Data dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Fungsinya

Diposting pada

Data dalam SIG

Komponen Sistem Informasi Geografis yang dikenal dengan SIG terdiri atas berbagai jenis, yakni perangkat keras (hardware), perangkat lunak, manusia, dan juga data. Semua bentuk komponen ini saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Alasannya karena dalam objek studi geografi fisik sebagai ilmu sosial senantiasa berhubungan dengan etnis, budaya, linguistik (provence), iklim, dan topografi.

Dalam melakukan kajian terhadap penggambarannya tentusaja tidak terlepas daripada spesialisasi data yang kemudian menjadi unit administratif dalam melakukan proses analisa.

Data dalam Sistem Informasi Geografis (SIG)

Komponen perangkat keras, perangkat lunak, dan peran manusia manusia dalam SIG memiliki komponen lainnya juga, yaitu data. Dimana data ini senantiasa dilakukan proses pengelolah sehingga dapat menghasilkan informasi geospasial dan pengguna yang memanfaatkan hasil kerja SIG untuk bernagai keperluan.

Atas dasar inipula, data bisa dibilang sebagai komponen paling penting dan paling mahal, lantaran mampu membuat skema dari letak geografis berdasarkan sumber daya sehingga nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.

Jenis Data dalam Komponen SIG

Data yang diolah dalam komponen SIG bisa dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Spasial

Data spasial yaitu data yang berupa sistem koordinat, foto, dan peta lama yangmembrikan gambaran nyata suatu wilayah di permukaan bumi. Data spasial dapat direpresentasikan dalam bentuk grafik, peta, atau gambar dengan format digital.

Data spasial dapat disimpan dalam 2 bentuk. Yakni;

  1. Data Raster, yaitu data disimpan pada sel-sel (pixel) dengan penentuan nilai-nilai tertentu. Nilai tersebut akan menggambarkan apa sebenarnya arti dari tiap pixel tersebut. Misalnya data yang dihasilkan dari foto udara dan foto satelit
  2. Data Vektor, yaitu data yang berbentuk titik, garis (polyline), atau ruang (polygon) yang dilengkapi dengan data koordinat x,y,z
  1. Atribut

Data atribut merupakan sekumpulan data yang berupa statistik dan deskripsi, yang pada umumnya berbentuk data tabular yang berisi informasi- informasi yang dimiliki oleh obyek dalam data spasial. Atas dasar inilah menjadi proses pengaktegorian wilayah yang membedakan dengan perwilayah lainnya.

Konsep data atribut ini secara lebih luas yang menunjukkan sebagian dari permukaan bumi. Batas-batas wilayah berubah-ubah, ditetapkan untuk kenyamanan. Batas wilayah ditentukan oleh homogenitas dan keterpaduan bagian tersebut.

Dimana untuk batas wilayah ditentukan oleh organisasi aktivitas di beberapa tempat pusat. Misalnya, kota dan pedalamannya, atau daerah anak sungai), atau uniform, yang ditentukan oleh distribusi homogen dari beberapa fenomena di dalamnya. Misalnya saja seperti hutan hujan tropis.

Wilayahdalam data atribut ini dapat didefinisikan dalam istilah satu atau beberapa fitur atau dalam istilah yang mendekati konten total hunian manusia di suatu area.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa meluangkan waktu untuk memahami data dalam perspektif komponen SIG ini menjadi sangat penting. Hal ini karena geografi bisa sulit ditempatkan dalam berbagai bentuk industri ataupun akademis.

Seperti halnya semua pembangunan yang mengambil sumber daya alam senantiasa ditentukan oleh data. sehingga hal inipula menjadi ruang dan ilmu geografi.

Nah, demikinalah artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkaitan dengan macam data yang ada dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) beserta dengan fungsinya. Semoga memberikan wawasan bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *