Pengertian Kemandirian, Ciri, Macam, Tujuan, Faktor, dan Contohnya

Diposting pada

Kemandirian Adalah

Dalam arti psikologi, kemandirian adalah sifat kepribadian di mana seseorang secara konsisten memilih untuk bertindak berdasarkan pikiran dan perasaannya sendiri daripada mengambil pandangan orang lain. Salah satu ciri seseorang yang memiiliki sikap kemandirian yaitu bisa menentukan nasib sendiri, sikap dan tindakan yang dilakukan berdasarkan kehendak sendiri dan bukan karena orang lain atau tergantung pada orang lain.

Terdapat bermacam-macam bentuk kemandirian, diantaranya yaitu kemandirian secara emosional, kemandirian secara intelektual, dan lain-lain. Dengan tercapainya tujuan dari pengembangan sikap kemandirian dalam diri seseorang, maka itu bisa memberikan banyak manfaat untuk dirinya. Tentunya kemandirian tersebut dipengaruhi oleh beragam faktor. Sebagai contoh, kemadirian siswa dalam belajar, tentunya dipengaruhi oleh bagaimana cara guru mengajar dan bagimana kondisi lingkungan belajarnya.

Kemandirian

Kemandirian menjadi salah satu aspek kepribadian yang sangat penting bagi individu. Individu yang mempunyai kemandirian tinggi relatif bisa menghadapi segala permasalahan sebab individu yang mandiri tidak akan tergantung pada orang lain, selalu berusaha menghadapi dan memecahkan masalah yang ada.

Pengertian Kemandirian

Berdasarkan yang tertera dalam dalam kamus psikologi, kemandirian berasal dari kata “independence” yang bisa diartikan sebagai suatu kondisi dimana seseorang tidak tergantung pada orang lain dalam menentukan keputusan dan adanya sikap percaya diri (Chaplin, 2011:343).

Pengertian Kemandirian Menurut Para Ahli

Adapun definisi kemandirian menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Emil Durkheim

Kemandirian ialah elemen esensial ketiga dari moralitas yang bersumber pada kehidupan masyarakat. Kemandirian tumbuh dan berkembang karena dua faktor yang menjadi prasyarat yaitu:

  1. Disiplin, yaitu adanya aturan bertindak dan otoritas
  2. Komitmen terhadap kelompok

Masrun (1986:8)

Kemandirian dapat didefinisikan sebagai suatu sikap yang memungkinkan seseorang untuk bertindak bebas, melakukan suatu hal atas dorongan sendiri dan untuk kebutuhannya sendiri, tanpa adanya dari orang lain, berpikir dan bertindak original/kreatif, serta penuh inisiatif, bisa mempengaruhi lingkungan, memiliki rasa percaya diri dan mendapatkan kepuasan dari usahanya.

Kartini Kartono (1985:21)

Kemandirian seseorang akan tampak ketika orang tersebut menghadapi masalah. Jika masalah tersebut bisa diselesaikan sendiri tanpa meminta bantuan dari orang tua dan akan bertanggung jawab terhadap segala keputusan yang telah diambil melalui berbagai pertimbangan maka hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut mampu untuk mandiri.

Ciri Kemandirian

Terdapat beragam pendapat yang berkaitan dengan ciri-ciri kemandirian, diantaranya yaitu:

Kemandirian menurut Mustafa (1982:90)

  1. Mampu menentukan nasib sendiri, artinya semua sikap dan tindakan yang sekarang atau yang akan datang dilakukan berdasarkan kehendak sendiri dan bukan karena orang lain atau tergantung pada orang lain.
  2. Mampu mengendalikan diri, artinya adanya kontrol diri yang kuat dalam segala tindakan, mampu beradaptasi dengan lingkungan atas usaha dan mampu memilih jalan hidup yang baik dan benar.
  3. Bertanggungjawab, artinya kesadaran yang ada dalam diri seseorang bahwa setiap tindakan akan berpengaruh terhadap orang lain dan dirinya sendiri. Selain itu, bertanggungjawab dalam melaksanakan segala kewajiban baik itu belajar maupun melakukan tugas –tugas rutin.
  4. Kreatif dan inisiatif, kemampuan berfikir dan bertindak secara kreatif dan inisiatif sendiri dalam menghasilkan ide –ide baru.
  5. Mengambil keputusan dan mengatasi masalah sendiri, mempunyai pemikiran, pertimbangan, pendapat sendiri dalam mengambil keputusan yang bisa mengatasi masalah sendiri, serta berani mengahadapi resiko terlepas dari pengaruh atau bantuan dari pihak lain.

Kemandirian menurut Parker (2005: 233)

  1. Tanggungjawab, artinya mempunyai tugas untuk menyelesaikan sesuatu dan diminta pertanggungjawaban atas hasil kerjanya.
  2. Indepedensi, artinya kondisi dimana seseorang tidak tergantung pada otoritas dan tidak membutuhkan arahan dari orang lain, indepedensi juga mencakup ide adanya kemampuan mengurus diri sendiri dan menyelesaikan masalah sendiri.
  3. Otonomi dan kebebasan untuk menentukan keputusan sendiri, artinya kemampuan menentukan arah sendiri (self determination) berarti mampu mengendalikan atau mempengaruhi apa yang akan terjadi kepada dirinya sendiri.

Aspek Kemandirian

Kemandirian mengandung tiga aspek utama, yaitu:

  1. Aspek kognitif, yaitu aspek yang berhubungan dengan pengetahuan, pandangan dan keyakinan seseorang tentang suatu hal, misalnya pemahaman seorang siswa tentang prestasi akademik.
  2. Aspek afektif, yaitu aspek yang berhubungan dengan perasaan seseorang terhadap suatu hal seperti halnya hasrat, keinginan atau pun kehendak yang kuat terhadap suatu kebutuhan, misalnya keinginan seorang siswa untuk berhasil atau berprestasi dalam halakademik.
  3. Aspek psikomotor, yaitu aspek yang berhubungan dengan tindakan yang dilakukan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya, misalnya tindakan siswa yang berinisiati) belajar giat sebab ia ingin mendapatkan prestasi akademik yang baik.

Macam Kemandirian

Masrun (dalam Widayatie, 2009:19) berpendapat bahwa kemandirian bisa ditunjukkan dalam beberapa bentuk, yaitu:

  1. Tanggungjawab, artinya seseorang memiliki kemampuan untuk memikul tanggungjawab, menyelesaikan suatu tugas, mempertanggungjawabkan hasil kerjanya, menjelaskan peranan baru, serta berpegang teguh pada prinsip tentang apa yang benar dan salah dalam berfikir dan bertindak.
  2. Otonomi, ditunjukkan dengan mengerjakan tugas sendiri, yaitu suatu kondisi yang ditunjukkan dengan tindakan yang dilakukan atas kehendak sendiri dan bukan orang lain dan tidak tergantung pada orang lain dan mempunyai rasa percaya diri dan kemampuan mengurus diri sendiri.
  3. Inisiatif, ditunjukkan dengan kemampuan berfikir dan bertindak secara kreatif.
  4. Kontrol diri, kontrol diri yang kuat ditunjukkan dengan pengendalian tindakan dan emosi mampu mengatasi masalah dan kemampuan melihat sudut pandang orang lain.

Robert Havighurst membedakan kemandirian macam-macam menjadi 4 bentuk, yaitu:

  1. Kemandirian emosi, ialah kemampuan mengontrol emosi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhan emosi pada orang lain.
  2. Kemandirian ekonomi, ialah kemampuan mengatur kegiatan ekonomi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhan ekonomi kepada orang lain.
  3. Kemandirian intalektual, ialah kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi.
  4. Kemandirian sosial, ialah kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak tergantung pada aksi orang lain.

Tujuan Kemandirian

Sikap kemandirian penting untuk ditanamkan dalam diri seseorang dengan tujuan agar seseorang tersebut bisa melakukan suatu hal (bertindak) tanpa menunggu uluran tangan dari orang lain, serta melatih seseorang untuk mengambil keputusan yang tepat dan kreatif dalam menghadapi permasalahan.

Dengan tertanamnya sikap kemandirian dalam diri seseorang, terdapat beberpa manfaat hidup mandiri yang akan ia rasakan, diantaranya yaitu:

  1. Menumbuhkan rasa percaya diri

Melalui penerapan pola hidup mandiri, secara tidak langsung akan melatih rasa percaya diri seseorang. Ia jadi terbiasa mengandalkan diri sendiri dan tidak tergantung pada orang lain. Rasa percaya diri sangat  dibutuhkan di lingkungan pekerjaan dan proses sosial kamu kelak.

  1. Punya kemampuan menganalisis

Ketika seseorang sudah terbiasa hidup mandiri, maka ia akan mempunyai kemampuan untuk menganalisis suatu keadaan dengan mudah. Seiring berjalannya waktu, untuk setiap keputusan yang akan ia ambil, ia pasti memikirkan dulu akibat apa saja yang berpotensi timbul di kemudian hari.

  1. Menjadi pribadi yang bertanggung jawab

Hidup mandiri menuntut seseorang untuk bisa mengambil keputusan. Secara tidak langsung ia juga dituntut untuk bertanggung jawab atas keputusan itu. Ia tidak boleh menimpakan tanggungjawab pada orang lain. Hidup mandiri dapat membentukmu menjadi pribadi yang selalu bertanggung jawab.

  1. Mengembangkan daya tahan mental

Kemandirian membuat seseorang menjadi orang yang tahan banting ketika sedang mengalami masalah dalam kehidupan. Semua permasalahan yang ia hadapi justru membuat kamu semakin kuat dalam menjalani hidup.

  1. Selalu berpikir kreatif

Hidup mandiri menuntut seseorang untuk berpikir kreatif sebab apa pun yang ia hadapi harus ia selesaikan sendiri dengan tuntas. Perlahan-lahan ia pun menjadi terbiasa berpikir kreatif untuk keluar dari setiap permasalahan dan menyelesaikannya dengan baik.

Faktor Kemandirian

Kemandiria seseorang sangat dipengaruhi oleh beragam faktor, antara lain:

  1. Gen atau keturunan orang tua

Orang tua yang mempunyai sifat kemandirian tinggi seringkali menurun kepada anak yang mempunyai sifat mandiri juga. Akan tetapi, faktor ini masih menjadi perdebatan sebab ada pendapat bahwa sesungguhnya bukan sifat kemandirian orang tua yang menurun kepada anaknya, melainkan sifat orang tua yang muncul berdasarkan cara orang tuanya mendidik anaknya.

  1. Sistem pendidikan di sekolah

Proses pendidikan di sekolah yang tidak mengembangkan sikap demokratis dan cenderung menekankan indoktrinasi bisa menyebabkan terhambatnya kemandirian anak. Begitu pula dengan proses pendidikan yang menekankan pentingnya pemberian sanksi atau hukuman juga bisa menghambat perkembangan kemandirian anak.

Akan tetapi, proses pendidikan justru menekankan pada pentingnya penghargaan terhadap potensi siswa, pemberian reward, dan penciptaan kompetisi yang positif akan mendukung tumbuhnya sikap kemandirian anak.

  1. Sistem kehidupan di masyarakat

Sistem kehidupan dalam arti masyarakat yang terlalu menekankan pentingnya hierarki pranata sosial kurang menghargai menifestasi potensi anak dalam kegiatan produktif bisa menghambat perkembangan kemandirian anak.

Akan tetapi, lingkungan masyarakat yang aman, menghargai ekspresi potensi remaja dalam beragam bentuk kegiatan, dan tidak terlalu hierarkis justru akan merangsang dan mendorong perkembangan kemandirian anak.

Hurlock mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi kemandirian, antara lain:

  1. Pola asuh orang tua, orang tua dengan pola asuh yang demokratis sangat merangsang kemandirian anak. Dimana peran orang tua sebagai pembimbing yang memperhatikan terhadapa kebutuhan anak terutama dalam hal study dan pergaulan di lingkungan atau di sekolah.
  2. Jenis kelamin, anak yang berkembangn dnegna pola tingkah laku maskulin, lebih mandiri dari pada anak yang mengembangkan tingkah laku yang feminism.
  3. Urutan posisi anak, anak pertama yang diharapkan untuk menjadi contoh teladan bagi adiknya, lebih berpeluang untuk mandiri. Sementara anak bungsu yang mendapat perhatian berlebihan dari orang tua dan kakak-kakaknya, berpeluang kecil untuk bias mandiri (Hurlock, 1980).

Markum (1985) mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi kemandirian, antara lain:

  1. Kebiasaan serba di bantu atau dilayani, misalnya orang tua yang selalu melayani keperluan anaknya seperti mengerjakan PR-nya, hal ini akan membauat anak manja dan tidak mau berusaha sendiri, sehingga membaut anak tidak mandiri.
  2. Sikap orang tua, misalnya orang tua yang selalu memanjakan dan memuji anak akan menghambat kemandirian.
  3. Kurangnya kegiatan di luar rumah, misalnya anak tidak mempunyai kegiatan denga teman-temannya, hal ini akan membuat anak bosan sehingga ia menjadi malas dan tidak kreatif serta tidak mandiri.

Contoh Kemandirian

Kemandirian bisa ditunjukkan dalam berbagai hal. Salah satu contohnya yaitu kemandirian dalam belajar. Seorang siswa yang memiliki kemandirian dalam belajar bisa dilihat dari kegiatan belajarnya, ia tidak perlu disuruh untuk belajar serta mempunyai inisiatif dalam belajar.

Anton Sukarno (1989:64) mengemukakan bahwa siswa yang mempunyai sikap kemandirian belajar menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Siswa merencanakan dan memilih kegiatan belajar sendiri
  2. Siswa berinisiatif dan memacu diri untuk belajar secara terus menerus
  3. Siswa dituntut bertanggung jawab dalam belajar
  4. Siswa belajar secara kritis, logis, dan penuh keterbukaan
  5. Siswa belajar dengan penuh percaya diri

Itulah tadi pengulasan dan penjelasan yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan adanya tulisan pengertian kemandirian menurut para ahli, ciri, aspek, macam, tujuan, faktor, dan contohnya di masyarakat. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *