Pengertian Industri Non-Ekstraktif, Ciri, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Industri Non-Ekstraktif Adalah

Manusia sebagai makhluk ekonomi dalam menjalani kehidupan pasti memerluka banyak hal yang dibutuhkan, salah satunya yaitu kegiatan ekonomi untuk menunjang pemenuhan kebutuhan manusia. Perlu anda ketahui kegiatan ekonomi contohnya yaitu adanya bisnis, perusahaan yang bergerak di bidang perekonomian, maupun sebuah industri.

Berbicara mengenai industri, di setiap negara pasti memiliki contoh industri yang berbeda-beda. Salah satu industri yang ada di negara Indonesia adalah industri non ekstraktif. Umumnya semua jenis industri memang dapat memberikan keuntungan bagi banyak hal.

Industri Non-Ekstraktif

Industri non ekstraktif yaitu salah satu jenis badan usaha yang mana dalam proses produksinya memerlukan bahan baku utama dari tempat lain. Jenis industri yang satu ini sudah banyak ditemukan di negara Indonesia dan memiliki beragam manfaat untuk dunia perekonomian.

Pengertian Industri Non-Ekstraktif

Iindustri non ekstraktif adalah tujuan kegiatan ekonomi dalam bisnis yang didirikan oleh pebisnis atau wirausahawan dimana bahan baku yang dipakai untuk melengkapi proses produksi seringkali harus ditemukan pada industri lain.

Sehingga secara tidak langsung jenis industri ini memberikan peluang atau keuntungan pada industri laindengan terjualnya barang-barang yang dibutuhkan industri non ekstraktif.

Sebagai informasi industri non ekstraktif umumnya memiliki dua bentuk yaitu Industri reproduktif dan manufaktur. Industri reproduktif diartikan sebagai bisnis yang bahan bakunya dapat diperbaharui lagi pada saat stoknya sudah habis. Sedangkan industri manufaktur adalah arti industri yang mengolah bahan baku dengan proses produksi yang baik dan hasilnya dapat digunakan pula oleh industri lainnya.

Ciri Industri Non-Ekstraktif

Karakteristik yang dimiliki industri non ekstraktuf yaitu sebagai berikut ini;

  1. Hasilnya digunakan untuk keperluan industri yang lain

Perlu anda ketahui bahwa pada industri non ekstraktif biasanya perusahaan akan menghasilkan produk yang bisa digunakan untuk kebutuhan industri lain dalam membuat barang yang akan dijual ke harga pasar. Maka dari itu industri ini cukup penting dalam dunia bisnis karena sifatnya yang berputar pada siklus kegiatan ekonomi, yaitu saling memerlukan bahan maupun barang dengan industri lainnya.

  1. Bahan baku diperoleh dari perusahaan atau industri lainnya

Ciri yang cukup menonjol dari industri non ekstraktif juga terlihat jelas dari bahan baku yang perusahaan butuhkan. Biasanya bisnis industri ini membutuhkan bahan baku dari perusahaan lain dan mengolahnya menjadi produk yang dapat dijual kembali.

Oleh karena itu industri non ekstraktif di sebut pula sebagai industri manufaktur yang melakukan pengolahan proses produksi untuk menghasilkan barang yang akan dijual.

  1. Hasil industri ekstraktif bersifat barang setengah jadi maupun barang jadi

Sebagai informasi bahwa pada industri ekstraktif tidak semua barang yang dihasilkan berwujud dalam bentuk barang jadi. Akan tetapi pada bisnis ini bisa pula menghasilkan barang setengah jadi yang nantinya dapat dimanfaatkan atau digunakan lagi oleh perusahaan lain yang membutuhkan.

Manfaat Industri Non-Ekstraktif

Beberapa lahirnya manfaat dari industri non ekstraktif yaitu sebagai berikut;

  1. Menyediakan berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan manusia

Industri non ekstraktif yang terbentuk dari dua jenis bisnis manufaktur dan reproduktif ini memang pada dasarnya mampu menyediakan berbagai alternatif untuk memenuhi arti kebutuhan hidup manusia. Hal ini dapat dijelaskan atau dibuktikan dari hasil produksi industri non ekstraktif yang mampu memberikan banyak kemudahan bagi konsumen-konsumen ataupun perusahaan lain dalam pemenuhan kebutuhan mereka.

  1. Menyediakan bahan baku bagi industri lainnya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelum-sebelumnya, bahwa industri non ekstraktif memang bisa menyediakan bahan baku untuk industri lain.

Karena pada industri non ekstraktif barang yang dihasilkan berupa dua macam yaitu barang setengah jadi maupun barang jadi. Sehingga dengan produk-produk tersebut perusahaan lain dapat mengambil produk setengah jadi dari industri non ektraktif dan di olahnya lagi menjadi produk yang akan dibentuknya.

Proses ini tentunya memudahkan perusahaan lain dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok atau utama dalam proses produksi mereka. Sekaligus memberikan waktu yang lebih cepat untuk proses produksi karena bahan yang diperlukan dapat ditemukan dengan lebih mudah.

  1. Memajukan potensi pengusaha dalam negeri

Potensi atau kemampuan pengusaha dalam negeri dapat meningkat dengan lebih bagus melalui industri non ekstraktif ini. Sebetulnya potensi tersebut dapat meningkat dengan adanya bisnis di suatu wilayah atau negara.

Hal ini dikarena dengan bisnis seseorang dapat merencanakan segala hal dengan lebih fokus dan selalu mencari ide-ide terbaik untuk mengembangkan bisnis yang sudah dibangunnya. Secara tidak langsung kemampuan para pengusaha akan lebih terasah dan meningkat dengan sangat baik.

  1. Menambah keuntungan negara

Sudah pasti keuntungan suatu negara dapat terus meningkat dengan adanya suatu industri didalamnya. Karena negara tanpa sebuah wirausaha akan mati perekonomian.

Hal ini disebabkan dengan adanya bisnis atau industri kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan baik dan berdampak baik pada berbagai bidang atau sekotor. Bahkan industri dapat pula menambah sumber devisi bagi suat negara apabila kegiatan bisnisnya bisa sampai dunia internasional dan bergerak lebih luas lagi.

  1. Membuka lapangan pekerjaan

Apakah anda tahu bahwa dengan adanya industri maka suatu wilayah dapat memberikan kesempatan bagi para usia yang tergolong dalam tenaga kerja yang belum memperoleh pekerjaan.

Hal ini karena dunia industri membuka lebar lapangan pekerjaan untuk banyak orang, karena industri tanpa karyawan tidak akan berjalan dengan maksimal walaupun sudah ada banyak mesin canggih yang bisa diguankan. Namun tenaga mansuia tetap menjadi hal utama yang diperlukan untuk penyelesaian proses produksi itu sendiri.

  1. Mengurangi jumlah pengangguran

Jumlah pengangguran di suatu daerah atau negara dapat berkurang dengan lebih banyak karena adanya industri. Karena industri memberikan kesempatan bagi siapa saja yang membutuhkan pekerjaan dengan adanya lapangan kerja yang dibuka selebar-lebarnya.

Contoh Industri Non-Ekstraktif

Dibawah ini adalah beberapa contoh industri non ekstraktif yaitu :

  1. Industri kayu lapis

Industri kayu lapis merupakan salah satu contoh industri non ekstraktif yang mana pada proses bisnisnya melakukan pengolahan dari kayu pohon yang kemudian dipotong-potong menjadi kayu. Sebagai infromasi bahwa hasil dari industri non ekstraktif yang satu umumnya dipakai perusahaan atau industri lain untuk memenuhi proses produksinya sendiri yaitu seperti pembuatan mebel.

  1. Industri pemintalan kapas

Kapas adalah barang yang pastinya tidak asing bagi banyak orang. Kapas juga dibutuhkan untuk keperluan medis, kecantikan, dan lain sebagainya. sehingga tidak heran jika di pasaran anda dapat dengan mudah menemukan produk kapas itu sendiri.

Sebagai informasi bahwa kapas ini termasuk salah satu contoh industri non ekstraktif. Proses produksi dari industri pemintalan kapas yaitu pengolahan bahan baku kapas menjadi benang. Biasanya hasil dari industri ini akan dipakai juga untuk bisnis lain yaitu sebagai bahan baku dalam pembuatan kain.

  1. Industri pengolahan logam

Industri pengolahan logam termasuk saah satu contoh industri non ekstraktif. Umumnya pada bisnis ini akan dilakukan proses produksi hingga memperoleh barang jadi dan lebih sering hasil produknya digunakan untuk keperluan rumah tangga.

Contoh produk dari hasil pengolahan logam diantaranya yaitu perabotan memasak mulaid dari panci, alat pengorengan bahkan sampai penutup atap rumah.

  1. Industri garmen

Kata garmen pasti sudah tidak asing lagi untuk didengar. Bahkan garmen juga sudah menjadi jurusan di suatu sekolah.

Garmen pada dasarnya berhubungan pakain jadi sehingga sangat erat kaitannya dengan jahit menjahit. Industri garmen termasuk salah satu contoh industri non ekstraktif karena pada bisnis ini membutuhkan bahan baku dari tempat lain yang asalnya dari industri tekstil.

Bahkan pada saat produk sudah dihasilkan maka bisa digunakan atau dimanfaatkan industri lain dan dijualnya dengan konsep maupun ide-ide yang lebih cemerlang. Melalui proses ini bisa di simpulkan bahwa industri non ekstraktif dengan industri lainnya pada dasarnya dapat memberikan kemudahan satu sama lain dan melakukan kegiatan ekonomi dengan lebih baik.

Itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian industri non-ekstraktif menurut para ahli, ciri, manfaat, dan contohnya yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat,

Gambar Gravatar
Nama saya Nada Puspitasari saat ini sedang menempuh studi pendidikan IPS di salah satu kampus negeri terbaik di Jawa Tengah. Selain menulis di website https://www.ipsterpadu.com saya juga sedang menyelesaikan studi S1 saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *