Pengertian Asimilasi, Ciri, Faktor, dan Contohnya

Diposting pada

Asimilasi Adalah

Asimilasi menggambarkan proses sosial di mana minoritas mengintegrasikan secara sosial, budaya, dan/atau politik ke dalam budaya dan masyarakat yang lebih besar dan dominan. Istilah asimilasi sering digunakan untuk merujuk pada imigran dan kelompok etnis yang bermukim di tanah baru. Imigran mendapatkan kebiasaan dan sikap baru melalui kontak dan komunikasi dengan masyarakat baru, sementara mereka juga memperkenalkan beberapa ciri budaya mereka sendiri kepada masyarakat itu.

Asimilasi dicirikan oleh beberapa hal, salah satunya yaitu adanya interaksi sosial secara langsung dan terus-menerus antar individu di dalam kelompok masyarakat. Terjadinya asimilasi sangat dipengaruhi oleh faktor pendorong dan penghambat. Asimilasi dapat terjadi dalam berbagai segi kehidupan, bukan hanya dalam hal budaya saja, tapi asimilasi juga bisa terjadi misalnya dalam hal agama, bahasa,  dan lain-lain.

Asimilasi

Asimilasi biasanya melibatkan perubahan bertahap dari berbagai tingkat. Asimilasi penuh terjadi ketika anggota baru dari suatu masyarakat menjadi tidak dapat dibedakan dari anggota asli. Setiap kelompok (seperti negara, populasi imigran, atau etnis) dapat memilih untuk mengadopsi budaya yang berbeda karena berbagai alasan seperti relevansi budaya politik kawula atau keuntungan yang dirasakan.

Namun, suatu kelompok mungkin juga dipaksa atau merasa terpaksa melakukannya sebagai akibat penaklukan imperialistik, imigrasi, atau perubahan drastis dalam populasi. Teori asimilasi dalam ilmu pengetahuan sosial dikembangkan oleh sosiolog yang berbasis di University of Chicago pada pergantian abad kedua puluh.

Chicago, pusat industri di AS, merupakan daya tarik bagi para imigran dari Eropa Timur. Beberapa sosiolog terkenal mengalihkan perhatian mereka ke populasi ini untuk mempelajari proses di mana mereka berasimilasi ke dalam masyarakat arus utama, dan berbagai hal apa yang mungkin menghambat proses itu.

Pengertian Asimilasi

Asimilasi atau dalam Bahasa Inggris  “assimilation” dapat diartikan sebagai pembauran, perpaduan, penerimaan, dan pencampuran yang harmonis. Atau bisa juga dikatakan definisi asimilasi yaitu proses penyesuaian sifat-sifat asli dengan sifat-sifat lingkungan sekitar sehingga membentuk keteraturan sosial, kebiasaan, dan budaya baru yang dianggap sesuai.

Proses asimilasi melibatkan sifat-sifat budaya dominan sedemikian rupa sehingga kelompok asimilasi menjadi tidak dapat dibedakan secara sosial dari anggota masyarakat lainnya. Dengan demikian, asimilasi adalah bentuk dari makna akulturasi yang paling ekstrem. Meskipun asimilasi dapat dipaksakan melalui kekerasan atau dilakukan secara sukarela, jarang kelompok minoritas menggantikan praktik budaya sebelumnya sepenuhnya.

Agama, preferensi makanan, proxemics (misalnya, jarak fisik antara orang-orang dalam situasi sosial tertentu), dan estetika adalah beberapa karakteristik yang cenderung paling tahan terhadap perubahan. Asimilasi tidak menunjukkan fusi “rasial” atau biologis, meskipun fusi seperti itu dapat terjadi.

Penegrtian Asimilasi Menurut Para Ahli

Adapun definisi asimilasi menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Koentjaraningrat (1996)

Asimilasi dapat didefinisikan sebagai proses perubahan sosial dalam masyarakat yang terjadi karena adanya perkembangan dan hubungan interaksi sosial yang terus menerus dan serius. Kondisi tersebut pada akhirnya mendorong masyarakat untuk membaurkan kebudayaan yang ada dalam upaya mengakomodir semua pihak dalam menata bentuk keteratauran sosial yang sudah ada.

Seymour Smith

Asimilasi ialah tahap kedua dari proses perubahan sosial budaya dalam masyarakat. Dalam pandangan Smith, terbentuknya asimilasi di latar belakangi oleh terjadinya akulturasi terlebih dahulu. Hal itu sebagai syarat mutlak menciptkan kebudayaan baru dan diterima masyarakat, tanpa adanya konflik sosial.

Vander Zanden

Asimilasi dapat didefinisikan sebagai bagian dari sebuah proses antar kelompok dalam melakukan interaksi sosial, mulai dari berfikir, saling menghargai, dan bertindak yang memungkinkan mereka untuk berbaur dengan memiliki satu identitas baru sebagai kesatuan sosial.

Alvin L Bertrand

Asimilasi dapat didefinisikan sebagai proses tingkatan sosial lanjut yang muncul karena adanya kelompok ataupun golongan masyarakat yang memiliki perbedaan antar budaya, saling berinteraksi secara langsung dalam jangka waktu yang cukup lama yang kemudian menghasilkan perubahan kebudayaan baik dari unsur maupun secara keseluruhannya dan menjadi sebuah budaya yang baru.

Ogburn dan Nimkoff

Asimilasi ialah proses masuknya pengaruh budaya ke budaya lain serta hasil dari peleburan maupun interaksi antar individu maupun kelompok yang memiliki arti sejarah, baik dari memorial, maupun sikap yang kemudian dipersatukan dalam interaksi bertahap membentuk budaya baru.

James Danandjaja

Asimilasi ialah sebuah proses penyesuaian antar kelompok masyarakat yang mempunyai kebudayaan berbeda dengan identitas dan ciri khas tersendiri yang lambat laun mengalami kemunduran budaya dari salah satu golongan dang menghadirkan budaya baru.

Teori Asimilasi

Dalam mempelajari tentang makna sosiologi termasuk William I. Thomas, Florian Znaniecki, Robert E. Park, dan Ezra Burgess menjadi pelopor penelitian etnografi yang ketat secara ilmiah dengan populasi minoritas imigran dan ras di Chicago dan sekitarnya. Dari pekerjaan mereka muncul tiga perspektif teoretis utama tentang asimilasi.

  1. Asimilasi adalah proses linier di mana satu kelompok menjadi serupa secara budaya dengan yang lain dari waktu ke waktu.
  2. Asimilasi adalah proses yang akan berbeda berdasarkan ras, etnis, dan agama. Bergantung pada variabel-variabel ini, ini mungkin merupakan proses linier yang mulus untuk sebagian orang, sementara untuk yang lain, ini mungkin terhambat oleh hambatan institusional dan interpersonal yang bermanifestasi dari rasisme, xenofobia, etnosentrisme, dan bias agama.
  3. Asimilasi adalah proses yang akan berbeda berdasarkan kedudukan ekonomi orang atau kelompok minoritas. Ketika sebuah kelompok imigran terpinggirkan secara ekonomi, mereka kemungkinan besar juga akan terpinggirkan secara sosial dari masyarakat.

Ciri Asimilasi

Asimilasi dapat terjadi melalui proses interaksi sosial yang terus menerus. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin, mengemukakan beberapa ciri asimilasi, antara lain:

  1. Semakin berkurangnya perbedaan di dalam masyarakat karena adanya berbagai usaha untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan perbedaan antar individu maupun kelompok.
  2. Semakin eratnya kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan, serta lebih mementingkan kepentingan dan tujuan bersama.
  3. Adanya interaksi secara langsung dan terus-menerus antar individu di dalam kelompok masyarakat.
  4. Adanya kesadaran setiap individu untuk memberikan peninjauan terhadap kebudayaan lain demi untuk mewujudkan kepentingan bersama.

Faktor Asimilasi

Terjadinya asimilasi dapat dipengaruhi oleh faktor pendorong dan faktor penghambat. Berikut penjelasannya:

Pendorong Asimilasi

Adapun untuk faktor yang menjadi pendorong dalam asimilasi ini, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Sikap toleransi.
  2. Kesempatan yang sama pada bidang ekonomi.
  3. Sikap menghormati serta menghargai kebudayaan orang asing .
  4. Sikap terbuka dari golongan yang berwenang di masyarakat.
  5. Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan yang universal.
  6. Perkawinan campuran antarkelompok yang berbeda latar belakang budaya.
  7. Adanya musuh yang sama dari luar.

Penghambat Asimilasi

Untuk faktor yang menjadi penyebab dalam asimilasi, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Adanya kebudayaan dalam masyarakat yang terisolasi dari perkembangan zaman, atau masyarakat tersebut memang sengaja untuk menutup diri dan masih teguh dengan pendiriannya. Misalnya suku pedalaman Baduy yang berada di Provinsi Banten dan Suku Pedalaman di Padang, Sumatra Barat.
  2. Minimnya wawasan dan pengetahuan masyarakat mengenai beragam kemajuan yang ada.
  3. Munculnya prasangka negatif dalam masyarakat terhadap kelompok baru yang datang di lingungkannya.
  4. Perbedaan yang mencolok pada ciri-ciri fisik, yang dapat menyebabkan masyarakat berprasangka serta malah menimbulkan masalah-masalah sosial.
  5. Adanya kekuasaan yang diperoleh oleh golongan mayoritas yang mempermasalahkan adanya budaya baru dalam masyarakat. Gangguan ini dapat berbentuk aturan yang ketat atau dalam bentuk penindasan dalam kehidupan di masyarakat.

Contoh Asimilasi

Berikut ini adalah beberapa contoh asimilasi:

Asimilasi warna

Ini mungkin salah satu model termudah yang menunjukkan asimilasi. Jika Anda mencampur sedikit warna merah dengan sejumlah besar biru, merah diasimilasi ke dalam campuran yang lebih besar. Meskipun merah diserap, ia mengubah rona biru sehingga menjadi sesuatu yang berbeda dan bergeser dalam spektrum warna.

Asimilasi budaya

Asimilasi budaya terjadi ketika dua budaya atau kelompok orang saling mempengaruhi. Adat istiadat budaya, tradisi, dan praktik keagamaan semuanya dapat diasimilasi antara dua atau lebih budaya. Sering kali, kelompok-kelompok ini hidup berdekatan satu sama lain. Pengaruh dapat berasal dari perdagangan, invasi, dan / atau perkawinan antar kelompok.

Asimilasi Agama

Contoh sempurna asimilasi agama adalah asimilasi adat dan upacara pagan ke dalam agama Kristen. Ketika agama Kristen menjadi agama yang dominan, mereka mengambil hari-hari suci Pagan seperti Yule dan Spring Equinox, atau Ostara, dan mengklaimnya sebagai Natal dan Paskah. Mereka mengadopsi tradisi seperti menghias pohon cemara pada Natal dan penggunaan simbol kesuburan pada Paskah seperti telur Paskah.

Contoh lain dari asimilasi agama adalah dari bangsa Romawi dan Yunani. Ketika Roma menaklukkan Yunani, mereka mengadopsi dewa-dewa mereka; Zeus, penguasa para dewa, menjadi Jupiter, Poseidon, dewa laut, menjadi Neptunus, Hades menjadi Pluto, dan daftarnya terus berlanjut.

Asimilasi Linguistik

Jenis asimilasi ini sering terjadi ketika dua kelompok orang atau wilayah tetangga mempengaruhi cara bicara orang lain. Sebagai contoh, di Timur Laut Amerika, ada aksen yang sangat khas.

Di dalam kelompok besar itu, terdapat kantung-kantung aksen yang lebih kecil – aksen Boston akan berbeda dari aksen Brooklyn, misalnya, kedua aksen tersebut mudah diidentifikasi sebagai keseluruhan aksen “Utara-Timur” yang lebih besar.

Itulah tadi serangkaian artikel yang sudah kami tuliskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian asimilasi menurut para ahli, ciri, faktor, dan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan, trimakasih.

Sumber Tulisan
  1. Assimilation dari https://www.britannica.com/topic/assimilation-society
  2. Definition, Overview and Theories of Assimilation dari https://www.thoughtco.com/assimilation-definition-4149483
  3. Examples of Assimilation dari https://examples.yourdictionary.com/examples-of-assimilation.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *