Objek Studi Kewirausahaan dan Contohnya

Diposting pada

Macam Objek Studi Kewirausahaan

Kehidupan manusia sebagai makhluk ekonomi pasti tidak terlepas dari yang namanya kewirausahaan. Melalui kewirausahaan inilah seseorang dapat mengasah kemampuannya agar menjadi lebih keratif dan mandiri lagi. Bahkan tak jarang melalui kewirausahaan akan diperoleh pendapatan yang bisa mensejahterakan kehidupan.

Pada dasarnya kewirausahaan itu sendiri tidak dapat berjalan dengan tanpa adanya suatu objek maupun hal yang akan dikembangkan. Oleh karena itu kewirausahaan sifatnya sangat luas tergantung dari peluang maupun ide yang mampu dituangkan dalam bisnis.

Studi Kewirausahaan

Objek studi kewirausahaan adalah kemampuan yang juga dikenal dengan ability dan nilai-nilai yang dimiliki seseorang dimana wujudnya berbentuk perilaku. Sehingga dengam kelebihan yang dimiliki individu tersebut membuat mereka lebih yakin akan usaha yang dilakukan serta memicu semangat sekaligus motivasi untuk semakin berkembang dalam melakukan kegiatan ekonomi atau bisnis.

Objek Studi Kewirausahaan

Adapun untuk macam-macam bentuk objek studi kewirausahaan dengan contohnya yang ada. Antara lain sebagai berikut;

  1. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/usaha

Seorang wirausahawan harus memiliki tujuan hidup yang jelas terlebih dahulu. Melalui tujuan hidup yang jelas, terkadang seseorang akan memasukan orientasi masa depan terkait usaha yang dibangunnya pada sela-sela tujuan hidup tersebut.

Hal ini dilakukan agar keduanya bisa berjalan secara bersamaan dan dapat mengikat seseorang agar melakukan tindakan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

Sebagai informasi saja, biasanya dengan adanya tujuan hidup/usaha maka seseorang lebih bisa mengatur kehidupannya menjadi lebih baik dan sesuai dengan cara yang seharusnya dilakukan.

  1. Kemampuan memotivasi diri

Motivasi diri pada seorang wirausahawan sangat penting untuk dimiliki. Mengingat bahwa motivasi adalah sesuatu hal yang mampu menumbuhkan semangat demi terciptanya tujuan. Kadang kala motivasi dalam hidup akan hilang dengan sendirinya, dan disinilah peran masing-masing individu untuk belajar membangkitkan motivasi dirinya tersebut agar selalu bisa  bersemangat dan berambisi untuk mencapai target hidup yang telah direncanakan.

Seseorang yang memiliki kemampuan memotivasi diri dengan baik cenderung akan mempunyai mental yang kuat dan tidak mudah untuk dikalahkan. Karena mereka memiliki kekuatan yang ada dalam dirinya sendiri untuk membentuk suatu senjata adanya perubahan dalam hidup yang semakin berkembang.

  1. Kemampuan untuk berinisiatif

Sikap inisiatif dapat pula diartikan sebagai pemikiran kreatif yang memunculkan ide-ide baru demi terlaksananya suatu kegiatan atau bisnis yang lebih mau dan berbeda dari lainnya. Kemampuan inisiatif ini sangat baik dimiliki para wirausahawan agar dirinya selalu mampu mengembangkan kepandaiannya dalam hal berbisnis dan tidak mudah dikalahkan dengan pesaing-pesaing yang ada diluar.

Contoh kemampuan untuk berinisiatif yaitu sikap wirausaha yang terlihat ingin menunjukan kualitas pada konsumennya dengan ketentuan produk melalui ide-ide baru dan keunggulan yang dimilikinya agar bisa memberikan kepuasan pada pelanggan.

  1. Kemampuan berinovasi

Arti kata inovasi yaitu suatu perubahan agar menjadi lebih baik dan menciptakan sesuatu yang baru. Kemampuan berinovasi pada dasarnya memang harus dimiliki para pebisnis mengingat bahwa perkembangan dunia usaha yang makin hari makin baik dan banyak pesaing.

Tujuan dari inovasi itu sendiri sebetulnya adalah memberikan konsep baru pada masing-masing bisnis yang didirkan wirausahawan agar memiliki ciri khas atau kriteria khusus yang berbeda dengan jenis bisnis lain pada umumnya.

  1. Kemampuan membentuk modal uang/barang modal

Objek kewirausahaan yang berikutnya adalah kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal. Artinya yaitu seorang wirausahawan harus pandai dalam menyisihkan maupun mencari uang agar dapat tercipta suatu industri padat modal yang bisa digunakan untuk  memajukan kehidupan banyak masyarakat.

Modal uang atau barang modal ini pada dasarnya adalah aset yang sangat penting dan harus dimiliki setiap para pebisnis. Karena sifatnya sebagai penolong atau pendobrak utama dalam suatu kewirausahaan.

  1. Kemampuan mengatur waktu dan membiasakan diri selalu tepat waktu

Salah satu contoh sikap postif yang harus dimiliki setiap para pebisnis adalah kedisiplinan. Salah satu sikap disiplin tersebut diantaranya ialah mengatur waktu dan membiasakan diri agar selalu tepat waktu dalam melakukan segala tindakan. Bahkan dengan pengaturan waktu yang disiplin akan membuat setiap kegiatan yang dilakukan bisa diselesaikan dengan baik dan sesuai dengan target-target yang telah dibuat.

  1. Kemampuan yang dilandasi dasar-dasar keagamaan

Seorang wirausahawan akan menjadi pribadi yang baik apabila kemampuan yang dimilikinya tersebut diwujudkan pada rasa syukur kepada Tuhan Yang Mah Esa.

Kemampuan yang dilandasi dasar-dasar keagamaan cenderung akan membuat setiap pebisnis merasa lebih tenang, tidak sombong, dan dapat betindak dengan tidak gegabah. Sehingga hasil yang akan diperoleh jauh lebih baik atau bahkan dapat maksimal.

  1. Kemampuan mengambil hikmah dari pengalaman yang baik ataupun pengalaman buruk

Pengambilan hikmah dari pengalaman baik maupun buruk merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki wirausahawan. Melalui pengalaman-pengalaman tersebut mereka akan mendapat banyak pembelajaran yang kedepannya bisa digunakan untuk memperbaiki setiap bisnis yang didirikannya.

Bahkan melalui pengalaman tersebut seseorang akan merasa lebih yakin dengan tindakan yang dilakukan , karena sudah memiliki gambaran sesuatu yang salah atau benar di masa lampau.

  1. Kemampuan berorientasi ke masa depan

Kemampuan berorientasi pada masa depan yaitu tujuan pendirian bisnis selalu mengarah untuk maju dan berkembang. Hal ini nantinya akan membuat para pebisnis merasa lebih semangat dalam menjalankan usahanya karena memiliki tanggung jawab yang harus dicapai.

  1. Kemampuan dalam memimpin

Kemampuan dalam memimpin artinya adalah sikap mengatur dan mengarahkan dari para wirausaha sekaligus mencontohkan perilaku baik kepada karyawan-karyawannya. Sifat kepemimpinan ini juga tidak dimiliki oleh semua orang, maka dari itu perlu adanya suatu pembelajaran atau pengalaman.

Contohnya atasan yang mengarahkan karyawannya untuk melakukan tugas dengan benar, menegur ketika salah dengan cara yang baik, dan memberikan teladan yang patut untuk dicontoh untuk semua orang.

  1. Kemampuan pengambilan resiko

Kemampuan pengambilan resiko merupakan kemauan seseorang yang berkaitan dengan nilai keberanian untuk menanggung segala resiko yang akan menjadi miliknya. Kemampuan ini hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu karena tidak semua hal yang diambilnya akan sesuai dengan yang mereka mau, kegagalan maupun kerugian mungkin saja bisa teradi pada diri mereka.

Contohnya pengambilan sikap untuk membuka suatu bisnis dengan idea tau gagasan baru agar terkesan berbeda dengan bisnis lainnya. Tentunya sikap ini akan ada 2 akibat yaitu keberhasilan maupun kegagalan.

  1. Kemampuan mengelola rasa percaya diri

Kepercayaan diri atau dalam istilah asing disebut pula dengan nama self efficacy adalah sikap maupun keyakinan seseorang untuk melakukan sekaligus menyelesaikan tanggung jawabnya dengan sikap tenang. Rasa percaya diri biasanya akan mempengaruhi hasil kerja yang jauh lebih kreatif, insiatif, bersemangat, dan lain sebagainya.

Contoh kemampuan wirausahawan dalam mengelola rasa percaya dirinya yaitu sikap berani berbeda dengan dan yakin akan produk yang dijualnya, walaupun masih baru, tapi sangat yakin akan keberhasilan yang diperolehnya, tanpa adanya rasa minder.

  1. Kemampuan berorientasi pada hasil

Kemampuan berorientasi pada hasil biasanya ditandai dengan sikap seseorang yang kerja keras, sabar, tekun, enerjik, berinisiatif, dan memiliki dorongan kuat untuk maju. Contohnya saja perwujuatan atas arti sikap ini yaitu apabila seseorang mengalami kegagalan maka akan kembali bangkit lagi demi tugas dan hasil yang akan dicapai, tanpa adanya rasa patah semangat.   

  1. Kemampuan terkait keorisinilan produk

Kerorisinilan produk merupakan unsur-unsur kreatif, inovatif, keaslian, dan fleksibelitas. Dimana semua hal tersebut bertujuan agar tercipta industri kreatif yang membuat konsumen merasa puas terhadap produk dari perusahaan.

Contohnya yaitu produk yang dibuat dengan penuh ketelitian dan mengkombinasikannya dengan ide – ide kreatif agar terkesan lebih bagus serta sesuai dengan manfaatnya.

  1. Kemampuan dalam pemasaran

Seorang wirausaha sudah pasti harus memiliki kemampuan dalam pemasaran. Artinya mereka tahu betul pangsa pasar yang dicari, sehingga dengan demikian tujuan produk akan jelas di fokuskan kearah mana.

Contohnya produk baju kekinian seperti tunik akan difokuskan untuk anak-anak remaa, dewasa, maupun ibu muda yang sekiranya masih cocok dan sesuai dengan umur mereka. Karena tidak mungkin baju tunik akan dipasarkan pada kalangan orang tua yang usianya sudah lanjut, mengingat hal tersebut tidak coock dan kurang sesuai dengan umur mereka.

Nah, itulah saja artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan macam-macam objek studi kewirausahaan dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberi edukasi bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Nama saya Nada Puspitasari saat ini sedang menempuh studi pendidikan IPS di salah satu kampus negeri terbaik di Jawa Tengah. Selain menulis di website https://www.ipsterpadu.com saya juga sedang menyelesaikan studi S1 saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *