Dampak Eksploitasi Anak

Diposting pada

Dampak Eksploitasi Terhadap Anak

Setiap orang memiliki hak dan kewajiban sebagai warga Negara dan sebagai makhluk sosial beragama. Begitu pula dengan seorang anak. Anak memiliki hak dan kewajiban yang diatur dalam UUD 1945. Eksploitasi anak merupakan salah satu bentuk pelanggaran hukum lantaran memiiki dampak yang luar biasa bagi perkembangan seorang anak.

Eksploitasi Anak

Menurut Undang-undang no. 23 tahun 2002 mengenai perlindungan anak, eksploitasi anak adalah seorang anak oleh orangtua atau pihak lainnya yaitu menempatkan, membiarkan, meyuruh melakukan dan turut serta melakukan eksploitasi ekonomi maupun seksual terhadap anak.

Eksploitasi anak adalah tindakan yang tidak terpuji karena telah merampas hak-hak anak seperti hak mendapatkan kasih sayang dari orang tua, hak mendapatkan pendidikan yang layak, dan hak untuk memperoleh sarana bermain sesuai dengan usianya.

Eksploitasi Anak Menurut Para Ahli

Beberapa ahli mendefinisikan eksploitasi anak sebagai berikut:

  1. Martaja (2005), eksploitasi anak diartikan sebagai tindakan memanfaatkan sesorang secara tidak etis demi keuntungan diri sendiri.
  2. Joni (2006), Joni mendefinisikan eksploitasi anak sebagai sutu tindakan memperalat seeorang dengan tujuan untuk memenuhi kepentingannya sendiri.
  3. Suharto (2005), Menurut Suharto, eksploitais anak merupakan suatu sikap diskriminatif atau perlakuan yang dilakukan secara sewenang-wenang.

Dampak Eksploitasi Anak

Akibat yang ditimbulkan dari eksploitasi anak antara lain:

  1. Perubahan perilaku pada anak

Memperlakukan anak secara sewenang-wenang ternyata dapat berpengaruh terhadap perkembangan dan perilaku anak. Anak akan meniru perilaku yang diterimanya dari orang lain. Memperlakukan anak secara sewenang-wenang akan membuat anak merasa takut.

Rasa takut dalam diri anak akan mendorong anak berbohong untuk menghindari hal buruk yang mungkin akan diterimanya.

Dampak lain yang ditimbulkan adalah anak tidak mengenal rasa kasih sayang dari keluarga maupun orang-orang terdekatnya. Hal ini juga berdampak pada anak yang tidak mudah percaya pada orang lain bahkan takut untuk didekati oleh orang lain.

  1. Harga diri anak rendah

Perbuatan yang tidak semestinya dilakukan terhadap seorang anak akan berdampak pada harga diri anak. Anak akanmerasa minder untuk melakukan sesuatu. Dia merasa tidak pantas untuk mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan.

Perlakuan buruk terhadap anak membuat anak merasa dirinya tidak berharga. Seorang anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan justru akan merasa tidak ada yang dapat melindungi dirinya.

  1. Gangguan dalam perkembangan psikologis

Perlakuan buruk yang diterima oleh anak tidak hanya berdampak pada perilakunya saja, tetapi juga berdampak pada mental anak. Tekanan-tekanan yang diberikan kepada anak akan menganggu perkembangan mentalnya. Hal ini akan berpengaruh terhadapa interaksi dan hubungan sosial anak dalam lingkungan masyarakat.

Eksploitasi Anak di Indonesia

Beberapa jenis eksploitasi anak yang bisa menjadi contoh yang nyata. Misalnya saja dalam hal ini tindakan penjualan anak yang secara nyata itu dilarang oleh negara, ataupun adanya tindakan seseorang yang memerintahkan kepada anak-anak untuk mengemis di jalanan. Padahal semestinya ia tidak melakukan hal tersebut lantaran usianya adalah perkembangan yang baik untuk menempuh pendidikan.

Dari penjabaran diataslah, secara umum eksploitasi anak merupakan pemanfaatan secara sewenang-wenang terhadap suatu hal untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Sehingga dalam hal ini dianggap sebagai penyimpangan sosial di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *