Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Anti Sosial

Diposting pada

Mempengaruhi Perilaku Anti Sosial

Oengalaman atas arti sikap anti sosial sejatinya hadir sebagai akibat dari terjadinya perilaku menyimpang. Sehingga dalam hal ini dapat dikatan pula bahwa sikap antisosial merupakan produk dari perilaku menyimpang yang ada di masyarakat. Sehingga atas kondisi inilah psikologis menusia sebagai makhluk sosial tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

Setidaknya ada beberapa faktor yang menjadi pendorong terjadinya sikap anti sosial di masyarakat. Baik itu hadir dalam dirinya sendiri ataupun pengaruh lingkungan dimana ia berkembang.

Anti Sosial

Anti sosial adalah serangkaian bentuk angguan kepribadian  yang terjadi karena melakukan pelanggaran terhadap hak-hak orang lain dan seringkali kondisi ini melanggar hukum yang berlaku di masyarakat. Bahkan sikap serta perilaku yang tidak mempertimbangkan penilaian dan keberadaan orang lain disekitarnya ini juga mudah ditemukan dalam kehidupan kita sebagai manusia.

Faktor Penyebab Sikap Anti Sosial

Banyak faktor yang melatarbelakangi timbulnya sikap antisosial, antara lain:

  1. Faktor Individual murni

Faktor individual murni merupakan faktor yang berasal dari dalam diri sendiri. Seseorang memiliki sikap antisosial karena pembawaan dari dalam diri sendiri, trauma karena suatu kejadian, maupun keadaan fisik yang membuatnya enggan untuk melakukan hubungan sosial dengan orang lain atau bahkan melakukan suatu penyimpangan sosial. Dalam hal ini, diri sendirilah yang dapat mengendalikan sikap antisosial.

  1. Faktor Situasional

Faktor situasional bersumber dari luar diri sendiri. Perasaan adanya sikap ini timbul karena tertekan, tertindas, terkekang, sehingga merasa dikucilkan oleh orang-orang disekitanya. Kodisi ini juga dalam arti psikologi mempengaruhi mental seseorang.

  1. Faktor Biologis

Faktor biologis diartikan pula sebagai faktor pembatas yang dapat dihindari hanya apabila seseorang dapat melakukan peranan sosial yang berpengaruh dalam masyarakat. Faktor biologis meliputi ciri-ciri ras, misalnya faktor tinggi badan, warna kulit, bentuk badan, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan gangguan atau masalah fisik.

  1. Faktor Sosiokultural

Faktor sosiokultural bersifat primordialisme atau berpegang teguh pada hal-hal yang sejak awal sudah melekat pada diri seseorang. selain primordialisme terdapat bebrapa jenis lain yang termasuk dalam faktor sosiokultural, antara lain:

  1. Etnosentrisme, yaitu menggunakan ukuran dari budayanya sendiri untuk dijadikan acuan dalam menetukan sesuatu termasuk pengendalian terhadap orang lain
  2. Sekulerisme, yaitu mengedapkan hal yang bersifat non agamis
  3. Hedonisme, yaitu keadaan dimana seseorang leih mementingkan kesenangan dan kepuasaan semata dibandingkan dengan kebutuhan
  4. Fanatisme, yaitu menyukai sesuatu secara berlebihan. Diskriminasi, yaitu membedakan golongan berdasarkan tingkatan tertentu.

Contoh Perilaku Anti Sosial di Masyarakat

Sebagai penjelasan lebih dalam, uraian yang bisa disebutkan dalam prilaku anti sosial di masyarakat. Misalnya saja adanya siswa dari luar daerah, yang hidup di daerah yang baru. Mereka cenderung menjadi pendiam, hal ini karena dipengaruhi oleh budaya yang berbeda, serta logat pembicaraan yang berbeda pula.

Kondisi seperti inipula mudah dianalisis pada diri sendiri, makala kita juga dalam lingkungan masyarakat yang baru. Oleh karena itulah sebagai insan yang membutuhkan pertolongan orang-orang seperti ini sejatinya harus dirangkul.

Nah, demikian tadi artikel yang bisa kami lakukan kajian pada segenap pembaca. Berkenaan dengan faktor yang menjadi pendorong dalam perilaku anti sosial dan contohnya di masyarakat. Semoga bisa mengedukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *