Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang Internal dan Eksternal

Diposting pada

Penyebab Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang kerapkali menjadi salah satu fenomena sosial yang mudah ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Hal ini menjadi problem tersendiri sehingga kerapkali pelaku yang diarasa melakukan kegiatan dalam kategori penyimpangan sosial dikucilkan dalam pergaulan, bahkan dihukum demi tegaknya keteraturan sosial. Oleh sebab itulah sebagai penjelasan lebih lanjut artikel ini akan menjelaskan tentang faktor yang menjadi penyebab dalam perilaku menyimpang.

Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang adalah serangkaian kegaatan yang dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan masyarakat dengan melanggar norma-norma yang merusak nilai sebagimana mestinya. Hingga pada akhirnya seseorang yang melanggar tersebut mendalam hukuman, baik hukuman secara adat atau secara hukum yang berlaku.

Adapun sematan yang diberikan kepada seseorang yang melakukan proses perilaku menyimpang dalam ilmu sosiologi dikenal dengan devian (deviant).

Faktor Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang dalam kajian yang dikemukan sosiologi secara garis besar dibedakan menjadi 2 macam, yakni faktor yang berada dari dalam (intrinsic/internal) dan faktor yang berada dari luar (ekstrinsik).

Faktor dari Dalam

Adapun untuk faktor yang berada dari dalam pada penyebab perilaku menyimpang, antara lain terdiri atas;

Kecerdasan (Intelegensi)

Kecerdasan menjadi salah satu penyebab timbulnya penyimpangan sosial yang berasal dari dalam (internal) hal ini tak lain karena setiap orang memiliki tingkat intelegensi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Sehingga cara dia merepresentasikan fenomana yang muncul pun beranekaragam.

Jenis Kelamin

Jenis kelamin atau gender kadangkala menjadi salah satu penyebeb dalam penyimpangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini tak lain karena sejak lahir didikan yang diberikan orang tua kepada setiap anaknya berbeda, misalnya untuk seorang anak laki-laki dengan didikan keras sedangkan untuk anak perempuan dengan didikan lembut yang akhirnya membuatnya menjadi manja.

Umur/Usia

Umur menjadi salah satu penyebab yang memengaruhi pembentukan sikap dan pola tingkah laku seseorang. Makin bertambahnya umur diharapkan seseorang bertambah pula kedewasaannya, makin mantap pengendalian emosinya, dan makin tepat segala tindakannya.

Kedudukan dalam keluarga

Kedudukan yang diberikan seseorang kepada keluarga juga menjadi salah satu faktor perilaku menyimpang yang berasal dari dalam diri seseorang. Kedudukan ini bisa dilihat dari peran yang diberikan (tanggung jawab) biasanya untuk seseorang yang diberikan tangung jawab lebih besar akan memiliki sifat yang lebih hati-hati dalam melakukan bentuk penyimpangan.

Faktor dari luar (eksternal)

Adapun untuk faktor yang menjadi berasal dari luar dalam penyimpangan sosial di masyarakat. Antara lain adalah sebagai berikut;

Keluarga

Adanya penyebab yang menjadi prilaku seseorang dalam kategori melakukan penyimpangan sosial tak lain adalah keluarga. Hal ini sangatlah wajar lantaran setiap individu pertamakali mendapatkan pendidikan ialah dari keluarga, selain itu lingkungan yang pertama dihasilkan pun dari keluarga.

Masyarakat

Masyaralat menjadi salah satu faktor ekternal dalam pembentukan penyimpangan sosial, kondisi ini dapat dipengaruhi dari lingkungan keseharian yang seseorang alami pada proses pembelajaran kepada kehidupan yang nyata. Apalagi masyarakat dengan lingkungan tidak baik (seperti perampok) akan membuat seseorang terpengaruh pada proses pembelajaran yang ia rasakan.

Pergaulan

Pergaulan juga menjadi latar belakang dalam pembentukan  penyimpangan sosial, kondisi ini tak lepas dari bagaimana cara ia mengenali lingkungan sosial yang didapatkan dari temen-temen, bahkan dari persoalan itulah menjadi pembentuk pribadi yang dimilikinya.

Media Massa

Berbagai tayangan di televisi serta youtube tentang tindak kekerasan yang mudah ditemukan pada kondisi saat menjadi salah satu faktor yang melatarblekangi adanya penyimpangan sosial dalam kehidupan masyarakat. Diakui ataupun tidak pada kehidupan di era sekarang kadangla muncul sebuah persoalan takala tontonan menjadi tuntunan.

Sekolah

Lembaga pendidikan yang ditempuh seseorang dalam mengendal dunia literasi juga menjadi salah satu faktor dalam pembentukan penyimpangan sosial, persoalan ini didapatkan manakala ia dengan sekolahan mengenal temen-temen, mengenal pergaulan, sehingga pada prosesnya apabila diberikan lembaga pendidikan yang baik maka akan menjadi pendorong untuk dirinya untuk membentuk prilaku positif akan tetepai sebaliknya jika tindakannya negatif akan menjadi pendrong untuk dirinya dalam membentuk probadi yang jelak.

Contoh Tindakan Prilaku Menyimpang

Sebagai bentuk penjelasan atas beragam faktor yang dapat dikategorikan contoh penyimpangan sosial, antara lain adalah sebagai berikut;

Memakai Narkoba

Memakai narkoba menjadi salah satu macam penyimpangan sosial yang bisa dikategorikan sebagai tindakan kriminal. Untuk lembaga/institusi yang mengatasi beragam persoalan ini tentusaja di Indonesia dikenal dengan BNN. Diakui ataupun tidak dalam proses pembentukannya seseorang yang memakai narkoba dapat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat.

Kondisi ini sendiri bisa dilihat jika dalam lingkungan masyarakat yang mempergunakan narkoba maka apabaila tidak dilandasari dengan tingkat pengetahuan yang baik lambat laun ia seseorang individu akan turut serta mempergunakannya.

Membolos di Waktu Jam Pelajaran

Membolos kerapkali di identifikasikan sebagai salah satu bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan oleh seseorang remaja di waktu menempuh pendidikan. Tindakan ini bisa dipicu sebagai tindakan yang salah. Adapun untuk latar belakang biasanya seseorang melakukan prilaku ini sendiri bisa di latarbelakangi dengan pergaulan yang diterimnya ketika menempuh pendidikan.

Oleh sebab itulah peranan memilih lembaga pendidikan yang baik sangat diperlukan pada proses seperti ini sehingga tindakan tersebut dapat dicegah seminimalisir mungkin.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang sudah dijelaskan terkait dengan faktor prilaku menyimpang internal dan eksternal serta contohnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *