Prinsip Pembelajaran Holistik dan Cirinya

Diposting pada

Pembelajaran Holistik Adalah

Dalam dunia pendidikan pastinya sebuah pembelajaran akan selalu terlaksana setiap saat. Pembelajaran sendiri sebetulnya merupakan proses sosial berupa kegiatan yang dilakukan pendidik atau tenaga pendidikan (guru) dengan merancang metode terlebih dahulu hingga mendapatkan hasil yang tertulis.

Salah satu metode pembelajaran pada umumnya yang familiar adalah holistik, dimana proses pembelajaran memberikan banyak manfaat untuk banyak orang karena diperolehnya ilmu-ilmu baru yang sebelumnya belum diketahui. Maka dari itu pembelajaran akan terus berjalan berdampingan dengan pendidikan.

Holistik

Membahas soal pembelajaran, maka ada salah satu istilah yang disebut dengan nama pembelajaran holistik. Kata holistik itu sendiri pada dasarnya adalah keleluasaan yang lebih menyeluruh atau kompleks. Sehingga pembelajaran holistik ialah proses transfer ilmu yang sistemnya lebih luas menyangkut semua hal.

Pembelajaran Holistik

Pembelajaran holistik adalah prosesi pembelajaran yang diawali dari pemikiran bahwa pada dasarnya seorang individu bisa menemukan tujuan hidup, identitas, dan makna melalui hubungannya dengan masyarakat, lingkungan alam, dan nilai-nilai keagamaan.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa manusia dapat memperoleh makna hidup yang sesungguhnya dari segala pembelajaran yang sudah dilakukannya selama ini dengan cara yang sangat kompleks atau menyeluruh.

Prinsip Pembelajaran Holistik

Berbicara mengenai pembelajaran holistik, maka dibawah ini akan di sampaikan beberapa prinsip dan karakteritik dari pembelajaran holistik itu  sendiri yang dijelaskan sebagai berikut:

  1. Bertujuan untuk membentuk manusia seutuhnya dan masyarakat seutuhnya

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa pembelajaran holistik pada dasarnya merupakan pendidikan yang mengajarkan banyak hal baru secara menyeluruh. Maka dari itu prinsip maupun ciri dari pembelajaran ini yaitu membentuk manusia secara utuh.

Bahkan bukan hanya dalam sikap individualnya saja melainkan juga membentuk bagaimana harus bersikap dalam hidup bermasyarakat. Melalui pembelajaran holistik ini akan diperoleh banyak ilmu yang bisa diterapkan dalam kehidupan sosial agar menjadi manusia yang lebih baik lagi.

  1. Mengandung segala hal yang sifatnya luas dan menyeluruh

Materi pembelajaran holistik pastinya sangat menyeluruh dan luas agar diperoleh suatu ilmu dalam berbagai bidang. Beberapa materi dalam contoh holistik ini antara lain yaitu;

  1. Kesatuan pendidikan jasmani-rohani
  2. Mengasah kecerdasan intelektual-spiritual (emosional)-ketrampilan
  3. Kesatuan materi pendidikan teoritis-praktis
  4. Kesatuan materi pendidikan pribadi-sosial-ketuhanan.

Melalui pembelajaran yang kompleks tersebut diharapkan peserta didik mampu memahami berbagai hal yang termasuk dalam kehidupan nyata yang dialaminya.

  1. Mementingkan tercapainya perkembangan peserta didik dalam bidang penguasaan ilmu-sikap-tingkah laku dan ketrampilan

Pembelajaran holistik memiliki prinsip dan ciri yaitu menginginkan agar peserat didik yang memperoleh pembelajaran tersebut mampu untuk selalu berkembang dalam kehidupannya.

Terlebih lagi mereka juga harus memiliki kemampuan dalam mengelola sikap dan tingkah lakunya agar tidak menyimpang dari jalan yang lurus. Dengan demikian maka setiap manusia nantinya bisa diarahkan pada kondisi hidup yang benar dan sesuai norma-norma yang ada, sekaligus mereka akan memiliki ketrampilan yang dapat diasah agar kehidupannya lebih maju.

  1. Pembelajaran diarahkan agar siswa menyadari akan keunikan dirinya dengan segala potensinya.

Salah satu prinsip dan ciri dari pembelajaran holistik yang paling unik yaitu menyadarkan peserta didik tentang keunikan maupun potensi yang dimiliki dalam dirinya sendiri. Perlu anda ketahui melalui pembelajaran ini, maka peserta didik dapat mengaktualisasikan dirinya dihadapan banyak orang karena mereka sudah tau mengenai jenis bakat dan keunggulan yang dimiliki.

Maka dari itu mereka harus diajak untuk berhubungan dengan dirinya yang paling dalam (innerself). Tujuannya agar masing-masing peserta didik mengentahui dan memahami eksistensi, otoritas, pada dirinya sendiri, namun tetap memberikan ajaran pada mereka agar menggantungkan segala hal yang bekaitan dengan dirinya pada sang Pencipta.

  1. Pembelajaran berkewajiban menumbuh-kembangkan potensi kecerdasan jamak (multiple intelligences).

Pembelajaran holistik yang pada dasarnya memiliki sistem pemberian materi secara kompleks dan menyeluruh ini pada nantinya dapat menumbuh kembangkan arti potensi diri dalam hal kecerdasan yang dimiliki peserta didik.

Sebagai informasi bahwa kemungkinan besar kecerdasan yang ada pada diri peserat didik nantinya jauh akan lebih banyak atau jamak mengingat materi-meteri yang diberikan juga sangat luas dan menyangkut dengan kehidupan nyata yang dialami oleh setiap manusia.

  1. Pembelajaran berkewajiban menyadarkan siswa tentang keterkaitannya dengan komunitasnya.

Kelebihan yang sangat baik dari pembelajaran holistik ini salah satunya yaitu mengingatkan mereka akan dirinya yang dianggap sebagai makhluk sosial yaitu tidak mampu untuk hidup sendiri, melainkan membutuhkan bantuan dari manusia lain.

Sehingga mereka tak boleh mengabaikan tradisi, budaya, kerjasama, hubungan manusiawi, serta pemenuhan kebutuhan yang tepat guna agar jalinan antar sesama komunitas ataupun dengan masyarakat lain dapat berjalan dengan baik.

  1. Pembelajaran berkewajiban mengajak siswa untuk menyadari hubungannya dengan bumi dan “masyarakat”

Pendidikan pada dasarnya bukan hanya membahas persoalan materi pengetahuan secara umum maupun khusus. Melainkan pendidikan yang baik adalah pendidikan yang didalamnya mengajarkan banyak hal secara kompelks seperti pada pembelajaran holistik ini yang tidak hanya terbatas pada pengetahuan mata pelajaran di sekolah saja.

Akan tetapi dalam pembelajaran holistik di ajarkan pula sikap, tata cara kehidupan yang benar agar dapat hidup bermasyarakat dengan baik.

Bahkan dalam pembelajaran holistik ini peserta didik akan memperoleh manfaat yang begitu banyak seperti cara menyadarkan mereka tentang kehidupan dibumi yan isinya bukan hanya manusia saja, melainkan mahluk hidup lain yang harus selalu dijaga agar kelestariannya dan kehidupannya sama-sama dapat beralan dengan baik.

Contohnya saja dari makhluk hidup selain manusia yang perlu dijaga agar mereka emiliki kesadaran ekologis diantaranya yaitu hewan, tumbuhan, dan benda benda tak bernyawa (air, udara, dan tanah).

  1. Pembelajaran berkewajiban menghantarkan siswa untuk menyeimbangkan antara belajar individual dengan kelompok

Sikap yang baik juga diajarkan pada pembelajaran holistik ini, salah satunya yaitu selain mengedankan belajar individual agar memahami potensi yang dimiliki, maka peserta didik juga diharuskan agar dapat belajar secara kelompok, mengingat di zaman sekarang kehidupan juga sudah berubah yaitu memasuki abda 21.

Dimana pada masa-masa sekarang ini dunia pendidikan harus pandai-pandainya menciptakan hasil lulusan yang bisa berkolaborasi dengan banyak hal, maka dari pembelajaran holistik sangat baik dan patut di contoh agar peserta didik memiliki bekal yang banyak untuk menghadapi dunia luar yang lebih hebat lagi.

Selain itu dalam pembelajaran berkelompok ini nantiya akan diperoleh suatu isi dengan proses, antara pengetahuan dengan imajinasi, antara rasional dengan intuisi, antara kuantitatif dengan kualitatif.

  1. Pembelajaran adalah sesuatu yang tumbuh, menemukan, dan memperluas cakrawala

Pembelajaran holistik terjadi untuk menumbuh kembangkan semua hal-hal baru yang sebelumnya belum diketahui hingga menjadi ilmu dan pemahaman yang dimiliki.

Bahkan dalam pembelajaran holistik akan ditemukan informasi-informasi maupun perluasan cakrawala yang lebih kompleks lagi. Sehingga peserta didik akan mempunyai pengetahuan yang jauh lebih banyak dan bisa dipakai untuk bekal dalam hidup.

Tidak jarang pula dengan pembelajaran holistik ini maka seseorang akan menemukan suatu hal baru yang disebut pula sebagai penemuan-penemuan dan digunakan untuk perubahan hidup di masa depan agar menjadi lebih praktis.

Oleh karenya pembelajaran holistik ini harus selalu ada dan dikembangkan setiap saat, agar pendidik maupun peserta didik mampu sama-sama belajar untuk semua hal yang lebih luas dan baru.

  1. Pembelajaran adalah sebuah proses kreatif

Seperti yang kita ketahui bahwa pembelajaran merupakan proses pencarian ilmu baru dari yang awalnya tidak tahu menjadi paham. Sama halnya dengan pembelajaran holistik ini pula yang merupakan proses penemuan pengetahuan dalam konteks yang lebih luas, dimana didalanya terdapat proses keratif dan artistik.

Maksud dari proses keratif dan artistik ini sendiri pada dasarnya merupakan proses pengembangan peserta didik dalam belajar agar menemukan suatu hal dengan cara-cara yang tidak monoton hanya mendengar guru saja.

Melainkan dalam proses pembelajaran holistik ini harus mengenal berbagai cara unik untuk memperoleh ilmu baru baik mulai dari kolaborasi, eksperimental, berfikir kreatif dan jiwa sosial yang dikembangkan dalam semua kehidupan.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada kalian tentang adanya bahasan dalam pengertian pembelajaran holistik, prinsip, dan cirinya. Semoga memberikan edukasi serta referensi untuk kalian semuanya yang sedang memerlukannya.

Gambar Gravatar
Nama saya Nada Puspitasari saat ini sedang menempuh studi pendidikan IPS di salah satu kampus negeri terbaik di Jawa Tengah. Selain menulis di website https://www.ipsterpadu.com saya juga sedang menyelesaikan studi S1 saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *