Fungsi Estetika dan Contohnya

Diposting pada

Fungsi Estetika

Fungsi estetika pada dasarnya sangat berkaitan erat dengan fungsi yang dimiliki oleh sebuah produk kerajinan yang memiliki nilai-nilai filosofis dalam pembuatannya. Sehingga dalam hal ini estetika dianggap sebagai ilmu yang perkenalannya yang sensitif karena didalamnya terdapat pengungkapan perspektif dan pendapat seseorang sehingga melibatkan emosional pribadi.

Disisi lain, dalam estetika ada seperangkat unsur yang memberikan pengajaran terhadap proses penikmatan dan adanya aturan dalam menciptakan rasa kenyamanan.

Estetika

Estetika adalah istilah asing yang salah satunya berasal dari Bahasa Rusia yaitu “krasota” dengan makna sesuatu yang bisa dilihat oleh mata dan dapat menciptakan perasaan senang. Sehingga dalam hal ini estetika adalah segala sesuatu yang bisa menciptakan sebuah rasa senang jika dilihat secara visual.

Fungsi Estetika

Estetika menjadi hal yang sangat penting dalam menciptakan suatu karya seni. Berikut ini beberapa manfaat estetis secara umum. Antara lain;

  1. Memberikan Penilaian

Estetika menjadi salah satu unsur penting karena membantu seseorang dalam memahami dan menilai berbagai kualitas yang akan ditemukan dalam seni. Seni ini sendiri bisa berhubungan dengan karya sasta, seni rupa, ataupun yang lainnya.

  1. Menunjang Ketrampilan

Estetika pada dasarnya senantisa membantu seorang pekerja sasra, misalnya saja seperti pelukis yang menilai lukisan mereka sendiri. Tanpa itu, pelukis harus bergantung pada orang lain untuk menilai kualitas pekerjaan yang telah dilakukan.

Tetapi dengan adanya estetika membantu pelukis dalam menyadari tingkat keterampilan yang dikuasai pada saat ini yang tidak harus bergantung pada orang lain dan dapat meningkatkan kemampuan mereka sendiri.

  1. Memberikan Peninjauan

Estetika memiliki manfaat dalam anggapan sebagai sekolah pemikiran untuk meninjau seni. Kondisi ini tentusaja bisa sangat membantu kita menggambarkan lukisan kepada kolega atau bahkan kritikus.

Misalkan saja saat menerima pendapat berbeda dari mereka. Sekarang, tanpa estetika, kita harus mempertimbangkan masing-masing, tetapi estetika memberi kita kekuatan untuk memvalidasinya, sehingga kita dapat menyadari kritik mana yang benar.

  1. Memberikan Minat

Estetika membantu untuk lebih memahami berbagai jenis minat sehubungan dengan seni. Dalam hal ini kita akan menemukan bahwa estetika seni membantu kita menjadi lebih kreatif dan juga akan membantu menghasilkan ide seni yang lebih baik di masa depan.

  1. Memberikan Ide

Estetika ini memberi ide yang lebih baik tentang seni masa lalu. Banyak orang, terutama seniman modern, menganggap bahwa teknik melukis kuno sekarang sudah usang tetapi kita selalu dapat belajar banyak dari teknik-teknik kuno itu dan bahkan memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan kita.

  1. Memberikan Nilai Keindahan

Estetika dalam karya seni pada dasarnya juga berfungsi untuk menambah wawasan manusia terkait dengan unsur serta nilai yang ada dalam keindahan suatu bentuk karya. Atas dasar inilah setidaknya dalam berbagai produk seperti pakaian, kerajinan, dan proses desain memertimbangkan hal ini.

  1. Memberikan Apresiasi

Dalam estetika sejatinya diperlukan dalam upaya memberikan peningkatan atas karya yang telah dibuat. Prihal ini untuk karya yang bagus tidak terlepas daripada apresiasi yang diberikan oleh orang lain, sehingga realitas itu mampu meningkatkan kualitas karya yang telah dibuat.

Contoh Fungsi Estetika

Adapun untuk contoh estetika dalam fungsinya. Misalnya saja;

  1. Lukisan

Dalam hal ini misalnya saja estetika lukisan yang dibuat ada yang mengatakan bahwa karya seni tersebut indah dan bagus, tetapi ada pula sebagian orang yang mengatakan kurang bagus dan jelek. Sehingga dalam hal ini, sebagai pencipta karya tidak bisa memaksakan lukisan menjadi indah untuk semua orang.

Hingga pada akhirnya dengan adanya fungsi tersebut setidaknya memberikan kritikan serta masukan berarti setelah melalui validasi atas karya yang dibuat.

Teori Estetika

Sedangkan untuk teori yang ada dalam penilaian estetika sendiri, antara lain;

  1. Obyektif

Teori obyektif mengklaim (secara kasar) bahwa nilai estetika bagaimanapun berada pada sifat-sifat karya itu sendiri, sehingga setiap pengamat yang kompeten akan menemukannya. Sebaliknya, sebuah teori subjektif menyatakan bahwa nilai estetika hanyalah masalah efek psikologis pada atau sikap pengamat, dan ini sangat bervariasi dari pengamat ke pengamat.

  1. Subyektif

Teori-teori subyektif mendapatkan kemungkinan yang masuk akal dari kesulitan yang kita miliki dalam menentukan dasar evaluasi objektif apa yang mungkin bisa miliki. Menilai nilai estetika tampaknya tidak sama dengan proses menentukan suhu cairan dalam tabung reaksi.

  1. Subyektivis

Subyektivis memiliki penjelasan yang mudah untuk perbedaan pendapat yang luas dalam penilaian estetika, baik di zaman kita sendiri dan tentu saja sepanjang sejarah. Jika apa yang membuat sebuah karya “baik” hanyalah selera seseorang, reaksi pribadi seseorang terhadap sebuah karya, mudah untuk menjelaskan mengapa ada begitu banyak variasi dalam penilaian kami tentang nilai karya seni.

Itulah tadi artikel yang bisa dibagikan pada semua pembaca berkenaan dengan fungsi estetika, contoh, dan teori kajiannya. Semoga saja memberikan wawasan bagi kalian semuanya yang sedang membutukan.

Gambar Gravatar
Nama saya Nada Puspitasari saat ini sedang menempuh studi pendidikan IPS di salah satu kampus negeri terbaik di Jawa Tengah. Selain menulis di website https://www.ipsterpadu.com saya juga sedang menyelesaikan studi S1 saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *