Pengertian Impulsif, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Impulsif Adalah

Jika seseorang impulsif, itu berarti mereka bertindak berdasarkan insting, tanpa memikirkan keputusan. Sebagai contoh jika Anda bekerja selama satu tahun penuh untuk menghemat uang untuk membeli sebuah mobil dan kemudian tiba-tiba memutuskan untuk menghabiskan semuanya untuk membeli berlian, itu akan menjadi pembelian impulsif. Impuls adalah perasaan pendek, cepat, dan jika seseorang terbiasa menindakinya, mereka impulsif.

Saat menyimpan stok cokelat di kasir, mereka berharap Anda akan secara impulsif memutuskan untuk membelinya. Ketika Anda memanggil orang yang Anda sukai setelah berjanji pada diri sendiri sepanjang hari untuk mempertahankan suasana bermartabat, itu perilaku impulsif. Kita juga bisa menyebut perilaku impulsif yang aneh atau berubah-ubah. Salah satu ciri orang yang impulsif yaitu kalau bicara atau berbuat seringkali tidak disertai alasan-alasan atau penalaran-penalaran atas kognisi yang muncul secara tiba-tiba.

Impulsif

Dalam arti psikologi, impulsif adalah kecenderungan untuk bertindak atas kemauan, menampilkan perilaku yang ditandai dengan sedikit atau tidak ada pemikiran, refleksi, atau pertimbangan konsekuensi.

Tindakan impulsif biasanya “kurang dipahami, diekspresikan sebelum waktunya, terlalu berisiko, atau tidak sesuai dengan situasi yang sering mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan”,  yang mengganggu tujuan jangka panjang dan strategi untuk sukses.

Impulsif dapat diklasifikasikan sebagai konstruk multifaktorial. Berbagai impulsif fungsional juga telah disarankan, yang melibatkan tindakan tanpa banyak pemikiran dalam situasi yang tepat yang dapat dan memang menghasilkan konsekuensi yang diinginkan.

Ketika tindakan tersebut memiliki hasil positif, mereka cenderung tidak dilihat sebagai tanda-tanda impulsif, tetapi sebagai indikator keberanian, kecepatan, spontanitas, keberanian, atau inkonvensionalitas.

Dengan demikian, konstruksi impulsif mencakup setidaknya dua komponen independen: pertama, bertindak tanpa pertimbangan yang memadai, yang mungkin atau mungkin tidak berfungsi; dan kedua, memilih keuntungan jangka pendek daripada jangka panjang.

Pengertian Impulsif

Impulsif dadalah sebagai tindakan indivdu yang menunjukkan bahwa individu tersebut terlibat dan melibatkan diri dalam bentuk reaksi perilaku yang dilakukan tanpa berpikir (tanpa merefleksi secara cukup), sehingga ia tidak mampu menahan untuk merespon balik.

Individu tersebut tidak mampu menekan atau mengendalikan hasrat dirinya dalam merespon rangsang. Ia tak sadar lebih mengedepankan perintah id atau naluri semata. Ia terdorong (drive) untuk berbuat atau oleh motiv atau kecenderungan yang mengarah pada satu perbuatan.

Seseorang bisa mempunyai kepribadian impulsif karena beberapa faktor-faktor pendukung di dalamnya. Biasanya hal ini disebabkan karena sikap repulsif yang mana disebbakan lemahnya pendirian seseorang. Biasanya hal ini seringkali terjadi pada wanita maupun anak-anak. Namun meskipun begitu bukan berarti kaum pria tidak dapat memiliki tipe kepribadian ini.

Pengertian Impulsif Menurut Para Ahli

Adapun definisi impulsif menurut para ahli, anatara lain:

Very Well Mind

Dalam istilah psikologis, perilaku impulsif secara inheren tidak baik dalam hal skala atau risiko potensial. Seseorang dengan BPD (Borderline-Personality-Disorder) lebih kecil kemungkinannya untuk memperhitungkan konsekuensi potensial dan seringkali akan berubah menjadi perilaku yang merugikan diri sendiri (seperti makan berlebihan atau minum berlebihan) sebagai cara untuk mengatasinya.

Namun, perilaku impulsif tidak dengan sendirinya mendiagnosis BPD. Hanya ketika perilaku meresap, merugikan, dan mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi secara normal, BPD dapat dipertimbangkan.

Better Help

Perilaku impulsif agak sulit untuk didefinisikan. Faktanya, para psikometri masih berusaha menentukan dengan tepat apa itu dalam istilah ilmiah. Tentu saja, itu perilaku yang tidak direncanakan. Alih-alih memikirkan pilihannya, seseorang bertindak secara mendadak tanpa mempertimbangkan konsekuensi atau imbalan jangka panjang dari membuat keputusan yang berbeda.

Ketika seseorang yang tergolong makhluk sosial berperilaku impulsif, ia berpikir dan bertindak sangat cepat. Ia tidak berpikir dengan hati-hati tentang masa depan dan bahkan mungkin tidak fokus pada tugas yang ada. Kemungkinan konsekuensi negatif tidak terlalu mengganggunya karena ia hanya memikirkan apa yang ia inginkan saat ini.

Dan jika seseorang terlibat dalam perilaku impulsif patologis, ia mengambil tindakan ini lebih cepat dan melakukannya dengan kurang pemikiran daripada orang lain yang tidak bertindak impulsif.

Ciri Impulsif

Tindakan impulsif memiliki beberapa ciri, diantaranya yaitu:

  1. Mudah terpengaruh dengan hal yang tidak perlu

Sebagai contoh, seorang ibu rumah tangga yang setiap satu minggu sekali berbelanja ke arti pasar modern ataupun swalayan terdekat. Seluruh kebutuhan sehari-harinya sudah tercatat dengan baik.

Akann tetapi, saat sudah mencapai tempat tujuan, ibu rumah tangga tersebut malah membeli barang-barang yang ada di luar kebutuhan karena melihat barang lain yang lebih menarik untuknya. Pembelian di luar rencana ini lah yang bisa diciri sebagai kepribadian impulsif namun yang masih dalam tahap ringan.

  1. Mudah berspekulasi dan terjebak dalam ilusi sendiri

Sebagai contoh, Si A adalah tetangga anda, pada awalnya sikapnya sangat baik kepada anda. Akan tetapi, beberapa waktu kemudian sikapnya berubah menjadi acuh tak acuh. Tak pernah menyapa, mengucapkan salam, dan lain-lain. Anda sendiri tak tahu alasan yang menyebabkan ia bersikap demikian.

Kemudian, Anda mengetahui alasannya tersebut dari pihak C, yang menjadi pihak dimana si C bercerita kepada si A. Ternyata sikapnya yang acuk kepada Anda dikarenakan ia berpikir atau mengira Anda membeli banyak barang baru karena Anda melakukan korupsi. Padahal semua barang tersebut Anda beli dengan uang halal. Ciri-ciri ini bisa memperlihatkan sikap impulsif dalam tahap sedang.

  1. Tidak mudah mengontrol emosi

Sebagai contoh, ada seorang mahasiswa yaitu D dan E yang bersahabat satu sama lainnya. Pada awalnya mereka tampak sangat akur, bahkan dimana ada D akan selalu ada E. Akan tetapi, suatu ketika E menjadi seringkali marah-marah pada D. Tanpa D tahu apa alasannya mengapa D bersikap demikian.

Ketika ditanyakan alasannya, E tidak pernah memberikan alasan yang pasti mengenai perubahan sikapnya tersebut. Bahkan terkadang memang tidak ada alasan penting sama sekali tentang perubahan sikapnya tersebut. Permisalan ini menunjukkan ciri ciri kepribadian impulsif yang berat.

Selain ciri-ciri di atas, seorang yang memiliki sikap impulsif bisa menunjukkan tanda-tanda seperti:

  1. Gampang ragu

Meskipun tampaknya ciri yang satu ini sepintas seperti bertolak belakang dengan karakter seorang impulsif, tapi pada dasarnya membuat keputusan merupakan hal yang cukup sulit bagi seorang impulsif.

Ia bisa membutuhkan waktu lama dan dilanda dilema sebab akan membuat pilihan atau keputusan. Sehingga untuk menghindari dilema yang berlarut-larut, seorang yang impulsif bisa langsung memutuskan sebuah pilihan dalam satu waktu dan melakukannya tanpa pikir terlalu panjang.

  1. Tidak terlalu memikirkan pendapat orang lain

Bagi seseorang yang impulsif, aatu-satunya pendapat yang ia dengarkan ialah pendapatnya sendiri. Ia tidak terlalu memikirkan atau mendengarkan pendapat orang lain. Jarang meminta saran atau masukan dari orang lain ketika akan membuat sebuah keputusan. Ingin yang simpel saja dalam membuat suatu pilihan biar tidak terlalu berlarut-larut.

  1. Sering melakukan tindakan yang membuat orang lain bertanya-tanya

Orang seringkali bertanya kenapa atau menanyakan alasan atas tindakan dan perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang impulsif. Bahkan orang-orang mungkin banyak yang tidak memahami atas pilihan yang diambil, karena yang dilakukan orang impulsif umumnya berdasarkan pilihan dan kemauannya sendiri.

  1. Sering menyesali keputusan yang dibuat

Ini merupakan “efek samping” menjadi orang impulsif. Ketika membuat keputusan yang sembrono atau terburu-buru, setelahnya bisa menyesali atas keputusan yang dibuat. Bahkan terlalu memikirkan yang telah berlalu. Hati pun seringkali jadi tidak tenang sendiri.

  1. Sering juga bersikap masa bodoh

Orang yang impulsive seringkali bersikap masa bodoh atas sesuatu yang dilakukan. Di balik keputusan-keputusan yang ia buat kadang membuatnya menyesal dan gelisah, ada sikap masa bodoh sebab tak ingin berlarut-larut dalam kondisi yang tidak menyenangkan.

Akan tetapi, di sisi lain, seorang impulsif juga dapat dikenal pemberani sebab bisa melakukan hal-hal yang di luar dugaan atau sesuatu yang jarang dilakukan orang banyak.

Contoh Impulsif

Seperti yang telah dituliskan di atas bahwa salah satu contoh sikap impulsif adalah sikap impulsif dalam prinsip ekonomi ketika seseorang terdorong untuk membeli sesuatu tanpa pikir panjang, sehingga ada kemungkinan ia melakukan pengeluaran uang secara berlebihan. Hal itu secara lebih jelas dapat dilihat pada pemaparan contoh berikut:

  1. Menghabiskan uang

Seseorang yang impulsif mungkin belum bisa pergi sehari tanpa menghabiskan uang, bahkan jika itu hanya $ 2. Namun semakin banyak uang yang saya habiskan, semakin saya merasa puas. Bahkan jika itu hanya sekantong makanan anjing yang mahal. Mengerikan sekali. Ini seperti kecanduan.

Meskipun bersikap demikian, seorang impulsif seringkali merasa sangat frustrasi secara internal dengan pada sikap mereka karena itu seharusnya bisa mengarah ke sesuatu yang termasuk ‘kebutuhan’ daripada kategori ‘keinginan’.

  1. Pengeluaran impulsif

Ketika BPD memukul keras, seseorang yang impulsif akan menghabiskan setiap sen di rekening banknya untuk hal-hal yang ia pikir membuatnya bahagia, meskipun ia tahu bahwa itu bisa lepas kendali.

  1. Melakukan belanja online secara berlebihan

Ada pula seseorang yang memiliki sikap impulsif ketika ia cemas, atau sedang berjuang dengan disosiasi atau depresi, ia menghabiskan uang untuk berbelanja online dan menghabiskan uang yang ia butuhkan untuk tagihan pada hal-hal yang bahkan tidak saya inginkan atau butuhkan.

Lalu bagaimana cara mengatasi sikap impulsif yang terlalu berlebihan? Hal itu bisa Anda coba untuk terus berlatih tentang sikap disiplin sesuai dengan rencana semula. Latihan-latihan yang Anda lakukan tersebut harus didukung dengan alasan yang kuat, sebab Anda harus melakukan yang lebih Anda penting dan lebih Anda butuhkan.

Anda harus memiliki penalaran yang kuat yang memang masuk akal dan rasional. Sehingga setiap hal yang anda lakukan memiliki alasan serta tujuan yang jelas dan tentunya ada manfaat di dalamnya.

Itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkiat dengan pengertian impulsif menurut para ahli, ciri, dan contohnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *