Jenis Eksploitasi Anak dan Contohnya

Diposting pada

Macam Eksploitasi Anak dan Contohnya

Seorang anak merupakan sebuah anugrah yang harus dijaga dan dirawat dengan rasa kasih dan tanggungjawab oleh setiap insan baik sebagai makhluk sosial ataupun makhluk ekonomi. Akan tetapi untuk kepentingan kegiatan ekonomi, seringkali anak dimanfaatkan secara berlebihan untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini biasa disebut dengan eksploitasi anak.

Eksploitasi Anak

Eksploitasi anak merupakan perbuatan sewenang-wenang dan secara diskriminatif yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya dengan  cara memaksa tanpa memperhatikan hak seorang anak. Masalah ekonomi sering menjadi alasan para keluarga atau orang-orang terdekatnya menjadikan anak sebagai alat untuk mencari uang

Jenis Eksploitasi

Banyak peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang perlindungan pada seorang anak. Para orang tua atau pihak yang melanggar akan mendapatkan hukuman sesuatu dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Menurut UU no. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, eksploitasi anak dikelompokan sebagai berikut:

Fisik

Eksploitasi fisik merupakan tindakan mempekerjakan anak secara sewenang-wenang demi keuntungan diri sendiri. Dalam hal ini, seorang anak dipaksa bekerja tanpa memperhatikan kondisi anak tersebut, utamanya dalam segi kesehatan.

Contoh eksploitasi fisik antara lain:

  1. Menyuruh anak mengerjakan semua pekerjaan rumah

Seorang anak memang memiliki kewajiban untuk membantu orang tua di rumah. Namun, jenis pekerjaan rumah yang dilakukan harus sesuai dengan kemampuan si anak. Membebankan anak untuk membersihkan semua pekerjaan rumah merupakan salah satu jenis eksploitasi fisik terhadap anak.

Fisik seorang anak belum sekuat fisik orang dewasa yang mampu melakukan semua pekerjaan rumah. Sebaiknya menyuruh anak melakukan pekerjaan rumah sewajarnya dan semampunya.

  1. Mempekerjakan anak sebagai pekerja kasar

Pekerja kasar merupakan seorang pekerja yang melakukan pekerjaan berat yang menguras tenaga, seperti kuli panggul.

Pekerjaan sebagai kuli panggul biasanay dilakukan oleh orang dewasa. Namun tidak jarang ditemukan anak-anak yang bekerja sebagai kuli panggul di pasar, proyek, maupun tempat-tempat lainnya. Tekanan fisik yang berat pada anak dapat menghambat fisik dan pertumbuhan anak. Dalam hal ini anak sering mengalami cedera fisik.

Sosial

Eksploitasi sosial merupakan tindakan yang dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan emosiaonal seorang anak. eksploitasi anak dapat berupa perkataan-perkataan kasar ataupun tindakan-tindakan yang dapat mengganggu mental anak.

Contoh eksploitasi sosial pada anak antara lain:

  1. Penghinaan terhadap anak

Melontarkan kata-kata hinaan terhadap anak dianggap sebagai salah satu bentuk eksploitasi sosial terhadap anak. Misalnya, seorang kakak menghina adeknya yang masih dibawah umur di depan orang banyak karena tidak mau menuruti kata-kata kakaknya.

Tindakan seperti ini akan membuat anak malu bahkan mengurung diri tidak mau berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dapat menggangu perkembangan emosional anak.

  1. Mengurung anak di dalam gudang

Seorang anak seringkali melakukan kesalahan-keslahan yang membuat orang tua marah. Kesalahan anak sebenarnya dapat dikatakan hal yang wajar karena seorang anak belum mampu berfikir secara rasional seperti orang dewasa.

Mengurung anak di dalam gudang maupun di dalam ruangan lainnya merupakan tindakan yang tidak perlu dilakukan untuk menghukum sorang anak. Cukup berikan teguran ringan supaya anak memahami kesalahannya dan tidak mengulang lagi kesalahn yang sama.

Seksual

Eksploitasi seksual merupakan tindakan yang melibatkan anak dalam kegiatan seksual yang tidak senonoh, menjurus pada pornografi, maupun prostitusi anak. Eksploitasi seksual terhadap anak dapat merusak fisik dan psikososial anak. contoh eksploitasi seksual terhadap anak antara lain:

  1. Mempekerjakan anak sebagai pekerja seks komersial

Seorang anak yang seharusnya mendapat perlindungan khusus, justru dimanfaatkan melakukan pekerjaan yang tidak seharusnya ia kerjakan. Anak dibawah umur masih belum paham mengenai kegiatan-kegiatan seks yang dapat membahayakan kesehatannya. Eksploitasi seksual pada anak dapat menyebabkan anak mengindap penyakit HIV/AIDS.

  1. Melakuakan tindakan pemerkosaan terhadap anak

Anak seringkali dijadikan sebagai pemuas nafsu orang-oramg yang tidak bertanggungjawab. Tindakan tidak senonoh yang dilakukan terhadap anak membuat anak mengalami trauma bahkan menarik diri dari lingkungan sekitar.

Ekonomi

Eksploitasi dalam motif ekonomi merupakan tindakan memanfaatkan anak secara tidak etis dengan mempekerjakan secara paksa demi memperoleh keuntungan secara ekonomis. Faktor ekonomi seringkali menjadi alasan anak dipekerjakan secara paksa.

Contoh eksploitasi ekonomi terhadap anak antara lain:

  1. Memanfaatkan anak untuk menarik rasa iba

Sering kita lihat seorangpenegemis atau pengamen yang membawa anak kecil. Banyak kemungkinan yang terjadi ketika seorang pengemis maupun pengamen membawa anak kecil. Salah satunya adalah untuk menarik simpati dan rasa iba. Seorang anak dipaksa ikut bekerja seharian demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

  1. Menjadikan anak sebagai objek popularitas (Selebgram anak)

Tingkah seorang anak yang lucu dan menggemaskan seringkali menarik perhatian para pengguna sosial media. Hal tersebut dianggap dapat menghasilkan uang.

Menurut seorang psikolog anak Theresia Michelle A., M.Psi menyatakan bahwa jika memposting gambar atau video anak di sosial media ternyata menunjukan sikap memaksa agar anak melakukan aktivitas yang berhubungan dengan selebgram dan memanfaatkan keuntungan anak, maka hal tersebut dapat berpotensi sebagai eksploitasi anak.

Artinya, sah-sah saja memposting foto maupun video anak di sosial media yang kaitannya dengan kegiatan endorse atau kegiatan lainnya yang menghasilkan uang, namun jangan terlalu berlebihan dan jangan sampai memaksa anak untuk melakukan hal tersebut. Ketika seorang anak merasa tidak nyaman tetapi dipaksa untuk melakukan hal tersebut, maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai eksploitasi anak.

  1. Mempekerjakan anak sebagai pengemis

Seorang anak yang seharusnya mendapatkan penghidupan yang layak, justru seringkali dijadikan sebagai pengemis oleh orang tua ataupun pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Anak disuruh bekerja, sedangkan penghasilan yang didapat digunakan sendiri untuk kepentingan pribadi. Membiarkan anak mengemis dipinggir jalan tanpa mendapat perlindungan yang layak.

  1. Mempekerjakan anak sebagai penjual Koran

Sering kita jumpai seorang anak yang sedang berjualan koran di lampu merah maupun di tempat umum terminal. Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, seringkali anak dimanfaatkan melakukan pekerjaan yan tidak seharusnya dilakukan.

Nah, itulah tadi artikel yang telah kami bagikan pada pembaca berkaitan dengan jenis-jenis eksploitasi pada anak baik secara fisik, sosial, ekonomi, seksual, dan contohnya yang kerpkali mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *