Contoh Sosialisasi dalam Masyarakat

Diposting pada

Contoh Sosialisasi di Masyarakat

Tanpa disadari, proses sosial dalam bentuk sosialisasi sering terjadi dalam masyarakat. Sosialisasi melibatkan lebih dari satu orang. Pengertian sosialisasi serta beberapa contoh tindakan masyarakat yang termasuk dalam sosialisasi akan dibahas dalam artikel berikut ini.

Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses pertukaran ide atau gagasan antara dua orang atau lebih yangmana ide maupun gagasan yang disampaikan memiliki potensi untuk saling mempengaruhi satu sama lain. Sosialisasi dapat juga diartikan sebagai proses pengenalan suatu hal baru yang dilakukan oleh seseorang yang lebih berpengalaman.

Peran sosialisasi dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Masyarakat memperoleh informasi baru dalam mengenal lingkungan kehidupannya. Sosialisasi sering kali disebut sebagai salah satu proses pengendalian sosial untuk mengatur kehidupan kelompok masyarakat.

Sosialisasi sebenarnya sudah kita peroleh sejak lahir. Proses sosialisasi yang diperoleh sejak lahir yang akhirnya akan membentuk jati diri individu. Dalam proses sosialisasi maupun pengendalian sosial, individu mempelajari serta mengembangkan pola pikir dan pola perilakunya.

Proses sosialisasi yang diperoleh oleh individu akan membentuk satu kesatuan kecakapan dan pola-pola nilai yang tertanam dalam dirinya, serta penyesuaian-penyesuaian diri untuk menyatukan persepsi terhadap cara hidup lingkungan sekitar. Tak dapat dipungkiri, proses sosialisasi memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

Upaya penyatuan persepsi dalam masyarakat memerlukan proses interaksi yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Tidak mudah bagi seseorang maupun sekelompok orang untuk menerima pandangan dan unsur baru dalam kehidupannya. Tak jarang proses sosialisasi tidak dapat berjalan dengan baik karena masing-masing pihak yang terlibat sama-sama mementingkan egonya sendiri.

Sikap sosial yang tinggi berpengaruh terhadap keberhasilan proses sosialisasi. Perbedaan pendapat dalam proses sosialisasi wajar terjadi ketika seseorang ingin mengetahui hal-hal baru tetapi belum bisa menerima secara keseluruhan apa yang diharapkan dari proses soialisasi.

Hubungan sosial semakin erat terjalin ketika semua pihak yang terlibat mampu menerima secara terbuka proses sosialisasi yang terjadi. Penerimaan terhadap sistem baru bagi semua pihak yang terlibat, menjadi salah satu indikasi keberhasilan dari proses sosialisasi. Adanya perubahan pola pikir dan pola tingkah laku merupakan kelanjutan dampak proses sosialisasi yang berjalan dengan baik.

Tanpa sosialisasi, proses perkembangan dalam berbagai aspek kehidupan tidak dapat berjalan dengan baik. Inovasi dan penanaman paham-paham baru terhadap individu maupuan masyarakat secara keseluruhan berpotensi membentuk sistem masyarakat yang terbuka.

Contoh Sosialiasasi

Secara keseluruhan, sosialisais memiliki beberapa jenis tergantung pada cakupannya. Untuk memahami lebih dlaam mengenai sosialisasi, berikut ini akan dipaparkan beberapa contoh sosialsiasi yang ada di masyarakat, antara lain:

  1. Orang tua menanamkan nilai tata krama dan sopan santuk kepada anaknya agar menjadi pribadi yang memiki juwa sosial tinggi. Proses sosial terjadi ketika sang anak mampu menerima dan memahami nilai yang diajarkan dengan baik, yang selanjutnya akan diterapkan dan dijalankan dalam kehidupannya menuju proses pendewasaan. Dalam hal ini, proses sosial terjadi secara primer.
  2. Guru ngaji mengajarkan ngaji kepada santrinya. Hal ini bertujuan agar pihak yang menerima sosialisasi yang dalam konteks ini adalah santri, mau memahami bacaan-bacaan al-Quran. Sosialisasi ini memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak.
  3. Ayah memarahi anaknya karena tidak mau mengerjakan PR yang diberikan oleh guru di sekolah. Dalam konteks ini, sang ayah menginginkan anaknya untuk belajar disiplin dan bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi tugasnya.
  4. Hani menegur temanya yang tidak mau melaksanakan piket. Tindakan yang dilakukan Hani bertujuan agar temannya mau melaksanakan tanggungjawab yang telah diberikan kepadanya. Berhasil atau tidaknya proses sosialisasi ini, tergantung pihak yang diberikan sosialisasi apakah mau menerapkan apa yang diperintahkan kepadanya.
  5. Tegur sapa dan saling tersenyum ketika berpapasan dengan tetangga. Hal ini bertujuan untuk mempererat hubungan sosial antar pihak. Semua yang dilakukan dalam proses sosialisai memiliki tujuan.
  6. Kegiatan rapat Desa yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali untuk menyampaikan laporan perkembangan desa selama satu tahun dari masing-masing bagian. Proses sosialisasi dalam hal ini bertujuan sebagai langkah pertanggungjawaban tugas yang dibebankan kepada masing-masing bidang.
  7. Para remaja masjid de desa X berdiskusi untuk membahas dan mempersiapkan agenda-agenda yang akan dilaksanakan selama bulan ramadhan yang mampu memberi nilai positif bagi masyarakat dari semua usia, bulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.
  8. Melaksanakan kegiatan lomba-lomba antara warga untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Proses sosialisasi ini memiliki tujuan agar masyarakat tidak lupa dan menghargai perjuangan para pahlawan Indonesia yang dengan kerja keras berjuang untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  9. Kegiatan diskusi yang dilakukan di kelas untuk memilih pengurus kelas yang dilakuakn di awal semester baru. Hal ini berjuan agar dalam proses pembelajaran maupun dalam mengatur urusan dan kebutuhan kelas terdapat pembagian tugas masing-masing. Dalam hal ini, sosialisasi bersifat positif.
  10. Mengajak teman untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial, salah satunya adalah kegiatan donor darah. Proses sosialisasi ini dikatakan berhasil apabila pihak yang diajak mau untuk ikut berpartisipasi mendonorkan darah demi tujuan sosial.
  11. Sosialisasi keamanan lingkungan yang dilakukan oleh pihak terkait seperti ketua RT/RW, pemerintahan desa, anggota musyawarah pemerintahan kecamatan (muspika). Proses sosialisai ini merupakan sosialisasi sekunder yang melibatkan banyak pihak.
  12. Sosialisasi bahaya penyalahgunan narkotika yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dilakukan di semau sekolah menengah atas di kabupaten X. hal ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa untuk tidak mengkonsumsi narkoba.
  13. Penyuluhan pengolahan hasil perkebunan berupa sayuran untuk memberikan gambaran dan inovasi baru terhadap olahan sayuran yang sehat dan diminati semua umur, khusunya anak kecil yang tidak suka terhadap sayuran. Proses sosialisasi ini juga dilakuakn untuk membantu meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.
  14. Pengenalan produk baru yang dilakukan oleh marketing kepada para konsumennya untuk menunjukan keunggulan dan kelebihan produk.
  15. Kampanye yang dilakukan oleh para calon kepala desa untuk memperkenalkan visi, misi, dan tujuan untuk membangun dan menciptakan kemajuan desa serta mengenalkan program-program kerja yang akan dilaksanakan selama masa kepemimpinannya. Proses sosialisasi ini akan menciptakan rasa sling mempengaruhi satu sama lain.
  16. Sosialisasi pemilihan umum yang dilakuakn oleh komisi pemilihan umum (KPU) daerah setempat yang bertujuan untuk menunjukan kepada masyarakat cara memilih yang baik dan benar sesuai azas pemilu yaitu LUBER JURDIL.
  17. Guru menjelaskan kepada para muridnya tentang pentingnya hidup bersih dan hidup sehat agar para siswa senantiasa menjaga kebersihan dan terhindar dari berbagai macampenyakit. Proses sosialisasi ini termasuk ke dalam sosialisasi yang bersifat positif.
  18. Seorang murid yang bercerita dengan murid lain mengenai pengalamnya selama liburan sekolah.
  19. Menghadiri acara resepsi pernikahan kerabatnya. Sosialisasi dalam hal ini memiliki tujuan untuk mempererat hubungan satu sama lain. sosialisasi ini juga menunjukan sikap peduli serta rasa saling menghormati dan saling menghargai.
  20. Mengadakan kegiatan membangunkan sahur keliling kompleks dengan anak-anak sekitar untuk membangunkan warga. Hal ini juga sebagai bentuk kerukunan yang terjalin antarwarga.
  21. Danu bekerja sebagai penjual koran untuk membantu ibunya dalam memenuhi perekonomian keluarga. Dalam hal ini, Danu menunjukan proses sosialisasi dengan berupaya menempatkan diri pada posisi orang lain yaitu ayahnya, yang sudah meninggal sehingga ia menjadi tulang punggung keluarga.
  22. Ayah memberikan hukuman kepada anaknya karena tidak mematuhi perintah. Proses sosialisasi ini disebut dengan sosialisasi represif, yaitu menggunakan hukuman sebagai konsekuensi atas kesalahan yang dilakukan.

Itulah artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca. Berkenaan dengan ragam contoh-contoh sosialisasi yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat. Semoga bisa memberikan edukasi dan bahan bacaan bagi kalian yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *