Jenis Kegiatan Ekspor Langsung dan Tidak Langsung

Diposting pada

Kegiatan Ekspor Langsung dan Tidak Langsung

Istilah ekspor pasti bukan menjadi sesuatu hal yang baru atau pertama kali anda dengar oleh setiap orang yang mempelajari motif ekonomi. Walaupun demikian, mungkin masih ada orang yang belum mengerti dengan jelas apa itu ekspor sebenarnya.

Umumnya kegiatan ekspor langsung atau tidak langsung sangat berkaitan dengan perdagangan dan perekonomian dalam suatu negara. Sedangkan manfaat ekspor sendiri salah satu diantaranya yaitu bisa memberikan keuntungan lebih pada negara apabila dilakukan secara terus menerus.

Ekspor

Ekspor pada intinya berkaitan dengan perdagangan yang ranahnya jauh lebih luas dan kompleks karena dapat pula di katakan sebagai perdagangan internasional atau proses ekonomi antara dua negara bahkan lebih.

Oleh karena itulah secara umum ekspor adalah proses atau kegiatan transportasi barang atau komoditas dari satu negara ke negara lain. Sehingga dengan pengertian tersebut dapat pula di jelaskan bahwa ekspor merupakan kegiatan perdagangan yang sudah masuk dalam tingkat internasional. Berbicara mengenai ekspor, umumnya jenis ekspor ada dua macam yaitu ekspor langung dan ekspor tidak langsung.

Kegiatan Ekspor Langsung dan Tidak Langsung

Adapun untuk berbagai jenis kegiatan ekonomi yang termasuk dalam ekspor langsung dan tidak langsung ini menjadi sangat penting diketahuai oleh semua orang. Pasalnya kedua istilah ini saling berkaitan tapi tidak sama.

Dimana ekspor langsung adalah proses penjualan barang atau jasa yang dilakukan dengan melalui perantara yang mana tempatnya berada di negara tujuan yang hendak di kirimi barang pesanan yang telah di order. Penjualan ini dilakukan oleh distributor dan wakil dari perusahaan.

Sedangkan untuk ekspor tidak langsung adalah kegiatan perdagangan yang menjual barang atau jasa melalui perantara negara asal yang kemudian dijual oleh perantara tersebut. Biasanya kegiatan ekspor tidak langsung dilakukan oleh perusahaan manajemen ekspor dan perusahaan pegekspor.

Untuk memperjelasnya, maka berikut ini adalah kajian terkait dengan jenis kegiatan yang termasuk dalam ekspor langsung dan tidak langsung beserta dengan contohnya.

Ekspor Langsung

Jenis kegiatan yang ada pada ekspor langsung dibedakan menjadi beberapa macam yaitu sebagai berikut ini;

  1. Memahami dengan baik informasi barang

Pada saat anda akan mengekspor barang, maka dapat dibilang bahwa anda adalah pemilik atau orang yang dikuasakan oleh pihak tertentu untuk melakukan ekspor barang tersebut. Maka dari itu siapapun orang yang terlibat dalam kegiatan ekspor harus mengerti dengan betul jenis barang yang akan dikirim ke negara lain tersebut.

Bahkan mereka juga harus paham secara baik mengenai deskrips barang yang akan dikirim. Karena melalui sikap tersebut anda pasti akan lebih yakin mengirimkan barang tersebut, dan menjadi point tambahan bagi anda maupun perusahaan karena mengetahui barang produksinya dengan baik dan benar.

  1. Memberitahukan barang yang di ekspor ke KPPBC

Pada umumnya barang yang sudah anda ketahui dengan baik akan memberikan kemudahan bagi anda pula dalam memberitahukan barang kepada kantor pengawasan dan pelayanan bea cukai (KPPBC). Penyampaian perusahaan kepada KPPBC dapat berupa tulisan melalui formulir atau data elektronik yang telah dipersiapkan.

  1. Memahami ketentuan barang ekspor

Sebagai pengirim barang maka anda diharuskan untuk memahami ketentuan barang ekspor terlebih dahulu. Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan perijinan dari barang yang akan di ekspor tersebut. Karena pada dasarnya tidak semua barang ekspor akan di perbolehkan untuk dikirm ke luar negeri, sehingga segala ketentuannya harus dipahami terlebih dahulu.

Dengan memahami ketentuan barang ekspor anda nantinya dapat menjamin bahwa barang yang akan dikirim tidak melanggar ketentuan hukum yang berkaitan dengan pelanggaran maupun pembatasan barang ekspor itu sendiri. Secara tidak langsung maka proses ekspor dapat berjalan dengan baik.

  1. Memahami barang yang dilarang untuk ekspor

Kegiatan ekspor langsung yang berikutnya yaitu sebelum barang dikirimkan kepada pemesan maka alangkah baiknya jika pengekspor memahami barang yang dilarang untuk ekspor terlebih dahulu. Hal ini berkaitan dengan proses ekspor agar dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Apabila seseorang tidak memahami barang yang dilarang untuk ekspor, sedangkan barang yang akan dikirimnya merupakan barang yang dilarang, maka akan terjadi hambatan atau penolakan. Sehingga ekspor akan terjadi kegagalan.

  1. Memahami barang yang dibatasi untuk di ekspor

Sama halnya dengan barang yang dilarang untuk ekspor, maka dalam kegiatan ekspor langsung ini para pengekspor harus memahami dengan betul barang-barang yang dibatasi dalam kegiatan ekspor. Apabila seseorang tidak memahaminya dengan baik dan menerima pesanan dari pihak luar dengan jumlah yang banyak maka mereka akan membuatkan produk tersebut dengan jumlah banyak pula.

Namun sayangnya karena adanya batasan barang ekspor maka jumlah barang yang sudah dibuat tersebut tenyata tidak dapat dikirim semua secara langsung. Karena adanya batasan-batasna ekspor yang harus diikuti peraturannya. Sehingga dengan hal tersebut setiap pengekspor harus paham betul mengenai barang yang dibatasi untuk ekspor.

  1. Memahami barang bebas ekspor

Selain anda perlu memahami barang yang dilarang dan dibatasi untuk ekspor. Ternyata kegiatan ekspor langsung juga memgharuskan anda untuk memahami barang bebas ekspor. Alasannya agar anda dapat mengkategorikan jenis-jenis barang yang prosedurnya normal dan dapat dikirim ke pihak luar tanpa adanya batasan maupun perijinan yang sulit.

  1. Memahami adanya pengenaan bea keluar untuk beberapa barang ekspor

Kegiatan ekspor langsung juga harus memahami adanya pengenaan bea keluar untuk beberapa barang ekspor. Dengan pemahaman tersebut anda bisa menilai apakah barang yang akan anda kirim terkena bea keluar atau tidak. Karena pada dasarnya bea keluar adalah pungutan yang ditarik oleh negara sesuai dengan Undang-Undang Pabean.

Ekspor Tidak Langsung

Jenis kegiatan yang ada pada ekspor tidak langsung dibedakan menjadi beberapa macam yaitu sebagai berikut ini :

  1. Identifikasi pasar potensial

Kegiatan yang biasanya dilakukan dalam ekspor tidak langung diawali dengan identifikasi pasar potensial terlebih dahulu. Melalui identifikasi tersebut maka produsen dapat menentukan kira-kira barang seperti apa yang sedang diminati banyak kalangan dan akan laku banyak dalam pasar.

Sehingga identifikasi akan sangat membantu bisnis dalam pengembangannya. Sekaligus dapat memberikan keuntungan yang cukup banyak pula. Bahkan dalam identifikasi pasar potensial ini dapat melihat pula seberapa banyak orang yang minat terhadap barang tertentu namun belum cukup memiliki uang untuk membelinya.

Maka dari itu dari kegiatan ini pebisnis akan mencoba untuk membuat strategi yag tepat agar segala produk yang di produksinya dapat berhasil tembus ke pasar dan tetap mampu dibeli oleh konsumen dengan harga-harga yang terjangkau.

  1. Penyesuaian kebutuhan pasar dengan kemampuan

Hal lain yang perlu dilakukan dalam kegiatan ekspor tidak langsung yaitu mencari tahu terlebih dahulu kebutuhan pasar yang terjadi dalam waktu tersebut dan sistemnya untuk jangka panjang. Namun selama proses penyesuaian kebutuhan pasar tersebut harus dipahami pula seberapa siap atau kuat kemampuan dari konsumen.

Melalui pemahaman penyesuaian kebutuha pasar dengan kemampuan pembeli tersebut maka akan diperoleh informasi lengkap dan nyata sesuai dengan kondisi pasar. Sehingga proses pembuatan produk bisa disesuaikan pula dengan kebutuhan dan kemampuan orang-orang yang ada dalam lingkungan pasar secara global.

  1. Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah metode perencanaan yang dilakukan dengan cara atau teknik-teknik strategis untuk menilai sebuah kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunity), dan ancaman (threats). Analisis SWOT sangat penting untuk dilakukan agar dapat menilai sejauh mana perusahaan atau suatu bisnis dalam menciptakan produk unggulannya.

Melalui analisis SWOT ini pula maka anda juga bisa melihat apakah kira-kira produk yang akan dipasarkan memiliki daya jual yang tinggi atau tidak. Karena pada  analisis ini akan dinilai semua hal secara keseluruhan baik dari kelemahan atau kekurangannya sekalipun sehingga produk yang akan di hasilkan benar-benar produk yang bekualitas.

  1. Melakukan pertemuan dengan agen eksportir

Kegiatan ini merupakan salah satu contoh kegiatan ekspor tidak langsung yang paling penting. Karena pertemuan dengan agen eksportir merupakan salah satu cara utama yang harus dilakukan dalam ekspor tidak langsung ini. Secara umum pertemuan tersebut akan memudahkan anda dalam proses ekspor, karena barang atau produk yang telah anda buat akan dikirimkan melalui perantara yang telah anda temui sebelumnya.

Maka dari itu alangkah baiknya sebelum pengiriman barang dilaksanan, anda mencari informasi terlebihd dahulu sekiranya perusahaan atau agen eksportir mana yang memang bisa anda percaya untuk mengirimkan barang ke pihak luar.

Pada saat penentuan agen sudah anda yakini maka lakukan pertemuan dengan pihak tersebut dan barang dapat dikirim melalui perantara agen yang sudah anda yakini tadi.

Itulah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan jenis kegiatan yang termasuk dalam ekspor langsung dan tidak langsung beserta dengan contohnya. Semoga memberikan pemahaman untuk kalian yang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Nama saya Nada Puspitasari saat ini sedang menempuh studi pendidikan IPS di salah satu kampus negeri terbaik di Jawa Tengah. Selain menulis di website https://www.ipsterpadu.com saya juga sedang menyelesaikan studi S1 saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *