Pengertian Ekspor Langsung dan Contohnya

Diposting pada

Ekspor Langsung Adalah

Manusia memiliki arti kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas. Kebutuhan dan keinginan tersebut dapat terpenuhi dengan beberapa cara, seperti mengambil hasil alam maupun dengan suatu pengorbanan tertentu. Dalam memenuhi kebutuhan, manusia senantiasa membutuhkan manusia yang lainnya. Begitu juga dengan negara, akan dibutuhkan pertukaran antar negara.

Oleh karena itu, munculah yang disebut sebagai perdagangan internasional agar dapat terjadi pertukaran antar negara. Perdagangan internasional salah satunya dilakukan dengan ekspor. Ekspor berarti menjual produk dalam negeri ke luar negeri. Kegiatan ekspor ini terbagi menjadi dua, yaitu secara langsung dan tidak langsung.

Ekspor Langsung

Kegiatan ekonomi ekspor secara langsung sebenarnya sering kita lihat dan ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, terkadang sukar untuk membedakan apakah kegiatan ekspor tersebut termasuk yang langsung atau tidak langsung.

Sehingga dalam hal ini kegiatan ekspor langsung adalah penjualan dan pengiriman barang yang langsung dari produsen dalam negeri ke konsumen yang ada di luar negeri.

Pengertian Ekspor Langsung

Pengertian ekspor langsung yaitu penjualan dan pengiriman barang ataupun  jasa langsung kepada negara tujuan melalui perantara yang ada. Perantara yang digunakan yaitu eksportir yang ada di negara tujuan atau negara penerima.

Dengan demikian, barang dapat langsung didistribusikan oleh produsen dalam negeri dan dapat diterima langsung oleh importir di negara tujuan. Umumnya, contoh ekspor langsung ini diperuntukkan pada jenis produk jasa. Namun, tidak menutup kemungkinan produk berupa barang untuk dikirimkan ke luar negeri melalui ekspor langsung ini.

Contoh Ekspor Langsung

Adapun untuk beberapa contoh nyata yang termasuk dalam ekspor langsung. Antara lain;

Tenaga Kerja

Contoh nyatanya, misalnya mengekspor tenaga kerja yang ahli di bidang teknologi untuk kemudian mengembangkan teknologi sesuai dengan perkembangannya. Pengiriman jasa berupa tenaga kerja inilah dilalui dengan pihak eksportir dari dalam negeri mengirimkan jasa tenaga ahli ini ke luar negeri yang kemudian diterima oleh importir di negara tujuan tanpa melalui perantara berupa perusahaan tertentu ataupun perantara lainnya. Dengan demikian, pengiriman layanan jasa tenaga ahli dikirimkan dengan memanfaatkan kegiatan ekspor langsung.

Kelemahan dari ekspor berupa tenaga kerja ini adalah biaya pengirimannya akan lebih mahal karena tidak adanya perantara lain selain dari eksportir, kemudian hambatan berupa larangan ekspor (jika ada) juga akan menghambat kegiatan ekspor yang dilakukan.

Disamping itu, pengiriman tenaga ahli melalui ekspor langsung ini memiliki keuntungan yaitu eksportir dari dalam negeri dapat menjamin dan mengontrol keberjalanan pengiriman secara langsung dan tanpa hambatan.

Untuk fenomena ini, dapat dilihat di Indonesia yang melakukan beragam contoh kegiatan ekspor, khususnya secara langsung dalam tenaga kerja. Yakni

Adanya tenaga kerja asing yang berasal Jepang dan Amerika Serikat yang bekerja di Indonesia untuk menjadi tenaga ahli dalam pembuatan produk sepeda motor dengan beragam marek. Sedangkan dari Amerika biasanya dibutuhkan sebagai tenaga kerja dengan bidang spisialis pembuatan perangkat komputer dan jaringan internet

Dari penjelasan dan ulasan yang telah disebutkan diatas, setidaknya dapat diketahui bahwa dalam kegiatan ekspor langsung ini memiliki kelebihan serta kekuarangannya. Berikut penjelasannya;

Kelebihan

Keuntungan yang mungkin dirasakan oleh negara yang melakukan ekspor ini antara lain;

  1. Negara asal yang memproduksi produk tersebut dapat mengontrol dengan baik produk yang dikirimnya secara langsung tersebut
  2. Kegiatan produksi hanya berpusat pada satu negara sehingga mengurangi resiko terjadinya peniruan dan kecurangan lainnya

Kelemahan

Ekspor secara langsung ini juga memiliki kelemahan disamping dilihat dari keuntungan yang dihasilkannya. Kelemahan tersebut antara lain;

  1. Akan diperlukan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan perantara eksportis dalam negeri, biaya yang besar ini yaitu teralokasi pada keperluan transportasi pengiriman barang
  2. Ada hambatan perdagangan yang menghambat pengiriman. Hambatan ini dapat berupa proteksionisme yang diterapkan oleh suatu negara, sehingga barang maupun jasa yang dikirim akan dilarang masuk ke negara tujuan.

Demikianlah uraian lengkap yang bisa kami sebutkan pada segenap pembaca yang berkaitan dengan materi pengertian ekspor langsung, kelebihan, kekurangan, dan contohnya yang ada di Indonesia. Semoga memberikan bahan bacaan. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *