Pengertian Potensi Diri, Ciri, Macam, dan Contohnya

Diposting pada
Potensi Diri Adalah
Setiap orang memiliki potensi dalam dirinya untuk melakukan sesuatu kegiatan, baik sebagai makhluk sosial ataupun sebagai makhluk ekonomi. Banyak manfaat yang diperoleh ketika seseorang mampu mengembangkan potensi dalam dirinya. Untuk lebih memahami gal tersebut maka artikel ini menuliskan pengertian, ciri, dan macam potensi ciri beserta contohnya.

Potensi Diri

Potensi diri sejatinya merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam bidang tertentu. Pengembangan potensi diri senantiasa dimaksudkan untuk memberikan kemajuan dan dampak positif pada diri masing-masing individu.

Kebermanfaat dari potensi dalam diri seseorang tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, namun dapat dirasakan pula oleh orang lain. Sangat penting bagi seseorang untuk memahami potensi yang ada pada dirinya.

Potensi Diri Menurut Ahli

Pengertian potensi diri menurut para ahli, antara lain:

  1. Beirut, Potensi diri merupakan serangkaian kemampuan dasar bagi manusia untuk dikembangkan dan dioptimalkan dengan sebaik mungkin. Pengoptimalan potensi dilakukan melalui pekerjaan, usaha, maupun pembangunan.
  2. Majdi, Potensi diri diartikan sebagai serangkaian kemampuan, kesanggupan, dan daya yang memiliki kemungkinan untuk dikembangkan menjadi bentuk yang lebih besar.
  3. Hafi Anshari, Menurut Hafi, potensi diri erat kaitannya dengan bakat terpendam atau berkaitan dengan kekuatan-kekuatan dalam bertindak di masa mendatang. Kekuatan ini dinilai penting karena kekuatan baik seseorang yang memiliki potensi akan dapat berjuang sekuat tenaga.
  4. Wiyono, Wiyono mengartikan potensi diri sebagai kemampuan dasar dari sesuatu yang terpendam di dalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesuatu yang nyata dalam diri.
  5. Sri Habsari, Potensi diri merupakan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki baik kemampuan fisik maupun kemampuan mental serta mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan dan ditunjang dengan sarana yang baik.
  6. Endra K Prihadi, Potensi diri disebut sebagai kekuatan, energi, atau kemampuan terpendam yang dimiliki seseorang yang belum dimanaatkan secara optimal oleh orang tersebut.

Ciri Potensi Diri

Potensi dalam diri seseorang dapat diketahui melalui tingkah laku maupun pola pikir seseorang. menurut La Rose, orang yang memiliki potensi memiliki ciri-ciri antara lain:

  • Gemar belajar dan sadar akan kekurangan dalam dirinya
  • Memiliki sikap luwes
  • Berani untuk melakukan perubahan secara total untuk perbaikan
  • Tidak menyalahkan orang lain, maupun menyalahkan keadaan
  • Memiliki arti sikap yang tulus, tidak licik
  • Memiliki rasa tanggungjawab
  • Menerima kritik dan sarang dari orang lain
  • Memiliki rasa optimis serta tidak mudah putus asa.

Macam Potensi Diri

Setipa memiliki pandangan tersendiri mengenai jenis potensi. Bebrapa ahli mengelompokan macam-macam potensi, antara lain:

Menurut Nashori

Adapun jenis pontensi diri yang dikemukakan ahli ini, antara lain;

  1. Potensi Berfikir

Masing-masing manusia memiliki kemampuan berfikir. Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuan berfikir yang berbeda-beda. Dengan berfikir, manusia dapat melakukan sesuatu secara logis yang dapat diterima oleh akal sehat dan diterima dalam masyarakat.

  1. Potensi Emosi

Potensi emosi disebut juga dengan potensi afeksi. Potensi ini memungkinkan seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan isi hatinya. Potensi emosi adalah potensi yang mengandalkan rasa atau perasaan.

  1. Potensi Fisik

Potensi fisik yang dimiliki oleh seseorang dapat dikembangkan menjadi suatu kemampuan atau bakat yang mengandalkan kekuatan fisik. Bidang olahraga menjadi salah satu alternatif kegiatan yang dapat dikembangkan oleh seseorang yang memiliki potensi fisik.

  1. Potensi Sosial

Orang yang memiliki potensi sosial biasanya memiliki penyesuaian diri yang baik dengan orang lain, mudah beradaptasi serta mudah untuk melakukan hubungan sosial ataupun interaksi sosial kepada kelompok/individu lainnya.

Menurut Budiyatno

Sedangkan pendapat budiyantno, potensi diri terbagai atas beberapa jenis. Antara lain;

  1. Potensi Fisik (psychomotoric)

Merupakan potensi dalam tubuh manusia yang dapat diberdayakan dan dikembangkan. Kemampuan yang dimiliki apabila dilatih akan menjadi sebuah keahlian.

  1. Potensi Sosial Emosional (Emotional Quotient)

Merupakan kecerdasan pada otak, terutama pada otak bagian kanan. Potensi sosial emosiaonal dapat berfungsi sebagai pengendali tanggungjawab dan amarah dalam diri. Potensi sosial emosial memungkinkan seseorang untuk dapat memahami orang lain, mampu beradaptasi dengan cepat, dan memiliki rasa toleran yang tinggi terhadap orang lain.

  1. Potensi Daya juang (Adversity Quotient)

Potensi daya juang disebut juga dengan potensi ketahanan. Potensi daya juang berkaitan dengan semangat juang, pantang meneyrah, keuletan, dan kedisiplinan yang ada dalam diri seseorang. Adanya poyensi daya juang memungkinkan seseorang untuk terus berusaha.

  1. Potensi Mental Intelektual (Intellectual Quotient)

Potensi mental intelektual sering disebut juga dengan IQ. Potensi ini dimiliki manusia untuk mengolah dan berfikir secara terarah. Potensi ini berkaitan dengan kecerdasan khusunya otak sebelah kiri. Fungsi utama kemampuan intelektual adalah menghitung, menganalisi, serta menyusun dan merencanakan berbagai hal.

  1. Potensi Mental Spiritual (Spiritual Quotient)

Potensi ini berkaitan dengan kebijaksanaan seseorang di luar egonya. Seseorang yang memiliki potensi mental spiritual cenderung memiliki visi dan prinsip yang kuat.

Faktor Pendukung Berkembangnya Potensi Pada Diri Seseorang

Potensi yang dimiliki seseorang dapat berkembang dengan baik, apabila didukung oleh beberapa faktor, antara lain:

Memahami Diri Sendiri

Menegnal apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh diri sendiri sangat penting untuk mengembangkan potensi. Menyadari kemampuan dan potensi mendorong seseorang melakukan hal-hal yang disukai menjadi kebiasaan hingga smpai pada tahap keahlian.

Menggali kemungkinan terbaik dan terburuk dari diri potensi yang dimiliki dalam diri. Terkadang meniru keahlian orang lain yang belum tentu sesuai dengan keahlian diri sendiri terasa lebih menyenangkan. Hal tersebut justru daoat menghambat pengembangan dalam diri.

Motivasi

Motivasi diperlukan untuk membangun rasa percaya diri dan semangat dalam diri. Ketika kesadaran diri sudah mulai terbangun, dukungan dari diri sendiri maupun orang lain menjadi penentu apakah potensi diri harus dikembangkan atau dibiarkan.

Untuk mencapai titik tertinggi, harus memiliki motivasi dan tujuan yang kuat. Potensi yang kuat membantu seseorang menggali potensi lebih dalam bahkan berpeluang menemukan potensi baru yang tidak disadari dalam dirinya.

Lingkungan Sekitar

Hampir mirip dengan bakat, lingkungan sekitar juga dapat mempengaruhi potensi diri seseorang. bebrapa orang mungkin kurang mampu memahami potensi dalam diri. Orang-orang terdekat di lingkungan sekitar dapat membantu memahami dan menemukan potensi dari seseornag melalui pengalaman dan ciri-ciri pola tindakan dan perilaku.

Sarana dan Prasarana

Pengembangan potensi harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Beberapa orang memilih berhenti dan menyerah karena keterbatasan dalam ketersediaan sarana prasarana.

Kecerdasan atau latar belakang pendidikan

Kecerdasan dibutuhkan untuk mengetahui strategi apa yang akan dilakukan agar potensi dalam diri dapat berkembang dengan maksimal. Pendidikan menjadi salah satu faktor penentu kecerdasan seseorang.

Faktor Penghambat Pengembangan Potensi Seseorang

Selain faktor pendukung, ada beberapa faktor penghambat dalam pengembangan bakat seseorang, antara lain:

Kurang Percaya Diri

Potensi yang ada dalam diri harus didukung dengan rasa percaya diri yang tinggi. Rasa minder terhadap kemampuan orang lain membuat semangat untuk mengembangkan potensi semakin berkurang.

Rasa minder maupun kurang percaya diri akan menimbulkan energi negatif yang mengakibatkan rangsanagan dalam otak untuk melakukan sesuatu menjadi melambat. Hal ini akan memunculkan rasa takut untuk melakuakn sesuatu. Takut akan kegagalan, takut tidak sebaik orang lain, takut hasil tidak maksimal.

Rasa Malas

Rasa malas menjadi musuh dalam diri yang harus dihindari dan dikalahkan. Kemalasan menghilangkan kesempatan. Potensi harus terus dilatih dan dikembangkan agar menjadi kebiasaan sehingga memperoleh hasil dan pencapaian yang memuaskan.

Kurangnya dukungan

Pengembangan potensi diri tidak hanya berasal dari kemamuan diri sendiri. Faktor lingkungan dan dukungan orang lain pun ikut berperan dalam kesusksesan sesorang mengembangakn potensi diri. Kurangnya dukungan dan motivasi dari orang lain mengurangi semangat dan rasa percaya diri. Kepercayaan dari orang lain menjadikan seseorang merasa memiliki tanggungjawab untuk melakukannya.

Contoh Potensi

Setelah membahas teori, akan lebih jelas apabila terdapat contoh nyata adanya potensi dalam diri seseorang. contoh potensi yang ada dalam diri seseorang antara lain:

  • Badan kekar, memiliki badan yang tinggi terutama pada bagian kaki, dan semangat tinggi pantang menyerah

Seseorang dengan ciri-ciri tersebut berpotensi menjadi seorang atlet, khusunya atlet lompat tinggi maupun lompat jauh.

  • Suara indah, mudah memahami nada, memiliki suara dengan nada yang tinggi

Pengembangan dari potensi diatas adalah menjadi seorang penyanyi. Untuk menjadi seorang penyanyi, dibutuhkan suara yang indah. memahami nada memudahkan ia belajar tentang lagu dan music yang akan dinyanyikan.

  • Tekun, bertanggungjawab, rajin dan suka menghitumng

Pengembangan yang mungkin terjadi dari potensi tersebut adalah seorang  ilmuwan atau ahli matematika. Seorang ahli khusunya ahli matematka harus memiliki ketekunan dan kemampuan berhitung yang baik.

  • Wajah cantik, tubuh langsing, berbadan tinggi, berkulit putih

Pengembangan potensi yang dapat dilakukan dari orang yang memiliki ciri-ciri tersebut adalah menjadi seorang model, peragawati. Penampilan yang menarik menjadi point tersediri untuk menjadi seorang model.

Itulah tadi urain lengkap yang bisa kami selesaikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan pengertian potensi diri menurut para ahli, ciri, macam, dan contohnya yang ada di masyarakat. Semoga memberikan edukasi sekaligus literasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *