendidikan, dan lain-lain).

Tidak ada garis batas yang kaku antara ilmu-ilmu sosial karena masing-masing perspektif memiliki implikasi untuk masing-masing. Namun, akan sangat berguna jikakita mengetahui karakteristik sosiologi untuk membedakan perspektif khususnya dari ilmu sosial lainnya.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

Adapun definisi sosiologi menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Auguste Comte, Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomena sosial dengan hukum-hukum tetap (ajeg) yang menjadi objek investigasinya.
  2. Emile Durkheim, Sosiologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari fakta dan institusi sosial.
  3. Max Weber, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tindakan sosial untuk menjelaskan sebab-akibat fenomena sosial yang diteliti.
  4. Kingsley Davis, Sosiologi adalah ilmu pengetahuan umum tentang masyarakat
  5. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff, Sosiologi yaitu studi ilmiah tentang kehidupan sosial.
  6. Kimball Young dan Raymond Mack, Pengertian sosiologi adalah studi saintifik  tentang aspek sosial dari kehidupan manusia
  7. Pitrim Sorokin, Definisi sosiologi adalah ilmu tentang pengaruh dan hubungan timbal balik gejala sosial yang timbul dengan lainnya.
  8. Paul B. Horton, Arti sosiologi adalah studi tentng telaah kehidupan kolektif serta produk dari kehidupan kolektif tersebut.

Ciri-Ciri Ilmu Sosiologi

Berikut ini adalah karakteristik utama yang ada dalam objek studi sosiologi, antara lain;

  1. Ilmu Generalisasi

Sosiologi adalah ilmu generalisasi dan bukan ilmu partikularis. Ini bertujuan untuk menetapkan hukum umum tentang prinsip-prinsip interaksi dan asosiasi. Ini berusaha untuk menemukan prinsip-prinsip umum tentang sifat, bentuk, isi dan struktur kelompok manusia dan masyarakat. Seperti sejarah, ia tidak berupaya membuat deskripsi peristiwa atau masyarakat tertentu.

Sejarah adalah studi tentang perilaku manusia dari perspektif partikularisasi. Tetapi sosiologi bersifat umum dalam perspektifnya. Sementara sejarah berkaitan dengan perang dan revolusi tertentu, sosiologi berkaitan dengan perang dan revolusi secara umum sebagai fenomena sosial, sebagai bentuk konflik sosial dan bukan dengan manifestasi khusus dan konkretnya.

  1. Ilmu Pengetahuan Umum

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang bersifat umum. Ini bukan ilmu khusus seperti sejarah, ilmu politik dan ekonomi. Ilmu-ilmu sosial ini memiliki mata pelajaran khusus dan ini semua adalah bagian dari satu mata pelajaran umum: Perilaku sosial manusia, yang dipelajari sosiologi.

Hanya beberapa jenis perilaku tertentu yang menarik perhatian mereka. Ekonom, misalnya, tertarik pada satu jenis perilaku, perilaku ekonomi. Ilmuwan politik tertarik pada perilaku politik. Berbeda dengan ilmu-ilmu khusus ini, ilmu umum sosiologi, psikologi, dan antropologi tidak mengenal batasan ruang lingkup minat seperti itu.

Sosiologi mempelajari faktor-faktor sosial yang memiliki semua kesamaan fenomena sosial, apakah mereka ekonomi atau politik. Misalnya sosiologi tidak berurusan dengan perilaku ‘ekonomi’ manusia, tapi melihat perilaku ekonomi “hanya sebagai abstraksi parsial dari total perilaku sosial individu.” Meskipun fokus sosiologi juga istimewa, bidang penyelidikan sosiologi bersifat umum.

  1. Ilmu Sosial

Sosiologi adalah ilmu sosial, ilmu humanistik. Ini adalah ilmu sosial seperti ekonomi, ilmu politik dan psikologi dll. Ini bukan ilmu fisik. Sosiologi berkaitan dengan alam semesta sosial dan bukan dengan alam semesta fisik. Sosiologi, berkaitan dengan fakta sosial, fenomena sosial, hubungan dan perilaku sosial manusia.

  1. Jenis Abstraksi Khusus

Psikologi, antropologi dan sosiologi memiliki kesamaan dalam minat mereka dalam semua aspek perilaku manusia. Perbedaan di antara mereka tampaknya terletak pada cara berpikir mereka yang berbeda tentang perilaku manusia pada umumnya.

  1. Ilmu Objektif

Sosiologi adalah ilmu yang objektif, tetapi bukan ilmu normatif. Ini berarti bahwa sosiologi terutama berkaitan dengan fakta dan bukan dengan penilaian nilai atas mereka.

Durkheim berbagi visi tentang sosiologi objektif dan dalam Peraturan Metode Sosiologisnya, ia mendesak agar sosiolog harus “menghapus semua prasangka” dan menangani fakta daripada dengan ide-idenya tentang fakta sosial. Sosiolog Jerman, Max Weber mengabdikan esai utama untuk masalah objektivitas atau “Nilai-netralitas” dalam sosiologi.

  1. Ilmu Murni atau Teoritis

Sosiologi adalah ilmu murni. Ini bukan ilmu terapan. Ini berarti bahwa sosiologi bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan tidak peduli apakah pengetahuan yang diperoleh berguna atau diterapkan. Sosiologi bertujuan untuk memberikan deskripsi yang tepat dengan analisis sifat-sifat dan hubungan fenomena sosial dan penjelasan oleh perumusan pernyataan umum.

  1. Ilmu Rasional dan Empiris

Sosiologi adalah ilmu yang rasional dan empiris. Ini empiris dalam arti didasarkan pada observasi dan eksperimen.

Mengutip pendapat H.M. Johnson, “Itu bersifat empiris, artinya didasarkan pada pengamatan dan penalaran, bukan pada wahyu supernatural dan hasilnya tidak spekulatif”. Sosiologi itu rasional karena menekankan alasan. Teori-teori sosiologis dibangun atas dasar inferensi logis.

Ruang Lingkup Sosiologi

Cakupan ruang lingkup sosiologi yaitu pengetahuan dasar pengkajian kemasyarakatan yang meliputi:

  1. Kedudukan dan peran sosial individu dalam keluarga, kelompok sosial, dan masyarakat.
  2. Nilai-nilai dan norma-norma sosial yang menjadi dasar atau berpengaruh terhadap sikap dan perilaku anggota masyarakat dalam melakukan hubungan sosial.
  3. Masyarakat dan kebudayaan daerah sebagai submasyarakat serta kebudayaan nasional Indonesia.
  4. Perubahan sosial budaya yang terus-menerus berlangsung yang disebabkan oleh faktor-faktor internal maupun eksternal.
  5. Masalah-masalah sosial budaya yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Objek Studi Sosiologi

Objek studi sosiologi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu objek material dan objek formal.

  1. Objek material sosiologi yaitu kehidupan sosial, gejala-gejala, dan proses hubungan antarmanusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri.
  2. Objek formal sosiologi yaitu menekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa objek formal sosiologi ialah hubungan antarmanusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.

Tokoh-tokoh berikut ini memiliki pandangan masing-masing terkait objek kajian sosiologi, diantaranya yaitu:

  1. Karl Marx

Menurut Karl Marx objek kajian sosiologi adalah konflik kepentingan antar kelas yang diekspresikan dalam perjuangan kelas antara buruh dan majikan, pekerja dan pemilik modal, barjuis dan proletar.

  1. Emile Durkheim

Menurut Emile Durkheim objek kajian sosiologi adalah fakta sosial. Fakta sosial dibentuk melalui observasi empiris yang membentuk pola-pola sehingga tampak sebagai gejala sosial, misalnya daftar dan jumlah orang (data) yang bunuh diri pada suatu kelompok tertentu digunakan Durkheim sebagai bahan kajian sosiologinya.

  1. Max Weber

Max Weber menekankan bahwa objek kajian sosiologi adalah aspek tindakan sosial. Oleh sebab itu, untuk memahami gejala-gejala sosial yang timbul di masyarakat, menurut Weber, peneliti harus menginterpretasi maksud atau tujuan suatu tindakan pada tataran individual.

Weber menyebut metode interpretatif ini dengan nama Verstehen (interpretative understanding). Dengan demikian bisa dikatakan bahwa objek kajian sosiologi adalah tindakan sosial.

  1. Meyer F. Nimkoff

Nimkoff menyebutkan bahwa dalam bidang studi sosiologi terdapat tujuh objek besar, yaitu:

  1. Faktor-faktor dalam kehidupan manusia
  2. Kebudayaan
  3. Human nature (sifat hakiki manusia)
  4. Perilaku kolektif
  5. Persekutuan hidup
  6. Lembaga-lembaga sosial (lembaga perkawinan, pemerintah, keagamaan, dan lainnya).
  7. Social change (perubahan sosial).

Contoh Kajian Sosiologi

Sosiologi mencakup rencana sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisis pengamatan tentang dunia. Berikut ini beberapa contoh kajian dalam sosiologi, antara lain:

  1. Keluarga dan Hubungan Antar Anggota Keluarga

Topik yang bisa dikaji misalnya:

  • Efek perceraian pada anak-anak
  • Bagaimana adopsi lintas ras mempengaruhi anak-anak dan masyarakat?
  • Sejauh mana seharusnya orang tua memengaruhi perilaku anak?
  • Program sosial untuk anak-anak yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang tua
  • Keberhasilan sosial yang dicapai oleh anak-anak kelas menengah
  1. Sosiologi Kebangsaan dan Ras

Topik yang bisa dikaji misalnya:

  • Bagaimana korelasi antara ras dan tingkat pendidikan?
  • Bagaimana stereotip rasial memengaruhi harga diri dan kesadaran?
  • Sentimen patriotik di berbagai negara
  • Korelasi antara status sosial dan patriotism
  • Bagaimana berbagai lembaga pendidikan mengadopsi studi patriotisme?
  1. Sosiologi Media Sosial

Topik yang bisa dikaji misalnya:

  • Seberapa populerkah jejaring sosial di antara berbagai kelompok sosial?
  • Bagaimana jejaring sosial memengaruhi proses pendidikan?
  • Kecanduan jejaring sosial
  • Apakah kecanduan di jejaring sosial hanya berlaku untuk anak muda?
  • Korelasi antara kelompok sosial dan genre
  1. Sosiologi Gender

Topik yang bisa dikaji misalnya:

  • Apakah ada ketidaksetaraan gender dalam kegiatan profesional?
  • Karakteristik stereotip gender di media
  • Peran gender dalam keluarga
  • Homoseksualitas dan kebangsaan: adakah korelasi?
  • Haruskah studi jender menjadi bagian dari program studi di sekolah?
  1. Sosiologi Makanan dan Industri Makanan

Topik yang bisa dikaji misalnya:

  • Sejarah tradisi makanan di berbagai negara
  • Bagaimana tradisi makanan mempengaruhi identitas nasional?
  • Fenomena budaya vegetarian dan vegan
  • Bagaimana konsumsi daging mempengaruhi lingkungan?
  • Efek makanan cepat saji di masyarakat

Itulah tadi serangkaian artikel yang sudah kami selesaikan kepada segenap pembaca terkait referensi pengertian sosiologi, ciri, ruang lingkup, objek studi, tokoh, dan contoh kajiannya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta mendalam literasi. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *