Dampak Positif dan Negatif Memiliki Sifat Fanatisme

Diposting pada

Dampak Sikap Fanatisme

Sikap fanatisme seringkali bisa anda temukan dalam lingkungan bermasyarakat. Sebetulnya kondisi fanatisme yang dimiliki oleh orang lain merupakan bentuk cintanya terhadap suatu hal yang sudah sangat menempel terlalu dalam pada hatinya masing-masing.

Bahkan tak jarang karena arti sikap fanatisme yang terlalu menggebu-gebu akan membuat sebagian orang memiliki karakter yang cenderung sensitif mengenai pendapat yang sekiranya tidak bisa sepemahaman dengan mereka. Karakter inilah yang seharusnya bisa dihindari agar fanatisme mampu memberikan dampak berupa sikap positif yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan sikap negatif pada seseorang.

Fanatisme

Definisi fanatisme pada dasarnya merupakan karakter sesorang yang menunjukkan dukungan mutlak pada suatu hal tanpa didasarkan akal ataupun logika dari dalam diri seseorang itu sendiri. Kemungkinan besar apabila sikap fanatisme ini bersifat postif maka hal tersebut tentunya juga dapat memberikan kebaikan dalam hidup seseorang itu sendiri.

Karena nilai-nilai kehidupan yang dipelajari, didalami, dipahami, dimaknai, dilakukan dan diamalkan dapat membuat hari-harinya jauh lebih positif. Akan tetapi berbeda lagi jika sikap fanatisme tersebut bernilai negatif dalam diri seseorang.

Melalui sifat negatif tersebut individu akan memiliki rasa yang berlebihan dan selalu menentang terhadap hal – hal yang berbeda dengan pemahaman maupun pemikiran mereka sendiri.

Dampak Fanatisme

Pada dasarnya berbagai jenis fanatisme akan berdampak pada dua hal yaitu sifat positif dan negatif. Dampak positif pada sikap fanatisme ini cenderung akan membawa pribadi manusia lebih mengenal banyak hal baru dan memahaminya dengan baik.

Sehingga hal tersebut membuat dirinya merasa butuh banyak pengetahuan dan pemahaman lain untuk meningkat kualitas diri mereka.

Positif

Beberapa hal yang menjadi dampak positif dari adanya sikap fanatisme yaitu sebagai berikut ini :

  1. Memiliki pendirian yang kuat

Biasanya sikap fanatisme yang positif akan membuat seseorang memiliki pendirian yang lebih kuat. Akan tetapi pendiriannya ini berhubungan dengan sifat-sifat positif pula yang tidak menyebabkan mereka menghindar dari adanya pandangan maupun argument lain untuk mendukung pendirian mereka sendiri.

Pada dasarnya pendirian kuat ini dikarenakan seseorang meyakini bahwa prinsip dalam hidupnya adalah sesuatu yang baik dan patut utuk dipertahankan, selama hal tersebut tidak mengganggu kenyaman dari orang lain.

  1. Percaya kepada kepercayaannya dengan kuat

Sikap fanatisme juga memberikan dampak kepercayaan yang teramat kuat pada suatu pandangan yang telah dipegang oleh individu. Biasanya hal ini akan membuat seseorang sangat yakin atas yang selama ini menjadi alan hidupnya. Bahkan mereka tidak akan dengan mudah mengganti kepercayaannya tersebut dengan sesuatu yang lain.

Apabila hal itu terjadi maka individu akan memikirkan dengan matang-matang agar tidak terjadi salah tindakan maupun keputusan.

  1. Tidak mudah menerima segala sesuatu

Tidak mudah menerima segala sesuatu termasuk dampak positf dari sikap fanatisme. Penyataan ini dijelaskan bahwa seseorang akan menggali informasi lebih dalam terkait segala hal yang ada didepan matanya. Artinya mereka tidak bisa dengan mudah menerima segala hal yang baru apabila tidak dipahami, dimengerti, dan dimaknai terlebih dahulu secara mendalam.

  1. Tidak mudah terpengaruh dengan hal jahat

Manusia yang memiliki sikap fanatisme juga memiliki dampak positif yaitu tidak mudah terpengaruh dengan hal jahat. Artinya mereka memikirkan segala sesuatu dengan begitu baik dan setiap keyakinan yang sudah dipercayainya tidak mudah digoyahkan.

  1. Memiliki sikap yang baik

Sikap atau karakteristik baik merupakan salah satu dampak positif dari adanya fanatisme. Karena umumnya seseorang yang telah mencintai atau meyakini sesuatu dengan cara pandang yang positif biasanya akan melihat segala sesuatu dalam konteks yang lebih universal dan bukan berasal dari keinginan dirinya saja. Sehingga sifat tersebutlah yang menjadikan manusia menjadi lebih baik dan bijaksana.

  1. Tidak pernah melakukan sisi kejahatan

Sikap fanatisme yang dimiliki seseorang ternyata memiliki dampak positif untuk diri sendiri salah satunya yaitu tidak pernah melakukan sisi kejahatan. Hal ini karena setiap individu memiliki rasa kerpercayaan bahwa semua hal harus dilakukan dengan baik agar dampak yang dirasakan juga sama-sama baiknya.

Negatif

Fanatisme negatif yaitu membela dan mengikuti sebuah ideologi tanpa disertai argumentasi tepat (mutlak) kebenarannya dan buta (tidak mencari tahu akan kebenaran ajaran atau ideologi yang diikuti). Adapun hal ini akan berakibat;

  1. Fanatisme yang berlebihan hanya akan membuat kita mudah untuk membenci pihak lain

Pada dasarnya sikap kecintaan seseorang terhadap apa yang sudah diyakininya tanpa memikirkan secara logika ataupun menggunakan akal dengan benar akan membuat sesorang merasa bahwa dirinya yang paling betul. Secara tidak langsung perbuatan demikian akan membuat pribadi manusia sangat kaku dan selalu berfikir bahwa paham atau keyakinan yang paling benar adalah yang dipegangnya.

Oleh karena sikap fanatisme dapat membuat seseorang merasakan kebencian dengan orang lain yang tidak memiliki prinsip atau keyakinan yang sejalan dengan dirinya.

  1. Menimbulkan prasangka buruk pada orang lain

Prasangka buruk juga menjadi salah satu dampak negative dari adanya sikap fanatisme. Hal ini karna seseorang selalu berfikiran bahwa orang lain yang ada di luar kelompoknya sangat merugikan dan dianggap sangat buruk karena tidak sejalan dengan apa yang diyakini oelh individu tersebut.

  1. Melihat kekurangan dan keburukan dari kubu lain

Orang yang merasa bahwa dirinya paling baik dan benar cenderung akan sulit untuk melakukan intropeksi diri. Alasannya karena dalam hati mereka sudah dipenuhi rasa sombong dan rasa paling benar, sehingga mereka hanya mengganggap dan melihat kekurangan maupun keburukan dari pihak lain yang ada diluar kelompok mereka sendiri.

  1. Menimbulkan sikap Ekstremisme

Sikap ekstremisme umumnya terjadi karena fanatisme negatif dalam diri seseorang sudah begitu dalam. Sikap ini sebetulnya diartikan sebagai bentuk pemahaman yang diyakini secara berlebihan, mendalam dan bertentangan dengan pemahaman yang berbeda.

  1. Menimbulkan sikap radikalisme

Dampak negatif lainnya yaitu memunculkan sikap radikalisme dalam diri seseorang. Umumnya radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan proses sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastic karena adanya anggapan bahwa segala sesuatu yang diluar dari keyakinannya adalah keburukan terbesar yang harus diberantas atau dihancurkan.

  1. Menimbulkan kerusuhan

Kerusuhan pada masyarakat dapat terjadi karena adanya sikap fanatic berlebihan pada keyakinan yang telah dipercayai secara mendalam. Kerusuhan terjadi karena orang-orang akan menentang keyakinan lain yang berasal dari lar anggotanya.

  1. Menimbulkan perpecahan

Perpecahan pada lingkungan masyarakat juga bisa terjadi karena adanya sikap fanatik yang berlebihan. Alasannya karena antar kubu satu dengan lainnya yang memiliki kepercayaan berlebih dan berbeda pandangan tersebut selalu ingin menang sendiri sehingga perpecahan pada kedua kubu tersebut dapat terjadi dan menghilangkan sikap persatuan antar manusia.

  1. Menimbulkan sikap egosime yang tinggi

Sikap egoisme yang tinggi merupakan dampak negatif dari adanya fanatisme. Egosime ini didasarkan pada rasa seseorang yang sudah menutup diri untuk memiliki rasa empati maupun simpati pada orang lain. sehingga membuat dirinya merasa ingin memang sendiri dan tidak mau untuk mendengar pendapat dari orang lain sama sekali.

  1. Menyebabkan seseorang tidak memiliki rasa toleransi

Sikap fanatisme yang terlalu berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif yaitu tidak memilikinya rasa toleransi terhadap pandangan maupun prinsip yang orang lain pegang. Perbuatan semacam ini terjadi karena individu merasa bahwa keyakinannya merupakan pandangan yang paling benar dan wajib untuk selalu diikuti.

Sayangnya, sikap semacam ini menyebabkan seseorang kehilangan rasa untuk menerima perbedaan dan menghormati orang lain yang memiliki pandangan lain. Padahal seharusnya manusia sebagai makhluk sosial dalam hidup bermasyarakat harus memiliki rasa toleransi yang tinggi agar kedamaian dan rasa persatuan dapat dijunjung dengan tinggi.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapatlah dikatakan bahwa fanatisme adalah kepercayaan atas keyakinan yang dimiliki seseorang dan sifatnya terlalu kuat terhadap pandangannya pada suatu ajaran. Sehingga dalam perwujuatan contoh fanatik terlihat pada seseorang terhadap segala sesuatu yang terlihat sangat berlebihan.

Oleh karena demikianlah hal tersebut membuat individu menolak atau cenderung tidak ingin mendengar opini terhadap hal lain yang sekiranya sangat bertentangan dengan apa yang sudah diyakininya.

Demikianlah artikel yang bisa kami tuliskan pada segenap pembaca berkenaan dengan dampak positif dan negatif apabila memiliki sifat fanatisme yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberikan edukasi untuk kalian.

Gambar Gravatar
Nama saya Nada Puspitasari saat ini sedang menempuh studi pendidikan IPS di salah satu kampus negeri terbaik di Jawa Tengah. Selain menulis di website https://www.ipsterpadu.com saya juga sedang menyelesaikan studi S1 saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *