Pengertian IPS, Tujuan, Ruang Lingkup, dan Contohnya

Diposting pada

Ilmu Pengetahuan Sosial

Ilmu sosial adalah kategori disiplin akademis, berkaitan dengan masyarakat sebagai arti hubungan industrial atas keterciptaan sosial antar individu dalam suatu masyarakat. Ilmu sosial secara keseluruhan memiliki banyak cabang, karena mempelajari manusia dari berbagai aspek. Ilmu-ilmu sosial ini meliputi, tetapi tidak terbatas pada: antropologi, arkeologi, studi komunikasi, ekonomi, sejarah, musikologi, geografi manusia, yurisprudensi, linguistik, ilmu politik, psikologi, kesehatan masyarakat, dan sosiologi, dengan masing-masing contoh kajiannya.

Ilmuwan sosial positivis menggunakan metode yang mirip dengan ilmu alam sebagai alat untuk memahami masyarakat, sebaliknya, para ilmuwan sosial penafsir dapat menggunakan kritik sosial atau interpretasi simbolik daripada membangun teori-teori yang secara empiris dapat dipalsukan. Di sekolah, pembelajaran ilmu sosial bukan hanya untuk memberikan pengetahuan kepada peserta didik, tapi lebih pada pembentukan sikap sosial peserta didik.

IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)

Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS adalah disiplin akademis yang berkaitan dengan masyarakat dan hubungan antar individu dalam suatu masyarakat, yang seringkali bergantung terutama pada pendekatan empiris.

Asal-usul ilmu sosial dapat ditelusuri kembali ke masa Yunani kuno. Kehidupan yang mereka jalani, dan studi awal mereka tentang sifat manusia, negara, dan kefanaan, membantu membentuk peradaban Barat.

Ilmu sosial sebagai bidang studi akademis dikembangkan dari Zaman Pencerahan, yang berkembang pesat di sebagian besar abad ke-18 di Eropa. Adam Smith, Voltaire, Jean-Jacques Rousseau, Denis Diderot, Immanuel Kant, dan David Hume adalah di antara para intelektual besar pada waktu itu yang meletakkan dasar untuk studi ilmu-ilmu sosial di Dunia Barat.

Individu mulai mengambil pendekatan yang lebih disiplin untuk mengukur pengamatan mereka terhadap masyarakat, dan seiring berjalannya waktu, aspek-aspek masyarakat yang serupa, seperti linguistik dan psikologi, dipisahkan menjadi bidang studi yang unik.

Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial

Ilmu Pengetahuan Sosial, dalam arti luasnya, adalah studi tentang masyarakat dan cara orang berperilaku dan mempengaruhi dunia di sekitar kita. IPS adalah sekelompok disiplin ilmu yang didedikasikan untuk memeriksa masyarakat. Cabang ilmu ini mempelajari bagaimana orang berinteraksi satu sama lain, berperilaku, berkembang sebagai budaya, dan mempengaruhi dunia.

Sehingga bisa dikatakan bahwa, IPS memberi tahu kita tentang dunia di luar pengalaman langsung kita, dan dapat membantu menjelaskan cara kerja masyarakat kita sendiri – mulai dari penyebab pengangguran atau apa yang membantu pertumbuhan ekonomi, hingga bagaimana dan mengapa orang memilih, atau apa yang membuat orang bahagia.

Ini memberikan informasi penting bagi pemerintah dan pembuat kebijakan, otoritas lokal, organisasi non-pemerintah, dan lainnya. Ilmu sosial meneliti hubungan antara individu dan masyarakat, serta pengembangan dan operasi masyarakat, daripada mempelajari dunia fisik. Disiplin akademik ini lebih bergantung pada interpretasi dan metodologi penelitian kualitatif.

Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial Menurut Para Ahli

Adapun definisi IPS menurut para ahli, antara lain:

  1. Kosasih Djahiri (dalam Sapriya, dkk.,2006), Pengertian IPS adalah ilmu pengetahuan yang memadukan sejumlah konsep pilihan dari cabang-cabang ilmu sosial dan ilmu lainnya kemudian diolah berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan.
  2. Banks (dalam Sapriya, 2009), Definisi studi sosial ialah bagian dari kurikulum sekolah dasar dan sekolah menengah yang memiliki tanggung jawab utama untuk membantu siswa mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sipil masyarakat lokal mereka, bangsa, dan kata.
  3. Rosdijati, dkk (2010), Arti IPS dapat didefinisikan sebagai salah satu mata pelajaran yang diberikan di tingkat SD/MI/SDLB, yang mengkaji tentang seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.
  4. Trianto (2010), Pengertian IPS adalah integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum dan budaya yang dirumuskan atas dasar kenyataan dan fenomena sosial dan diwujudkan dalam suatu pendekataan interdisipliner dari aspek dan cabang ilmu-ilmu sosial. IPS menjadi bagian dari kurikulum di sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu sosial.

Tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial

Diah Harianti (2006) mengemukakan bahwa tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, mempunyai sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat.

Tujuan tersebut bisa dicapai ketika program-program pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. Berdasarkan rumusan tujuan tersebut, tujuan IPS bisa dirinci sebagai berikut:

  1. Mempunyai kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat atau lingkungannya, melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat.
  2. Mengetahui dan memahami konsep dasar dan bisa mengaplikasikan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian bisa digunakan untuk memecahkan permasalahan sosial.
  3. Bisa menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan permasalahan yang berkembang di masyarakat.
  4. Memberikan perhatian pada isu-isu dan permasaahan sosial, serta bisa membuat analisis yang kritis, selanjutnya bisa mengambil tindakan yang tepat.
  5. Bisa mengembangkan berbagai potensi, sehingga bisa membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat.

Selain itu, Supardi (2011) juga mengemukakan bahwa tujuan IPS diantaranya yaitu:

  1. Memberikan pengetahuan untuk menjadikan peserta didik sebagai warga negara yang baik, sadar sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sadar terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga bangsa, bersifat demokratis dan kebanggaan nasional dan tanggung jawab, mempunyai identitas dan kebanggaan nasional.
  2. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan inkuiri untuk bisa memahami, mengidentifikasikan, menganilisis, dan mempunyai ketrampilan sosial untuk ikut berpartisipasi dalam memecahkan masalah-masalah sosial.
  3. Melatih belajar mandiri, disamping berlatih untuk membangun kebersamaan, melalui program-program pembelajaran yang lebih kreatif inovatif.
  4. Mengembangkan kecerdasan, kebiasaan dan ketrampilan sosial.
  5. Pembelajaran IPS diharapkan juga bisa melatih peserta didik untuk menghayati nilai-nilai hidup yang baik dan terpuji termasuk moral, kejujuran, keadilan, dan lain-lain, sehingga mempunyai akhlak mulia.
  6. Mengembangkan kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Ruang Lingkup IPS

Segala sesuatu yang berhubungan dengan perilaku dan pemahaman manusia berada di bawah ruang lingkup ilmu sosial. Ruang lingkup ilmu sosial juga mencakup pengetahuan kolektif bidang-bidang seperti pekerjaan sosial dan kesejahteraan, arkeologi dan linguistik. Seseorang selalu tahu dari pengalaman apa yang ingin dibuktikan dan dijelaskan oleh ilmu sosial.

Pada dasarnya, ilmu apa pun yang berfokus pada tindakan dan interaksi orang adalah ilmu sosial. Karena ilmu-ilmu sosial berhubungan dengan perilaku manusia, beberapa orang menganggap ilmu-ilmu ini lebih dari disiplin. Ruang lingkup ilmu-ilmu ini berfokus pada pengamatan perilaku manusia lebih dari eksperimen. Aspek etika dan moral ilmu-ilmu sosial mencegah eksperimen radikal dalam bidang ini.

Ruang lingkup studi sosial ditentukan oleh definisi subjek. Ini adalah integrasi berbagai ilmu sosial dan humaniora untuk tujuan pendidikan kewarganegaraan. studi sosial melibatkan studi sejarah, ekonomi, hukum dan mata pelajaran lain dalam ilmu sosial.

Lingkup ilmu sosial, mencakup: Studi hubungan manusia, Studi institusi buatan manusia, Studi terkait masyarakat, Studi tentang insiden berbasis masa lalu, Pengembangan sifat-sifat terkait warga negara, dan lain-lain.

Secara spesifik, Taneo (2009) menjelaskan bahwa yang menjadi ruang lingkup IPS adalah manusia sebagai anggota masyarakat atau manusia dalam konteks sosial.

Oleh sebab pembelajaran IPS bukan hanya menekankan pada aspek pengetahuan saja, melainkan juga pembinaan peserta didik untuk mengembangkan dan menerapkan nilai-nilai pengetahuan tersebut di tengah masyarakat, termasuk nilai tenggang rasa dan tepo sliro, kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, disiplin, ketaatan, keteraturan, etos kerja, dan lain-lain.

Contoh Ilmu Pengetahuan Sosial

Berikut ini contoh kajian dalam Ilmu Pengetahuan Sosial yang terbagi menjadi beberapa cabang ilmu, antara lain:

  1. Antropologi

Dikenal sebagai ‘ilmu kemanusiaan’, antropologi yaitu mencakup beragam topik – mulai dari perilaku manusia, hingga hubungan budaya, dan bagaimana evolusi umat manusia telah memengaruhi struktur masyarakat.

Ini sering digambarkan sebagai sesuatu yang ilmiah dan humanistik, yang berarti sangat cocok untuk siapa pun yang mencari kesenangan untuk kedua jenis subjek ini – dan, sementara berfokus pada sejarah sampai batas tertentu, ada banyak kesempatan untuk menerapkannya dalam konteks modern juga. 

  1. Arkeologi

Arkeologi atau ilmu kepurbakalaan adalah ilmu sejarah kebudayaan material, yang mengkaji kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan. Dalam antropologi, ada pekerjaan penggalian, analisis, dan survei yang harus dilakukan.

  1. Ekonomi

Ekonomi adalah ilmu yang mengkaji tentang produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Beberapa bagian ekonomi yang berupa ilmu terapan misalnya produksi, distribusi, perdagangan, dan konsumsi juga dibahas dalam ilmu lain seperti ilmu teknik, manajemen, administrasi bisnis, sains terapan, dan keuangan.

  1. Geografi

Geografi yaitu ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan, dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik, dan manusia di atas permukaan bumi.

Meskipun banyak dari kita mungkin ingat geografi sebagai subjek di sekolah yang melibatkan peta, tapi geografi sebenarnya melampaui itu, karena geografi menganalisis populasi, tanah, hubungan antara keduanya dan sering menghubungkan ke ilmu bumi (seperti geologi).

  1. Sejarah

Sejarah adalah subjek yang luas, mencakup area yang luas dan periode waktu dunia. Sejarah mengkaji tentang kejadian-kejadian di masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa. Peninggalan-peninggalan tersebut dinamakan sumber sejarah.

  1. Hukum

Ilmu hukum ialah ilmu yang kajiannya berpusat pada praktek hukum. Cakupan bidang ilmu hukum bisa dibilang luas meliputi hak asasi manusia, hukum kepemilikan hingga hukum perdagangan. Hukum mengatur tentang ketertiban hidup bermasyarakat dengan memberikan peraturan jelas tentang apa yang boleh/tidak boleh dilakukan.

  1. Linguistik

Linguistik adalah studi tentang bahasa dengan melihat bentuk, konteks, atau artinya. Daripada belajar berbicara bahasa tertentu, ini lebih tentang bagaimana bahasa itu sendiri bekerja. Dalam linguistik, ada berbagai studi, dari melihat tata bahasa, untuk akuisisi bahasa atau evolusi bahasa.

  1. Ilmu Politik

Politik memengaruhi setiap bagian kehidupan, jadi tidak heran hal itu menjadikan bidang studi yang sedemikian menarik. Sering dipecah menjadi filsafat manusia Politik, Politik Komparatif dan Hubungan Internasional, subjek ini memungkinkan untuk mempelajari peristiwa sejarah dan saat ini.

  1. Psikologi

Baik teori dan eksperimental, psikologi adalah memanfaatkan mempelajari perilaku sosial dan proses neurobiologis. Dengan bidang studi yang begitu luas-pikiran manusia-Anda akan berspesialisasi dalam bidang-bidang tertentu, mungkin perkembangan anak, hubungan antarpribadi atau psikologi sosial.

  1. Sosiologi

Sosiologi adalah studi tentang masyarakat, baik pada tingkat individu maupun struktural. Meliputi topik-topik seperti kelas, agama dan mobilitas sosial, ada berbagai pilihan untuk mengambil spesialisasi. Beberapa sosiolog bekerja semata-mata untuk tujuan teoretis, sementara yang lain berniat menggunakan temuan mereka dalam kebijakan atau kesejahteraan.

Demikianlah serangkain artikel yang sudah kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian IPS menurut para ahli, tujuan, ruang lingkup, dan contoh kajian ilmunya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendlam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *