Pengertian Institusi Sosial, Ciri, Fungsi, dan Contohnya

Diposting pada

Institusi Sosial Adalah

Setiap masyarakat berkumpul dan membentuk suatu organisasi dalam syarat terbentuknya kelompok sosial sejatinya guna mengembangkan potensi diri serta mencapai tujuan bersama antar anggota. Setiap lapisan masyarakat memiliki institusi sosial sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penjabara lebih lanjut mengenai apa itu institusi sosial, sejarah, dan kajian lainnya akan dibahas dalam artikel berikut ini.

Institusi Sosial

Dalam arti sosiologi, institusi sosial disebut juga dengan lembaga sosial. Yang hakekatny institusi sosial merupakan sebuah sistem norma dan sistem hubungan sosial antar masayarakat untuk mencapai serangkaian tujuan dan cita-cita bersama.

Institusi sosial mengatur dan menata tindakan-tindakan yang berpola untuk memenuhi keperluan masyarakat. Terdapat tiga unsur penting dalam lembaga/institusi sosial yaitu arti kebutuhan pokok manusia dalam masyarakat, cara bertindak dan berhubungan yang mengikat, serta seperangkat aturan dan perilaku yang relatif tetap.

Hubungan masyarakat yang harmonis menjadi faktor penentu keberhasilan institusi sosial. Syarat utama sebuah institusi sosial adalah manusia dan aturan. Setiap tindakan anggota diatur berdasarkan peraturan. Pola resmi dari hubungan dalam institusi sosial disebut dengan sistem institusi sosial.

Pengertian Institusi Sosial

Institusi sosial adalah sistem dari proses sosial yang menyatukan antara tata kelakuan dan hubungan sosial yang terpusat pada aktivitas yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sebagai makhluk sosial ataupun makhluk ekonomi.

Institusi sosial Menurut Ahli

Definisi institusi sosial menurut para ahli, sebagai berikut;

  1. Judson R. Landis, Mendefinisikan institusi sosial sebagai norma, aturan, dan pola organisasi yang dikembangkan disekitar kebutuhan atau masalah pokok yang terkait dengan pengalaman masyarakat.
  2. Soerjono Soekanto, Institusi sosial merupakan himpunan norma dan nilai dari segala tindakan sosial yang dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.
  3. Harton, Harton mendefinisikan institusi sosial sebagai sistem relasi sosial dalam masyarakat yang mendukung berbagai nilai dan prosedur tertentu dalam rangka memenugi kebutuhan sosial.
  4. Peter L. Berger, Mengartika institusi sosial sebagai serangkaian prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekan dan dipaksa oleh pola tertentu untuk bergerak melalui jalan yang dianggap sesuai dengan keinginan dan tujuan.

Ciri Institusi Sosial

Institussi sosial memiliki beberap akarakter, antara lain:

  1. Suatu organisasi pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan dan hasilnya terdiri dari adat istiadat, tata kelakuan dan kebiasaan, serta unsur kebudayaan yang secara langsung atau tidak langsung tergabung dalam suatu unit yang fungsional.
  2. Mempunyai tujuan tertentu.
  3. Memiliki tingkat kekekan tertentu, sehingga orang-orang menganggap sebagai himpunan norma yang harus dipertahankan.
  4. Memiliki sarana dan prasarana serta perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan.
  5. Memiliki tradisi tertutis maupun tidak tertulis yang merupakan dasar dari pranata yang bersangkutan dalam menjalankan fungsinya.
  6. Memiliki institusi tertentu yang secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsinya.
  7. Keberlangsungan organisasi relatif tetap.

Fungsi Institusi Sosial

Secara umum, institusi sosial memiliki dua fungsi utama yaitu:

  1. Fungsi manifes, Fungsi manifest adalah fungsi yang disadari dan menjadi harapan bagi masyarakat.
  2. Fungsi laten, Merupakan fungsi yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama. Fungsi laten merupakan fungsi yang ada tetapi tidak tampak dan tidak diharapkan oleh orang banyak. Upaya pencegahan terhadap hal-hal yang kemungkinan terjadi seperti kemungkinan terjadinya konflik, anggapan negatif masayarakt sekitar, penyimpangan dan lain sebagainya.

Contoh Institusi Sosial

Beberapa contoh dan macam institusi sosial yang ada dan berkembang di masyarakat antara lain, sebagai berikut;

Institusi Keluarga

Lingkungan keluarga menjadi lingkungan pertama dalam membentuk karakter seseorang. keluarga juga menjdai lingkungan terkecil dalam struktur masyarakat. Keluarga menjadi tempat sosialisasi serta internalisasi nilai dan norma yang berlaku baik dalam lingkungan masyarakat maupun lingkungan keluarga itu sendiri.

Dalam membentuk karakter seseorang, keluarga memiliki fungsi yang kompleks mulai dari fungsi sosial, fungsi ekonomi, fungsi pendidikan, fungsi pengawasan, fungsi perlindungan, dan lain sebagainya.

Ciri institusi keluarga antara lain:

  • Terbentuk karena adanya hubungan perkawinan
  • Memiliki tata nama, termasuk dengan perhitungan garis keturunan
  • Wujud dari keinstitusian yang berkaitan dengan perkawinan yang sengaja dibentuk dan dipertahankan
  • Tinggal dan hidup bersama dalam satu atap

Institusi keluarga memiliki fungsi dan peran untuk mengatur dan membentuk kehidupan anggota keluarga itu sendiri. Fungsi reproduksi, yaitu fungsi keluarga sebagai penerus keturunan yang terbentuk dari pernikahan yang sah.

Fungsi kasih sayang atau afeksi, yaitu keluarga berperan membeikan kasih sayang kepada anggota keluarga lainnya. Hal ini dilakukan untuk memenuhi dan membentuk psikologis yang  baik pada seseorang. Fungsi kontrol sosial, yaitu fungsi keluarga untuk mencegah perilaku-perilaku yang menentang baik dari norma keluarga itu sendiri maupun norma yang ada dalam masyarakat.

Institusi Pendidikan

Institusi pendidikan merupakan suatu institusi yang terbentuk karena kesadaran diri masing-masing individu untuk memperbaiki diri melalui bimbingan formal. Institusi pendidikan dapat berupa pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan nonformal.

Institusi pendidikan formal memiliki peraturan yang lebih mengikat daripada pendidikan nonformal. Contoh pendidikan formal misalnya TK, SD, SMP, SMA/K, Perguruan tinggi. Pendidikan formal memiliki sebuah kurikulum untuk mengatur dan mengontrol sistem pengajaran agar sesuai dan mencapai tujuan pendidikan formal.

Pendidikan informal diperoleh tidak selalu melalui institusi resmi. Pendidikan nonformal dapat terjadi dimana saja. Seperti di lingkungan bermain, lingkungan masyarakat, lingkungan pergaulan dan lingkungan keluarga. Pendidikan informal lebih terpusat mengenai pola perilaku positif.

Pendidikan nonformal dilakukan untuk melatih ketrampilan dan bakat seseorang. Kepentingan pekerjaan, atau sekedar untuk mengembangkan hobi menjadi faktor pendorong seseorang untuk mengikuti pendidikan nonformal. Contoh pendidikan nonformal adalah klub sepakbola, kursus menjahit, dan lain sebagainya.

Semua institusi pendidikan memiliki tujuan yang sama, yaitu mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan siswa untuk menjadi generasi emas.

Institusi Ekonomi

Institusi ekonomi mengatur dan mengurusi pedoman dan permasalahan ekonomi, mulai dari melakukan produksi, pemasaran, penentuan harga, dan lin sebagainya. tujuan utama dari institusi ekonomi adalah memenuhi kebutuhan masyarakat baik yang bersifat primer maupun sekunder.

Secara umum, fungsi institusi ekonomi antara lain:

  1. Sebagai pengatur kegiatan ekonomi produksi, distribusi, dan konsums
  2. Sebagaitempat pertukaran menyelesaikan permasalahan ekonomi
  3. Menjaga kestabilan ekonomi harga pasar

Kegiatan yang dilakukan oleh institusi ekonomi dikelompokan menjadi tiga bagian dengan fungsi masing-masing.

Jenis kegiatan produksi

  • Bidang usaha ekstraktif
  • Bidang usaha industries
  • Bidang usaha jasa
  • Bidang usaha agraris

Kegiaan distribusi

  • Pedagang besar (grosir)
  • Pedagang kecil (retail)
  • Perantara

Kegiatan konsumsi

  • Kegiatan konsumsi negara
  • Kegiatan konsumsi perusahaan
  • Kegiatan konsumsi rumah tangga

Contoh institusi ekonomi yang saat ini masih berkembang di masyarakat yaitu:

  1. Pasar
  2. Perusahaan
  3. Koperasi

Institusi Politik

Institusi politik dikatakan menjadi institusi vital di lingkungan masyarakat. Hal tersebut karena institusi politik mengatur segala kebijakan dan hubungan  secara administratif. Seluruh kebijakan dilakukan secara transparan.

Institusi memiliki fungsi untuk mengarahkan, menangani, memaksa, menengahi, melindungi, penyalur aspirasi, pengatur seluruh kegiatan dan kebijakan di masyarakat dan juga untuk menyusun kebijakan umum dengan mempertimbangan prinsip kemudahan.

Contoh institusi politik antara lain

  1. MPR
  2. DPR
  3. DPRD
  4. DPD
  5. Panwaslu (panitia pengawas pemilu)
  6. Bawaslu (badan pengawas pemilu)
  7. Partai politik
  8. Dan lain sebagainya.

Institusi Keagamaan

institusi keagamaan mengatur semua urusan manusia yang berkaitan dengan keagamaan. Di Indonesia, semua agama sama kedudukannya. Indonesia merupakan negara multikultural, sehinnga diakui beberapa agama seperti islam, Kristen, katolik, budha, Hindu.

Institusi agama memiliki fungsi manifest dan fungsi laten. Fungsi manifest merupakan fungsi yang tampak atau langsung, antara lain: pola keyakinan yang menentukan hubungan manusia dengan tuhannyadan dengan sesamanaya, ritual yang menggambarkan pola keyakinan dan meningkatkan keyakinan manusia terhadap keyakinannya.

Fungsi laten merupakan fungsi yang tersembunyi atau tidak langsung, antara lain: membagi masyarakat atas adsar agama dan tingkatan keimanan. Ciri-ciri institusi keagamaan antara lain: bertujuan memuliakan umatnya, memiliki tujuan untuk mempersatukan umat, merupakan sistem keyakinan

Contoh lemabga agama yang berkembang di masyarakat, anata lain:

  1. Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  2. Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI)
  3. Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)

Institusi Keuangan

Institusi keuangan memiliki peran untuk memperoleh modal bagi masyarakat agar dapat menjalankan kegiatan ekonomi. Secara global, institusi keuangan di setiap negara memiliki fungsi yang sama. Tujuan adanaya institusi keuangan adalah mengupayakan perputaran ekonomi masyarakat. Contoh institusi keuangan adalah Bank.

Institusi Kemasyarakatan

Institusi kemasyarakatan merupakan institusi yang mengatur pola interaksi dan hubungan dalam masyarakat yang didalamnya terdapat norma dan aturan yang harus diataati. institusi kemasyarakat menjamin hak dan kewajiban serta keamanan masyarakat. Contoh institusi kemasyarakatan adalah Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW).

Institusi Kebudayaan

Fokus utama institusi kebudayaan adalah untuk melestarikan kebudayaan sehingga tidak punah dan tetap terjaga nilai-nilai kesakralannya. Tidak semua masyarakat sadar dan paham akan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya bangsa, sehingga kedudukan institusi kebudayaan dalam pandangan masyarakat Indonesia bersifat lemah.

Fungsi institusi kebudayaaan dalam masyarakat antara lain: untuk melestarikan budaya, mengamati perkembanagan budaya di suatu lingkungan, mencegah suatu kebudayaan diakui oleh orang lain yang tidak memiliki hak, sebagai institusi penggiat untuk menyusun strategi agar kebudayaan tidak punah. Contoh institusi kebudayaan yang banyak berkembang di masyarakat adalah sanggar budaya.

Institusi Hukum

Institusi hukum merupakan institusi yang berupaya mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Tugas utama institusi hukum adalah menegakan keadilan dan tingkah laku masyarakat yang melanggar aturan. Di hadapan hukum, semua manusia sama tanpa memandang status sosial.

Peran institusi hukum antara lain untuk melindungi semua masyarakat, menegakan Rule of The Law, memberikan pedoman pada pola perilaku masyarakat, dan memberikan memberikan sanksi bagi siapapun yang melanggar. Contoh institusi hukum, antara lain:

  1. Pihak kepolisian
  2. Pengadilan

Institusi Kesehatan

Institusi kesehatan berorientasi untuk melayani masyarakat dalan urusan kesehatan, serta untuk mengatur pola hidup sehat bagi masyarakat. Sosialisasi kesehatan dan imunisasi menjadi contoh kegiatan institusi kesehatan dalam masyarakat.

Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan kesehatan yang cukup bagi tubuh serta mengupayakan pencegah penyakit dalam tubuh. Contoh institusi kesehatan yang berkembang di masyarakat adalah;

  1. Rumah sakit
  2. Posyandu
  3. Puskesmas

Itulah ulasan lengkap yang bisa kami utarakan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan pengertian institusi sosial menurut para ahli, ciri, fungsi, dan contohnya yang ada di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberi literasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *