Pengertian Joint Venture, Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya

Diposting pada

Joint Venture Adalah

Dunia wirausaha memang begitu menjanjinkan dan terbukti dengan banyaknya kesuksesan yang diperoleh oleh seorang pebisnis. Pendirian bisnis yang dikenal juga dengan badan usaha ini tentunya ada beberapa yang dilakukan secara bersama-sama atau berkelompok. Alasannya antara lain karena masalah proses atau teknis produksi, permasalahan keuangan, atau bahkan modal agar diperoleh dengan lebih ringan, dan cara-cara penguasaan pasar. Berdasarkan alasan-alasan itulah, beberapa orang memili mendirikan usaha atau bisnis secara berkelompok maupun bersama-sama.

Sebagai informasi bahwa usaha yang dilakukan secara bersama-sama atau patungan seringkali disebut dengan istilah joint venture. Bagi sebagian orang yang belum mengetahui apa itu joint venture, pada dasarnya istilah ini tidak hanya mencakup pada kerjasama yang dilakukan antara satu orang dengan lainnya melalui penyertaan modal saja. Akan tetapi pada joint venture ini ada bentuk kerjasama lainnya yang bersifat lebih longgar yaitu harus dapat mengumpulkan sinergi, kekuatan, dan kekompokan dari berbagai pihak, terutama mengenai pihak yang menguasai pasar dan pihak yang menguasai teknologi produksi.

Joint Venture

Istilah joint venture pada umumnya dianggap sebagai bentuk persetujuan yang dilakukan dari dua belah pihak atau lebih, dimana dalam proses ini akan dilakukan berbagai kerjasama untuk melaksanakan segala bentuk kegiatan bisnis.

Akan tetapi yang pasti, persetujuan joint venture disini artinya yaitu kesepakatan atau suatu perjanjian yang sama-sama disetujui dan harus berpedoman dengan hal-hal yang ada didalam kesepakatan atau perjanjian tersebut. Selain itu biasanya segala syarat-syarat yang ada dalam kesepakatan atau suatu perjanjian juga diatur dalam kitab undang-undang hukum perdata. Sehingga terbukti kuat, jelas dan konkrit keberadaannya.

Pengertian Joint Venture

Joint venture adalah bentuk hubungan kerjasama yang terjalin antara beberapa pihak dalam melaksanakan bisnis atau usaha secara bersama dan pada jangka waktu tertentu, sehingga proses hubungan kerjasama ini biasanya akan selesai atau berakhir apabila telah memperoleh tujuan yang hendak dicapai.

Selain itu hubungan kerjasama ini juga bisa selesai ketika pekerjaan dalam kerjasama tersebut telah berhasil dituntaskan

Pengertian Joint Venture Menurut Para Ahli

Adapun definisi joint venture menurut para ahli, antara lain;

  1. Erman Rajagukguk, Joint venture adalah hubungan kerja sama yang dilakukan antara pemilik modal asing dengan pemilik modal nasional sesuai dengan kesepakatan atau perjanjian (kontraktual) yang sebelumnya sama-sama disepakati dan dipatuhi dengan baik.
  2. Peter Mahmud, Pengertian joint venture adalah hubungan kerjsama sama yang dilakukan antara dua perusahaan dengan kesepakatan kontrak yang sama-sama disetujui dan dibentuklah suatu perusahaan joint venture yang dikembangkan secara bersama-sama.

Kelebihan Joint Venture

Berikut adalah kelebihan joint venture ialah :

  1. Joint venture memiliki kelebihan salah satunya yaitu kekuasaan dan hak suara didasarkan pada banyaknya saham yang ditanamkan pada sebuah bisnis, usaha, atau perusahaan dari masing – masing perusahaan pendiri. Sehingga dengan sistem semacam ini bisa memberikan keuntungan secara jelas dari setiap penanam saham yang disesuaikan dengan jumlah besarnya saham itu sendiri.
  2. Kelebihan berikutnya yaitu perusahan yang melaksanakan joint venture terkenal mempunyai eksistensi yang begitu baik dan setiap perusahaan memiliki kebebasan masing-masing sehingga selalu bisa diupdate dan mengikuti perkembangan zaman. Tentunya dengan kelebihan ini perusahaan joint venture tidak akan tertinggal dengan bisnis – bisnis lainnya dan bisa memenuhi arti permintaan konsumen sesuai dengan kebutuhan mereka.
  3. Perusahaan joint venture pada umumnya dapat mengetahui manfaat skala prioritas ekonomi dan mampu melakukan spesialisasi. Artinya perusahaan yang melakukan joint venture ini mampu melakukan berbagai kreasi dan pembaharuan pembaharuan yang mampu meningkatkan daya minat konsumen.

Kekurangan Joint Venture

Sedangkan untuk kekurangan joint venture, antara lain;

  1. Tanggung jawab terhadap semua resiko dibagi antar masing-masing patner

Perusahaan joint venture pada umumnya akan memiliki tanggung jawa dan resiko. Hal itu karena setiap bisnis memang diuji dengan keberadaan dua hal tersebut. Dalam kerjasama joint venture ini baik tanggung jawab dan resiko dibagi pada masing-masing partner dan harus disepakari secara bersama.

Artinya ketika ada resiko atau tanggung jawab yang harus dipenuhi maka setiap partner harus melakukan cara atau tindakan untuk mengatasi berbagai permasahan atau resiko yang muncul tersebut.

  1. Resiko rahasia tersebar lebih besar

Kerahasiaan pada perusahaan joint venture ini cenderung lebih mudah untuk terbongkar atau tersebar. Alasannya karena banyaknya anggota didalam perusahaan tersebut yang membuat lebih riskan atau mudah diceritakannya kepada orang lain.

  1. Resiko tertipu oleh partner usaha lebih besar

Banyaknya sekutu, anggota, atau partner dalam joint venture membuat perusahaan atau bisnis ini lebih mudah untuk mengalami penipuan dengan sesame partner yang ada didalam perusahaan itu sendiri. Sehingga sangat rawan sekali akan terjadi banyak resiko dalam perusahaan jonint venture apabila tidak dilakukan kerjasama secara jujur dan disiplin.

  1. Hutang peerusahaan menjadi tanggung jawab bersama, dan seluruh harta jadi jaminannya

Kekurangan joint venture yang terakhir yaitu segala hutang perusahaan menjadi tanggung jawab sekutu atau anggota secara bersama-sama. Sedangkan jaminan dari setiap hutang tersebut adalah harta yang ada didalam perusahaan itu sendiri.

Dari hal ini sudah jelas, pada saat perusahaan mengalami hutang dalam jumlah yang banyak dan tidak bisa melunasinya maka seluruh aset akan hilang dan masing-masing sekutu atau anggota bisa tidak memperoleh keuntungan sama sekali.

Manfaat Joint Venture

Berikut adalah manfaat dari sistem joint venture, antara lain;

  1. Agar dapat menggabungkan sumber daya, Perusahaan yang melakukan kerjasama dengan sistem joint venture akan memiliki sumber daya yang jauh lebih banyak dan hal tersebut berujung pada potensi keberhasilan usaha yang lebih baik lagi karena dalam perusahaan tersebut dapat digabungkan beberapa keahlian.
  2. Sisi bisnis, Perusahaan yang melakukan joint venture dapat memiliki dukungan dari beberapa sekutu atau anggota yang ada didalamnya dan mampu menerapkan berbagai spesialisasi yang semakin baik.
  3. Penghematan, Perusahaan dengan sistem joint venture juga lebih bisa melakukan penghematan uang mengenai pemasaran, promosi, dan lain sebagainya.

Contoh Joint Venture

Adapun untuk model bisnis yang ada di negara Indonesia memang sudah begitu banyak dan beberapa diantaranya telah menganut sistem joint venture yaitu;

  1. Asus dan Gigabyte

Asus dan gigabyte merupakan salah satu jenis perusahaan joint venture yang menjual atau memproduksi berbagai perangkat keras untuk produk computer atau teknologi digital lainya. Perusahaan ini mampu mendorong perusahaan lainnya untuk selalu melakukan inovasi dan melakukan hubungan kerjasama antara yang satu dengan yang lain.

  1. Sharp dan Sony SHARP

Perusahaan SHARP dan SONY merupakan dua perusahaan yang saling bekerjsama sama dengan tidak mengikat satu sama lain. Dimana ketidak saling menginkat ini berada dalam persoalan proses produksi dan menjual panel serta modul LCD ukurannya lebih besar pabrik panel LCD SHARP.

  1. Perusahaan National Petrochemical company of Iran (NPCI) dengan PT.Pusri

Hubungan kerjasama joint venture selanjutnya yang teradi antara PT Pusri dengan National Petrochemical Company of Iran (NPCI) merupakan kerjasama mengenai pembangunan pabrik pupuk dengan berkapasitas 1,14 juta ton per tahun.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, setidaknya perlu dipahami bahwa ada beberapa istilah dalam dunia bisnis tidak hanya dikenal tentang joint venture saja, melainkan juga ada istilah lainnya yang disebut dengan nama persekutuan firma (CV). Pada umumnya istilah keduanya hampir sama akan tetapi ada perbedaan yang mendasar yang mana pada joint venture jangka waktu kerjasama yang dilakukan jauh lebih pendek dibandingkan pada kerjasama persekutuan yang biasa.

Sebagai informasi pula bahwa anggota joint venture juga memiliki sebutan atau istilah khusus yaitu venture / partner / sekutu. Anggota ini bisa dilakukan oleh perseorangan, persekutuan (firma atau CV), dan bisa pula dilakukan secara perseroan terbatas (PT). Secara umum, semua anggota atau sekutu pada hubungan kerjasama joint venture ini harus ikut mengelola jalannya perusahaan dan diantaranya yaitu menjabat sebagai managing partner atau sekutu pemimpin.

Itulah tadi artikel yang bisa diberikan kepada kalian tentang pengertian joint venture menurut para ahli, kelebihan, kekurangan, manfaat, dan contohnya yang ada di Indonesia.

Sumber Tulisan

http://lindambarsari.blogspot.com/2016/06/joint-venture.html

Gambar Gravatar
Nama saya Nada Puspitasari saat ini sedang menempuh studi pendidikan IPS di salah satu kampus negeri terbaik di Jawa Tengah. Selain menulis di website https://www.ipsterpadu.com saya juga sedang menyelesaikan studi S1 saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *