Jenis Disorganisasi Keluarga dan Dampaknya

Diposting pada

Jenis Disorganisasi Keluarga

Menjalani kehidupan dalam keluarga tentunya akan selalu ada kebahagian maupun masalah yang terjadi. Hal ini karena hubungan tersebut terjalin dengan banyaknya pemikiran yang berbeda-beda sehingga walapun dalam satu keluarga rasa saling menghargai pun tetap diperlukan. Bahkan bisa kita lihat ada beberapa kasus atau pemberitaan yang menjelaskan bahwa hubungan sosial keluarga bisa terpecah belah karena adanya faktor intern maupun ekstern.

Permasalahan dalam lingkungan keluarga tersebut disebut pula dengan istilah disorganisasi. Pada dasarnya disorganisasi ini terjadi karena adanya disfungsi peran oleh satu atau lebih anggota keluarga yang ada didalamnya. Selanjutnya proses disorganisasi ini bisa mempengaruhi proses sosial pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak dalam keluarga tersebut.

Disorganisasi Keluarga

Membahas persoalan disorganisasi, sebetulnya istilah ini memiliki makna tidak adanya kesesuaian atau keserasian pada bagian-bagian yang bentuknya utuh. Disorganisasi dianggap pula sebagai proses berpudarnya atau menghilangnya norma-norma dan nilai dalam masyarakat, khususnya dalam keluarga karena adanya perubahan-perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan.

Salah satu hal yang menjadi contoh disorganisasi diantaranya yaitu adanya masalah-masalah sosial yang membuat perpecahan atau keretakan suatu hubungan. Bahkan permasalahan ini tidak hanya mencakup hubungan sosial saja akan tetapi bisa sampai pada bidang lain seperti politik, ekonomi, sosial maupun budaya karena melemahnya nilai-nilai sosial.

Pengertian Disorganisasi Keluarga

Disorganisasi keluarga adalah keadaan yang terjadi dalam sebuah lingkungan dan memperlihatkan adanya ketidakserasian sehingga menimbulkan suatu kekacauan maupun perpecahan dalam kehidupan berkeluarga. Atas dasar inilah persatuan yang sifatnya kekal dan terdiri dari banyak anggota didalamnya mulai dari orang tua dan anak terpecah belah.

Jenis Disorganisasi Keluarga

Beberapa jenis disorganisasi keluarga yang dijelaskan sebagai berikut;

  1. Unit keluarga yang tidak lengkap

Keluarga yang tidak lengkap pada dasarnya bisa diakibatkan beberapa hal dan salah satu diantaranya yaitu karena adanya hubungan diluar perkawinan.

Kondisi semacam ini akan mengakibatkan seorang anak tidak memiliki keluarga yang lengkap terlebih lagi jika orangtuanya sama-sama tidak memperdulikan nasib anaknya sendiri. Maka sudah pasti korban paling utama adalah anak yang telah lahir didunia ini.

  1. Disorganisasi keluarga karena putusnya perkawinan

Putusnya perkawinan memungkinkan terjadinya disorganisasi keluarga. Alasannya antara orangtua akan berpisah dan tidak memiliki ikatan apapun lagi. Secara tidak langsung hal itu akan membuat anak merasa bingung atau bimbang harus mengikuti siapa dan kemungkinan akan merasakan dampak utama dari perceraian orangtuanya.

Dampak tersebut diantaranya kurangnya merasakan kasih sayangs secara utuh dari kedua orangtua, tidak adanya figure orangtua lengkap yang bisa dicontoh dan lain sebagainya.

  1. Krisis keluarga

Krisis keluarga dalam hal ini diartikan sebagai bentuk berkurangnya atau memudarnya suasana kehangatan dalam keluarga itu sendiri. Maka dari itu kondisi bisa menyebabkan disorganisasi keluarga karena dalam anggota tersebut sudah mulai terjadi ketidakserasian dan tidak berjalannya lagi fungsi afeksi dalam keluarga tersebut secara baik.

  1. Disorganisasi keluarga karena adanya kematian

Mortalitas atau kematian bisa terjadi pada siapapun manusia yang tinggal di muka bumi. Apabila kematian terjadi dalam suatu keluarga maka bisa saja disorganisasi dapat muncul, karena kurangnya pengendalian dalam keluarga itu sendiri.

Salah satu anggota keluarga yang meninggal, bisa menyebabkan anggota lainnya merasa kehilangan begitu dalam dan pada akhirnya tidak mampu lagi melaksanakan tugas yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya. Sehingga hal tersebut menyebabkan disorganisasi keluarga terjadi.

  1. Disorganisasi keluarga karena faktor intern

Perpecahan dalam keluarga bukan hanya terjadi karena faktor dari luar, akan tetapi bisa juga dipengaruhi faktor intern atau dari dalam.

Faktor ini kemungkinan dikarenakan adanya anggota dalam keluarga yang sudah mulai kehilangan rasa saling menghargai dan tidak dapat menjalankan kewajibannya dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Sehingga ketidakserasian dan perpecahan bisa muncul kapan saja.

Dampak Disorganisasi Keluarga

Dampak disorganisi keluarga adalah sebagai berikut;

  1. Perasaan frustasi

Perasaan frustasi bisa dialami anggota keluarga yang memang pada dasarnya dalam keluarga tersebut terjadi disorganisasi. Alasannya karena dalam keluarga selalu terjadi ketegangan baik antara individu atau masing-masing anggota tersebut. Mulai dari isti dan suami, anak, mertua dan lain sebagainya.

Pada dasarnya perseteruan dalam keluarga secaar tidak langsung bisa berkaitan dengan anak karena mereka cenderung akan mendapatkan tekanan batin secara terus menerus, terlebih lagi bagi mereka yang usianya masih kecil. Maka hal tersebut akan berpengaruh pula pada kestabilan emosi yang dimilikinya.

  1. Kenakalan remaja

Kenalakan remaja bisa disebabkan karena faktor dalam keluarga anak itu sendiri. Apabila suatu keluarga tidak harmonis dan kurang memberikan contoh yang baik pada anak, maka hal tersebut bisa membuat seorang anak mengalami masa pertumbuhan dengan tidak adanya panutan yang bisa ditiru.

Semua hal ini kemudian membuat anak harus mencari pelarian dari semua beban yang dia rasakan karena orangutan atau anggota keluarganya tidak memperhatikannya lagi. Sehingga mereka akan mencari figure baru yang ada diluar rumah dan bisa dengan mudah terpengaruh oleh banyak hal-hal negatif diluar sana.

  1. Kegagalan anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya

Karena adanya ketidakharmonisan dalam suatu keluarga maka secara tidak langsung hal tersebut akan membuat anak mengalami tekanan batin dalam dirinya. Sehingga membuat mereka gagal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan terdekatnya sendiri.

Pada akhirnya hal tersebut membuat mereka sulit dalam melakukan proses sosialisasi dengan dunia luar karena merasa takut dan canggung untuk memulai pembicaraan. Alasannya karena mereka malu dan ada sisi takut dalam dirinya bahwa dunia luar akan sama dengan yang dilihatnya selama ini di dalam rumahnya sendiri yaitu sebuah pertengkaran, perpecahan, maupun ketidakharmonisan itu sendiri.

  1. Kehilangan kehangatan di dalam keluarga antara orang tua dan anak

Kehangatan dalam sebuah keluarga akan pudar bahkan lama-kelaman hilang begitu saja pada saat disorganisasi keluarga itu terjadi. Karena masing-masing orang yang ada dalam keluarga tersebut merasa ingin benar sendiri serta tidak memikirkan dampak atau pengaruhnya pada anggota yang lain.

Sehingga keharmonisan, rasa cinta, kasing sayang semakin lama akan tergerus karena adanya sikap mementingkan diri sendiri.

  1. Melakukan tindakan kejahatan

Diorganisasi sosial bisa memberikan dampak yang begitu buruk untuk seorang anak. Perhatikan apabila anak melihat lingkungan keluarganya sendiri tidak bisa harmonis dan tidak sepenuhnya memberikan pendidikan maupun kasih sayang yang tulus maka hal tersebut akan sangat berpengaruh pada jiwa dan mental anak.

Kondisi psikologis seorang anak yang selalu tertekan bisa membuat mereka melakukan tindakan-tindakan yang ada diluar kendali mereka sendiri. Tentunya hal ini karena seorang anak kurang mendapatkan atensi/perhatian dari keluarganya sendiri.

Bisa juga karena kurangnya fasilitas yang seharusnya bisa diterima anak sesuai dengan usianya dan bisa merasakan hal yang sama dengan teman-teman lainnya, namun tidak didapatkan sama sekali, akhirnya membuat mereka berontak dan bersifat nakal.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa disorganisasi keluarga adalah suatu bentuk ketidakharmonisan keluarga sebagai satuan masyarakat dalam unit kecil dan umumnya dikarenakan kegagalan masing-masing anggota keluarga itu sendiri baik dalam melakukan tugas atau kewajibannya.

Sehingga dalam hal inimemudarnya norma-norma maupun nilai dalam lingkungan struktur masyarakat karena adanya perubahan kehidupan dalam lingkungan itu sendiri. Disis lainnya proses beralihnya tingkah laku manusia atau kebudayaan yang sudah dijalankannya selama ini dan berganti pada pola perilaku atau kepercayaan yang baru sehingga menimbulkan berbagai ketegangan pada interaksi antar kelompok.

Oleh karena itulah disorganiasi dalam keluarga tentu sudah pasti akan memberikan dampak untuk anggota keluarga itu sendiri, terutama adalah seorang anak yang memang seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari keluarganya sendiri.

Bahkan individu yang mengalami disorganisasi keluarga bisa saja menjadi bahan gunjingan umum, karena keluarganya terkenal buruk dan memiliki pengaruh negatif.

Demikianlah artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan macam-macam disorganisasi keluarga dan dampaknya bagi kehidupan sehari-hari. Semoga memberikan edukasi bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Nama saya Nada Puspitasari saat ini sedang menempuh studi pendidikan IPS di salah satu kampus negeri terbaik di Jawa Tengah. Selain menulis di website https://www.ipsterpadu.com saya juga sedang menyelesaikan studi S1 saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *