Pengertian Empati, Ciri, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Empati

Definisi empati mencakup berbagai keadaan emosi, termasuk merawat orang lain dan memiliki keinginan untuk membantu mereka. Ini juga merupakan kemampuan untuk merasakan dan berbagi emosi orang lain. Beberapa percaya bahwa empati melibatkan kemampuan untuk mencocokkan emosi orang lain, sementara yang lain percaya bahwa empati melibatkan perasaan lembut terhadap orang lain.

Berbagai pemahaman kita terhadap orang lain secara emosial inilah yang menjadi salah satu ciri empati. Dalam berempati terdapat banyak manfaat yang bisa kita dapatkan, tentunya manfaat untuk diri kita sendiri maupun orang lain yang kita bantu. Contoh empati dalam kehidupan sehari-hari misalnya ketika ada teman kita yang bersedih atas sesuatu, maka kita bisa berempati dengan cara menghiburnya.

Empati

Empati adalah kemampuan untuk memahami atau merasakan apa yang orang lain alami dari dalam kerangka referensi mereka, yaitu, kapasitas untuk menempatkan diri pada posisi orang lain. Definisi empati mencakup berbagai keadaan emosi.

Istilah “empati” digunakan untuk menggambarkan berbagai pengalaman. Peneliti emosi umumnya mendefinisikan empati sebagai kemampuan untuk merasakan emosi orang lain, ditambah dengan kemampuan untuk membayangkan apa yang dipikirkan atau dirasakan orang lain.

Empati tampaknya memiliki akar yang dalam di otak dan tubuh kita, dan dalam arti sejarah evolusi kita. Bentuk empati dasar telah diamati pada kerabat primata kita, pada anjing, dan bahkan pada tikus. Empati telah dikaitkan dengan dua jalur berbeda di otak.

Para ilmuwan berspekulasi bahwa beberapa aspek empati dapat dilacak ke cermin neuron, sel-sel di otak yang terbakar ketika kita mengamati orang lain melakukan suatu tindakan dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan.

Penelitian juga telah menemukan bukti dasar genetik untuk empati, meskipun penelitian menunjukkan bahwa orang dapat meningkatkan (atau membatasi) kemampuan empati alami mereka. Memiliki empati tidak selalu berarti kami ingin membantu seseorang yang membutuhkan, meskipun itu sering kali merupakan langkah awal yang vital menuju tindakan yang welas asih.

Pengertian Empati

Definisi empati adalah proses kejiwaan seseorang individu larut dalam perasaan orang lain baik suka maupun duka, dan seolah-olah merasakan atupun mengalami apa yang dirasakan atu dialami oleh orang tersebut. Empati adalah kelanjutan dari sikap simpati, yaitu perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya itu.

Pengertian Empati Menurut Para Ahli

Adapun definisi empati menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Kohler (1929)

Empati bukan hanya terfokus kepada perasaan yang terdalam, tapi sebenarnya empati lebih menekankan bagaimana pemahaman terhadap perasaan orang lain daripada melakukan sharing dengan mereka. Empati bisa merubah seseorang dengan cara menjadi pribadi yang menyenangkan serta cara menghilangkan sifat egois.

Hurlock (1999)

Empati ialah kemampuan seseorang untuk bisa mengerti perasaan dan emosi orang lain, dan juga kemampuan untuk membayangkan diri sendiri di tempat orang lain dan menghayati pengalaman orang tersebut. Hurlock juga mengemukakan bahwa kemampuan empati mulai muncul pada akhir masa kanak-kanak awal atau sekitar enam tahun.

Thomas F. Mader dan Diane C Mader (1990)

Empati ialah kemampuan seseorang untuk berbagi perasaan yang dilandasi oleh rasa kepedulian, dan ada berbagai tingkatan dari kepedulian tersebut.

George Herbert Mead (dalam Eisenberg, 2000)

Empati ialah suatu bentuk kapasitas mengambil peran orang lain dan mengadopsi perspektif yang dimiliki orang lain lalu menghubungkannya dengan diri sendiri. Mead juga menambahkan bahwa komponen kognitif atau kemampuan untuk memahami dalam definisi empati, dengan penekanan pada kepasitas individu untuk memahami bagaimana seseorang memandang dunia melalui peran orang lain.

Bullmer

Empati ialah suatu proses yang terjadi saat seseorang bisa merasakan perasaaan orang lain dan menangkap arti perasaan tersebut, lalu dikomunikasikan dengan kepekaan yang sedemikian rupa sehingga menunjukkan bahwa orang tersebut sungguh-sungguh mengerti perasaan orang lain.

Adler

Empati ialah penerimaan terhadap perasaan orang lain dan dapat meletakkan diri kita pada tempat orang tersebut. Empati bias diartikan sebagai to feel in, atau proses saat kita berdiri sejenak pada ‘sepatu orang lain’ agar bisa merasakan bagaimana dalamnya perasaan orang tersebut.

Taylor

Empati ialah sebagai suatu usaha untuk menyelami perasaan orang lain agar dapat merasakan dan menangkap makna dari perasaan tersebut. Oleh sebab itu, empati menjadi faktor yang esensial untuk menjalin hubungan yang saling mempercayai karena ada penerimaan dan pengertian yang timbul secara tepat terhadap perasaan orang lain.

Empati mengkomunikasikan pikiran dan perasaan orang lain secara tepat, sebab itu bisa menjadi faktor yang penting bagi terciptanya hubungan saling mempercayai.

Ciri Empati

Daniel Goleman mengidentifikasi lima elemen kunci empati, antara lain: Memahami Orang Lain, Mengembangkan Orang Lain, Memiliki Orientasi Layanan, Meningkatkan Keragaman, Kesadaran Politik.

Memahami Orang Lain

Memahami orang lain, ini mungkin apa yang kebanyakan orang pahami sebagai ’empati’. Golmen mengemukakan bahwa empati yaitu “merasakan perasaan dan perspektif orang lain, dan mengambil minat aktif dalam keprihatinan mereka”. Ciri-ciri orang yang bias melakukan hal ini yaitu mereka yang mempu:

  1. Mendengarkan isyarat emosional. Mereka mendengarkan dengan baik, dan juga memperhatikan komunikasi non-verbal, mengambil isyarat halus hampir secara tidak sadar.
  2. Menunjukkan sensitivitas, dan memahami perspektif orang lain.
  3. Membantu orang lain berdasarkan pemahaman mereka tentang kebutuhan dan perasaan orang-orang itu.

Semua hal itu keterampilan yang dapat dikembangkan, tetapi hanya jika Anda ingin melakukannya. Beberapa orang mungkin mematikan antena emosional mereka untuk menghindari kebanjiran oleh perasaan orang lain.

Mengembangkan Orang Lain

Mengembangkan orang lain berarti bertindak berdasarkan kebutuhan dan keprihatinan mereka, dan membantu mereka untuk mengembangkan potensi mereka secara penuh. Orang dengan keterampilan dalam mengembangkan orang lain biasanya:

  1. Memebrikan hadiah dan memuji orang-orang atas kekuatan dan prestasi mereka, dan memberikan umpan balik konstruktif yang dirancang untuk fokus pada cara meningkatkan potensi orang lain.
  2. Memberikan bimbingan dan pembinaan untuk membantu orang lain mengembangkan potensi mereka secara penuh.

Memiliki Orientasi Layanan

Memiliki orientasi layanan terutama ditujukan pada situasi kerja. Ini berarti mengutamakan kebutuhan pelanggan dan mencari cara untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas mereka. Orang yang memiliki pendekatan ini akan ‘berusaha lebih keras’ bagi pelanggan. Mereka benar-benar akan memahami kebutuhan pelanggan.

Dengan cara ini, mereka dapat menjadi ‘penasihat tepercaya’ bagi pelanggan, mengembangkan hubungan jangka panjang antara pelanggan dan organisasi. Ini dapat terjadi di industri apa pun, dan dalam situasi apa pun.

Ada banyak situasi non-kerja yang mengharuskan kita untuk membantu orang lain dalam beberapa cara, di mana menempatkan kebutuhan mereka sebagai titik pusat dapat memungkinkan kita untuk melihat situasi secara berbeda dan mungkin menawarkan lebih banyak dukungan dan bantuan yang bermanfaat.

Memanfaatkan Keragaman

Memanfaatkan keanekaragaman berarti mampu menciptakan dan mengembangkan peluang melalui berbagai jenis orang, mengakui bahwa kita semua membawa sesuatu yang berbeda untuk bisa saling bekerja sama.

Memanfaatkan keragaman tidak berarti Anda memperlakukan semua orang dengan cara yang persis sama, tetapi Anda menyesuaikan cara Anda berinteraksi dengan orang lain agar sesuai dengan kebutuhan dan perasaan mereka.

Orang-orang dengan keterampilan ini menghormati dan berhubungan baik dengan semua orang, terlepas dari latar belakang mereka. Sebagai aturan umum, mereka melihat keragaman sebagai peluang, memahami bahwa tim yang beragam bekerja jauh lebih baik daripada tim yang lebih homogen.

Orang-orang yang pandai memanfaatkan keragaman juga menantang intoleransi, bias dan stereotip ketika mereka melihatnya, menciptakan suasana yang menghormati semua orang.

Kesadaran Politik

Banyak orang melihat keterampilan ‘politik’ sebagai manipulatif, tetapi dalam arti terbaiknya, ‘politik’ berarti merasakan dan merespons arus emosional dan hubungan kekuasaan kelompok yang lemah. Kesadaran politik dapat membantu individu untuk menavigasi hubungan organisasi secara efektif, memungkinkan mereka untuk mencapai di mana orang lain sebelumnya mungkin gagal.

Macam-Macam Empati

Terdapat 3 jenis empati yang mungkin dialami seseorang:

  1. Empati afektif, melibatkan kemampuan untuk memahami emosi orang lain dan merespons dengan tepat. Pemahaman emosional semacam itu dapat membuat seseorang merasa prihatin dengan kesejahteraan orang lain, atau mungkin menyebabkan perasaan tertekan pribadi.
  2. Empati somatilk, melibatkan semacam reaksi fisik dalam menanggapi apa yang orang lain alami. Orang terkadang secara fisik mengalami perasaan orang lain.
  3. Empati kognitif, melibatkan kemampuan untuk memahami keadaan mental orang lain dan apa yang mungkin mereka pikirkan dalam menanggapi situasi tersebut. Ini terkait dengan apa yang oleh psikolog disebut sebagai teori pikiran, atau berpikir tentang apa yang dipikirkan orang lain.

Manfaat Empati

Ada sejumlah manfaat karena bisa mengalami empati. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Empati memungkinkan orang untuk membangun hubungan dlam proses sosial dengan orang lain. Dengan memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang, orang dapat merespons dengan tepat dalam situasi social.
  2. Berempati dengan orang lain membantu Anda belajar mengatur emosi sendiri. Regulasi emosional penting karena memungkinkan Anda untuk mengelola apa yang Anda rasakan, bahkan di saat-saat penuh tekanan, tanpa menjadi kewalahan.
  3. Empati meningkatkan perilaku membantu orang lain. Bukan saja Anda lebih mungkin terlibat dalam perilaku yang bermanfaat ketika Anda merasakan empati terhadap orang lain; orang lain juga lebih mungkin membantu Anda ketika mereka mengalami empati.

Contoh Empati

Contog sikap empati dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

  1. Ketika ada teman kita yang bersedih atas suatu hal, maka kita bisa berempati kepadanya dengan cara berusaha untuk menghiburnya.
  2. Ketika ada berita duka dari salah satu teman kita yang saudaranya meninggal dunia, maka dengan menyampaikan rasa bela sungkawa kita sekaligus melayat ke rumah duka juga.
  3. Ketika teman sedang sakit, maka dengan datang menjenguknya dan membawakan apa yang ia butuhkan.
  4. Ketika kita melihat dan mendengar ada saudara-saudara kita yang berada di luar daerah tempat kita tinggal tengah mengalami musibah, misalnya bencana alam, maka masyarakat datang berbondong-bondong untuk membantu mereka, baik bantuan yang sifatnya materi maupun non materi seperti tenaga dan juga doa. Masyarakat pun ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh saudara-saudara mereka yang tertimpa musibah, seperti kehilangan harta benda, kehilangan sanak saudara dan lain sebagainya.
  5. Ketika kita melihat anak anak terlantar di jalanan, maka kita bisa berempati dengan mendirikan rumah singgah untuk anak jalanan.
  6. Kita bisa berempati kepada pengemis di jalanan dengan memberi pelatihan keterampilan kepada mereka agar mereka bisa memenuhi kebutuhan dengan cara yang lebih baik, bukan meminta-minta.
  7. Kita semua hidup di lingkungan dan alam yang sama. Tanpa kita sadari, kita pasti memiliki sifat untuk mencintai lingkungan dan alam. Tanpa sadar, kita juga selalu membersihkannya supaya tidak terkena banjir, cuaca panas, dan lainnya.

Nah, itulah tadi penjelasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian empati menurut para ahli, ciri, macam, manfaat, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Sumber Tulisan
  1. Importance and Benefits of Empathy dari verywellmind.com/what-is-empathy-2795562
  2. Empathy dari https://en.wikipedia.org/wiki/Empathy
  3. What is Empathy? dari https://greatergood.berkeley.edu/topic/empathy/definition
  4. What is Empathy? dari https://www.skillsyouneed.com/ips/empathy.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *