Pengertian Holistik, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Holistik Adalah

Holistik berarti meliputi seluruh hal, dan bukan hanya bagian. Atau bisa juga dikatakan bahwa konsep holistik dapat diartikan sebagai sesuatu yang utuh dan juga menyeluruh. Konsep holistik telah banyak diadopsi dalam berbagai bidang, diantaranya yaitu dalam geografi fisik, dalam ilmu pendidikan, dalam sejarah, dalam psikologi, dan lain-lain, dengan definsi dan konsep yang berbeda-beda, tapi initinya adalah memandang suatu hal secara menyeluruh, bukan parsial.

Salah satu ciri holistik dalam pendidikan yaitu pendidikan yang holsitik bertujuan untuk bisa mengintrodusir terciptannya manusia seutuhnya dan juga masyarakat seutuhnya. Contoh pendidikan holistik tersebut yaitu berupaya agar anak-anak bukan hanya perlu berkembang secara arti sikap akademis, tetapi mengembangkan kemampuan untuk bertahan hidup di dunia modern.

Holistik

Holistik merupakan saduran kata dari Bahasa Inggris yaitu “Holistic” yang menekankan pada pentingnya keseluruhan dan saling keterkaitan dari bagian-bagiannya. Secara etimologis, holi artinya suci dan bijak, sedangkan kata holy artinya whole atau keseluruhan.

Pengertian Holistik

Holistik adalah serangkaian gagasan-gagasan bahwa segala sesuatu harus dipelajari secara keseluruhan dan bukan hanya sebagai jumlah dari bagian-bagiannya yang ada di dalam kehidupan manusia, sehingga konsepnya maknanya adalah menyeluruh. Untuk holistik sendiri banyak digunakan dalam berbagai bidang, diantaranya yaitu:

  1. Dalam geografi

Holistik dalam arti geografi biasanya dihubungkan dengan berbagai tindakan pengelolaan lingkungan hidup secara menyeluruh sebagai sebuah kesatuan yang tidak terpisahan dari lingkungan hidup itu sendiri.

  1. Dalam pendidikan

Pendidikan holistik dapat diartikan sebagai filsafat manusia pendidian yang bersumber dari pemikiran bahwa pada dasarnya setiap individu bisa menentuan identitas dirinya, tujuan hidupnya melalui hubungan yang dijalin dengan masyarakat dan nilai-nilai spiritual yang dimilikinya serta lingkungan alam yang ada dis ekitarnya.

  1. Dalam sejarah

Holistik dapat diartikan sebagai menggali informasi arti sejarah di masa lalu dengan konsep menyeluruh seperti mengekplorasi makna dan alasan dari dimensi spiritual, literatur, arkeologi, geologi, filsafat, linguistik, penyebaran mitos, dan prakti kuno.

  1. Dalam psikologi

Berpikir holistik dalam pengertian psikologi dapat diartian sebagai berpikir secara menyeluruh dengan mempertimbangkan segala aspek yang mungkin mempengaruhi tingkah laku manusia atau suatu kejadian. Berpikir holistik dapat membuat kita meminimalisir adanya keputusan-keputusan premature, dan membuat kita jadi lebih bijaksana.

Pengertian Holistik Menurut Para Ahli

Adapun definisi holistik menurut para ahli, antara lain:

  1. Willian F.O Nell, Holistik sebagai sudut pandang filosofi yang menganggap bahwa segala hal tercakup dalam wilayah kekuatan yang bersatu
  2. Hall dan Lindzey, Holistik ialah pandangan manusia sebagai suatu organisme utuh dan padu.
  3. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Holistik memiliki dua macam arti, yaitu: (1) Sebagai sebuah cara pendekatan pada suatu masalah dan gejala sebagai kesatuan yang utuh; (2) Sebagai sebuah sifat, dimana holistik saling berhubungan sebagai suatu kesatuan yang lebih dari sekedar sekelompok bagian.
  4. Merriam Webster, Holistik adalah kata yang berasal dari atau berkaitan dengan holism sehingga berkaitan dengan lubang atau dengan sistem lengkap daripada dengan analisis, perawatan, atau pembedahan menjadi beberapa bagian

Ciri Holistik

Ciri-ciri holistik yang berkaitan dengan pendidikan atau bisa dikatakan ciri pendidikan holistik, diantaranya yaitu:

  1. Pendidikan holistik bertujuan untuk bisa mengintrodusir terciptannya manusia seutuhnya dan juga masyarakat seutuhnya.
  2. Materi dalam pendidikan holistik mengandung suatu kesatuan untuk mengasah kecerdasan intelektual-ketrampilan-emosional, pendidikan jasmani dan rohani, pendidikan bermateri teoritis-praktis, pendidikan sosial-pribadi-ketuhanan.
  3. Dalam prosesnya, pendidikan holistik lebih mengutamakan pada kepentingan dalam kesatuan siswa dengan masyarakat.
  4. Evaluasi dalam pendidikan holistik mengutamakan tercapainya perkembangan siswa dalam penguasaan berbagai bidang seperti sikap-ilmu-ketrampilan-tingkah laku.

Contoh Holistik

Contoh penerapan konsep holistik dalam pendidikan atau yang disebut dengan pendidikan holistik merupakan metodologi yang berfokus pada persiapan siswa untuk menghadapi tantangan apa pun yang mungkin mereka hadapi dalam kehidupan dan karier akademik mereka.

Teori paling penting di balik pendidikan holistik adalah belajar tentang diri sendiri, mengembangkan hubungan kesehatan dan proses sosial positif, perkembangan sosial dan emosional, ketahanan, dan kemampuan untuk melihat keindahan, mengalami transendensi, dan kebenaran.

Pendidikan holistik mengambil pengaruh budaya saat ini seperti media dan musik dan mengajar orang muda bagaimana menjadi manusia. Ini mengkonseptualisasikan pertanyaan mengenai tantangan terbesar dalam hidup dan bagaimana mengatasi hambatan, mencapai kesuksesan, dan konsep dasar apa yang perlu dipelajari terlebih dahulu untuk mencapai semua itu di kemudian hari.

Memahami bahwa dukungan yang pernah datang dari keluarga tradisional, agama, atau suku-suku tua tidak ada lagi, pendidikan holistik berusaha untuk memodifikasi pembelajaran kebaikan manusia, kebesaran pribadi, dan kegembiraan hidup baik dalam cobaan maupun keberhasilan.

Tekanan dari kompetisi di sekolah, kegiatan setelah sekolah, dan tekanan sosial untuk mencari cara tertentu, serta kekerasan yang biasanya menyertai anak-anak sekolah baik secara fisik, psikologis, dan emosional, menghilangkan kemampuan anak untuk belajar. Pendidikan holistik memperbaiki hal ini.

Pendidikan holistik mencatat bahwa anak-anak bukan hanya perlu berkembang secara akademis, tetapi mengembangkan kemampuan untuk bertahan hidup di dunia modern. Mereka harus mampu bangkit dan menghadapi tantangan yang disajikan kepada mereka di masa depan dan berkontribusi pada dunia tempat mereka tinggal.

Jenis pembelajaran ini dikatakan dimulai pada masa kanak-kanak. Anak-anak perlu belajar untuk menghargai diri mereka sendiri, nilai mereka, dan mengenali kemampuan mereka dan bagaimana bisa melakukan apa yang mereka inginkan dalam hidup. Melakukan apa yang mereka inginkan mengikat ke dalam hubungan yang mereka bangun dan bagaimana mereka memperlakukan hubungan itu.

Pendidikan holistik mengajarkan anak-anak tentang hubungan langsung mereka dengan teman dan keluarga mereka serta perkembangan sosial, kesehatan, dan perkembangan intelektual.

Gagasan ketahanan adalah kualitas yang dipelajari, bukan yang melekat dan dengan demikian anak-anak harus diajarkan untuk menghadapi kesulitan dalam hidup dan mengatasinya. Konsep terakhir menginspirasi anak-anak untuk mengamati kebenaran, keindahan alam, dan makna hidup.

Adapula contoh penggunaan konsep holistik dalam psikologi, yang bisa dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya, yaitu:

  1. Kebutuhan fisiologis

Kebutuhan ini sangat mendasar untuk mempertahankan hidup secara fisik, misalnya makanan, minuman, tempat tinggal, seks, tidur, istirahat dan juga kebutuhan akan udara. Ketika semua kebutuhan tersebut telah terpenuhi, maka kebutuhan yang lainnya akan muncul dengan sendirinya.

  1. Kehidupan sosial

Di dalam kehidupan pada makhluk sosial tentu saja ada beberapa hal yang perlu dipenuhi, misalnya kehidupan dalam arti masyarakat, rasa saling percaya diantara pasangan, memberikan kasih sayang dan juga bermacam-macam kebutuhan lainnya.

  1. Bersosialisasi

Pendekatan holistik juga dibutuhkan dalam pengertian sosialisasi diantara hubungan sosial antar manusia. Hal tersebut sangat penting untuk dilakukan agar kehidupan di dalam lingkungan sosial bisa terjalin dengan baik.

  1. Permasalahan diantara masyarakat

Dalam lingkungan sosial akan selalu muncul fenomena sosial atas permasalahan-permasalahan yang terjadi diantara masyarakat. Oleh sebab itu, perlu adanya pengendalian sosial yang baik diantara kehidupan bermasyarakat.

  1. Rasa takut terhadap masalah

Ketika kita mendapatkan suatu masalah tentunya ada perasaan takut untuk tidak bisa menyelesaikan permasalahn tersebut. Oleh sebab itu, dibutuhkan pendektan holistik agar bisa terjalin hubungan yang baik, dan rasa aman antar masing-masing individu, sehingga ketika dilanda masalah bisa diselesaikan dengan cara yang baik pula.

  1. Harapan

Harapan sangat berkaitan erat dengan pendekatan holistik di dalam psikologi, sebab ketika kita mengharapkan suatu hal, haruslah ditunjang dengan usaha yang akan kita lakukan, sehingga di dalam pendekatan holistik ini akan saling merasa membutuhkan diantara satu dengan yang lainnya.

  1. Alasan berkonsultasi

Ini menjadi hal yang sangat penting ketika pasein melakukan konsultasi pada  kegiatan psikologi. Dalam hal ini kita harus menanyakan alsan dari pasien tersebut melakukan konsultasi, apa permasalahannya dan upaya apa saja yang sudah dia lakukan terkait permasalahan yang sedang terjadi pada dirinya.

  1. Rasa keterbukaan

Dalam pendekatan holistik, tentu saja rasa keterbukaan diantara pasien yang sedang berkonsultasi dengan psikolog sangat dibutuhan, agar setiap masalah yang sedang dialami bisa dicari jalan keluar yang terbaik, jika pasien yang sedang berkonsultasi sulit dalam membuka dirinya terhadap permasalahan yang terjadi, tentu ini akan sangat menyulitkan seorang psikologi.

  1. Rasa aman

Perasaan aman atas kerahasian terkait permssalahan pasien yang tidak ingin kita ceritakan kepada siapapun tentu sangat penting, sebab di dalam pendekatan holistik dalam psikologi, diharapkan setiap permasalahan yang terjadi  pada seoarng pasien semuanya bisa dirahasiakan dengan baik untuk memeproleh solusi yang terbaik pula.

  1. Kooperatif

Sikap yang kooperatif juga harus ditunjukan ketika pasien yang sedang melakukan konsultasi, hal ini sangat penting agar membantu si pasien dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di dalam dirinya.

  1. Kemampuan mendengar yang baik

Dalam melakukan konsultasi, tentu sangat penting dalam memilih konsultan yang bisa mendengarkan segala permasalahan kita dengan baik, hal ini juga bisa menimbulkan rasa nyaman yang terbentuk diantara pasien dan psikolog yang sedang melakukan konsultasi.

  1. Komunikasi yang baik

Komunikasi menjadi hal yang sangat penting di dalam melakukan pendekatan holistik, jika tidak ada komunikasi yang baik diantara pasien dan seorang psikologis tentu akan sangat sulit untuk mengetahui kondisi pasien dengan jelas, akibatnya akan lebih sulit untuk mendapatkan solusi yang dibutuhkan terhadap masalah yang sedang dihadapi.

  1. Menanamkan mental yang positif

Di dalam pendekatan holistik sangat dibutuhkan mental yang positif, ini menjadi hal yang sangat penting, untuk itu di dalam aplikasi suatu pendekatan di dalam psikologi, menenamkan mental positif akan membuat pasien lebih menghargai diirnya sendiri, sehingga akan lebih mudah untuk menyelesaikan penyimpangan sosial yang dihadapinya.

Nah, itulah tadi serangkain penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian holistik menurut para ahli, ciri, macam, dan contohnya dalam berbagai kajian ilmu sosial. Semoga melalui tulisan ini memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *