Contoh Sikap Negatif dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Sikap Negatif Adalah

Kehidupan sehari-hari dalam setiap makna masyarakat tentu saja akan mengalami berbagai macam hal, baik hal tersebut bersifat positif ataupun yang bersifat negatif. Tentu saja dengan keberadaan hal tersebut, kita sebagai seorang manusia harus menyikapinya dengan sebaik mungkin. Namun, walaupun kita telah mengusahakan hal yang sebaik-baiknya, tentu saja akan ada kalanya kita akan menyikapi permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat dengan menggunakan sikap yang negatif.

Sikap Negatif

Sikap negatif adalah sikap yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma kehidupan yang berlaku dalam masyarakat atau bahkan merupakan hal yang bertentangan dengan norma masyarakat.

Arti sikap negatif merupakan sikap kebalikan dari sikap positif, yang tidak sesuai dengan norma-norma masyarakat yang berlaku, serta menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang yang berinteraksi dengannya.

Contoh Sikap Negatif

Adapun untuk perwujuatan yang ditemukan dalam contoh sikap negatif cukup banyak kita temukan, antara lain sebagai berikut;

  1. Tidak bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Tidak bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan salah satu sikap negatif yang ada dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat. Sikap negatif tersebut terlihat dari seseorang yang tidak melaksanakan perintah Tuhan Yang Maha Esa dengan cara tidak melakukan segala perintah dan larangan-Nya.

Selain itu juga, melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama dan keyakinan masing-masing tersebut merupakan salah satu wujud bahwa seseorang sebagai makhluk sosial yang tidak bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

  1. Mengabaikan Perintah Orang Tua

Mengabaikan perintah orang tua adalah salah satu sikap negatif yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari, terutama di dalam lingkungan keluarga. Sikap tersebut tentu saja tidak boleh dilakukan oleh seorang anak.

Selain tidak boleh dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, di dalam agama juga sikap ini sangat dilaknat dan akan di hukum seberat beratnya di akhirat sana. Hal tersebut tentu saja menjadikan seorang anak menjadi anak yang tidak baik dan bisa menjadi anak yang durhaka. 

  1. Tidak menjaga nama baik keluarga

Contoh lain dari sikap negatif yang ada dalam kehidupan sehari-hari adalah sikap tidak menjaga nama baik keluarga. Sikap tidak menjaga nama baik keluarga tersebut merupakan salah satu sikap yang bertentangan dengan norma didalam masyarakat.

Sikap tersebut terlihat dalam berbagai bentuk perlakukan yang diberikan kepada orang tua, misalnya pulang bermain dengan teman terlalu larut, bersikap tidak sopan dengan sesama tetangga, menyebarkan berita tak benar, membuat malu keluarga dengan cara menjelek-jelekan nama orang tua, dan lainnya. 

  1. Tidak Menghormati Anggota Keluarga

Tidak menghormati sesama anggota keluarga adalah salah satu bentuk sikap negatif yang ada dalam kehidupan sehari-hari, terutama di dalam lingkungan keluarga. Sikap tersebut tentu saja akan dapat merusak hubungan antar anggota keluarga.

Sikap tidak menghormati anggota keluarga bisa terlihat pada perilaku yang dilakukan oleh salah seorang anggota keluarga yang tidak sopan kepada yang lebih tua. 

  1. Malas

Malas malasan adalah sikap negatif yang cukup sering menghampiri kita dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sikap malas tersebut mudah datang dan mudah pergi. Jika sikap malas sudah menyelimuti diri kita, kita pasti enggan untuk mengerjakan apapun sekalipun itu adalah kegiatan rutinitas kita setiap hari sepertinya.

Kita menjadi berat hati untuk mengerjakannya. Jika penyakit malas itu dating, apapun yang kita kerjakan menjadi tidak akan pernah maksimal.

  1. Bekerja Seperlunya

Sikap negatif yang ada di kehidupan sehari-hari berikutnya ialah bekerja dengan seperlunya. Sikap ini biasanya lahir dari sikap malas, jadi jika sedang malas, pekerjaan pun akan dikerjakan seperlunya atau dilakukan dengan prinsip “yang penting selesai” dan tidak mengerahkan kemampuan terbaik serta tidak maksimal dalam pengerjaannya, sehingga pekerjaan yang dihasilkan pun menjadi seadanya saja.

Padahal, jika segenap daya dan upaya dikerahkan dalam melakukan pekerjaan akan menghasilkan sesuatu yang lebih bagus dan lebih baik lagi dan bisa mengeluarkan segenap kemampuan diri dengan lebih besar lagi. 

  1. Bergantung Pada Orang Lain

Bergantung pada orang lain adalah sikap negatif berikutnya. Sikap yang tidak mandiri membuat kita menjadi bergantung pada orang lain. Hal ini dapat terlihat ketika kita merasa agak segan untuk pergi ke suatu tempat yang baru jika tidak ada yang menemani.

Kita tidak bisa ke tempat yang asing sendirian dan harus mengajak seseorang untuk menemani kita ke tempat tersebut. Kita juga tidak bisa hidup sendiri tanpa orang-orang di sekeliling kita. 

  1. Pemalu (Tidak Percaya Diri)

Sikap negatif selanjutnya ialah pemalu. Sikap pemalu umumnya muncul ketika seseorang harus tampil di muka umum dan berhadapan dengan orang banyak. Walaupun sudah sering melakukan presentasi di depan kelas, rasa percaya diri seseorang terkadang belum juga timbul.

Kita juga sering merasa tidak percaya diri dalam mengemukakan pendapat. Walaupun dalam hati ingin sekali menyampaikan pendapat kita, namun rasa tidak percaya diri itu timbul. Hal tersebut dikarenakan takut dengan pikiran orang lain terhadap diri kita. 

  1. Kaku (Tidak Mudah Menyesuaikan Diri)

Dari sikap pemalu di atas, timbulah sikap kaku dalam diri seseorang. Sikap ini biasanya timbul jika bertemu dengan orang baru dan berada di tempat yang baru. kalau kita adalah orang yang sukar beradaptasi dengan hal-hal baru, butuh waktu yang relatif lama bagi kita ketika berada di suatu tempat yang baru untuk bergabung dengan orang-orang baru maka itu disebut dengan kaku.

Sikap ini akan hilang kalau kita sudah bisa beradaptasi dengan tempat baru dan orang-orang baru dan jika kita sudah „akrab‟ dengan hal-hal baru tersebut maka kita akan sulit untuk melepaskannya atau berpisah dengan hal-hal tersebut. 

  1. Mudah Menyerah

Sikap negatif selanjutnya ialah mudah menyerah. Entah mengapa kita sering merasa putus asa jika ada hambatan-hambatan yang menghalangi hidup kita. Kita perlu motivasi dan semangat yang besar agar kita bisa bangkit dari keputus-asaan kita.

Sepertinya akan sulit menghilangkan sikap gampang menyerah tersebut, namun kita perlu terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih tegar lagi dalam menghadapi masalah. 

  1. Mencuri

Mencuri adalah mengambil properti milik orang lain tanpa ijin pemiliknya. Sikap ini banyak sekali ditemukan di kalangan masyarakat yang notabennya sangat terdesak oleh keadaan. Perbuatan ini adalah termasuk perbuatan kriminal yang membuat sang pelaku dapat di penjara sesuai dengan berat kasus pencuriannya.

  1. Tidak Mengikuti Kerja Bakti

Kerja bakti bukanlah sebuah kegiatan favorit banyak orang. Banyak dari anggota masyarakat bahkan akan berusaha menghindarinya ketika undangan dari RT atau RW meminta mereka untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Banyak orang menganggap bahwa hal ini adalah sesuatu yang sia-sia dan hanya menghabiskan waktu saja.

Mereka lebih suka menghindar atau membayar supaya bisa terhindar dari keharusan untuk hadir.Padahal, kerja bakti merupakan salah satu perwujudan dari gaya hidup hijau atau gaya hidup ramah lingkungan.

  1. Tidak Mengikuti Siskamling

Siskamling adalah suatu kegiatan upaya untuk mencegah gangguan kamtibmas yang dikembangkan oleh Polri dengan membangkitkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dan peduli serta meningkatkan kepekaan dan daya tangkal masyarakat terhadap masalah keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing.

Namun banyak masyarakat sekarang sudah tidak mengikuti kegiatan siskamling ini dengan berbagai alasan mereka. Kesadaran masyarakat yang masih rendah akan pentingnya mengkuti siskamling. 

  1. Sombong

Sikap negatif yang sering muncul dan terjadi dalam lingkungan masyarakat bahkan dalam kehidupan sehari-hari adalah sikap sombong. Sombong sering disebut dengan istilah takabbur atau marahan. Disadari atau tidak, terkadang seseorang sering menampakkan sikap angkuh dan sombongnya. Sikap sombong ini biasanya akan dijauhi oleh orang-orang disekitar.

  1. Tidak Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Contoh lain dari sikap negatif dalam kehidupan sehari-hari adalah tidak mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. Tidak mengerjakan pekerjaan rumah sudah menjadi kebiasaan bagi para pelajar yang tidak rajin dalam sekolahnya. Mereka biasanya menganggap remeh sebuah pekerjaan dirumah yang akhirnya akan di kerjakaan di sekolah dan itupun menyontrk teman yang sudah mengerjakan pekerjaan rumah nya.

  1. Mencontek

Di dalam lingkungan sekolah, mencontek adalah hal negatif yang sering dilakukan oleh kebanyakan siswa atau peserta didik. Mencontek telah menjadi salah satu budaya dalam kehidupan di sekolah. Mencontek adalah perbuatan atau cara-cara yang tidak jujur, curang dan menghalalkan segala macam cara yang dilakukan seseorang untuk mencapai nilai yang terbaik dalam menyelesaikan tugas terutama pada ulangan atau ujian.

Hal tersebut tentu saja masuk ke dalam bentuk sikap yang negatif dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam lingkungan sekolah. 

  1. Acuh Tak Acuh

Sikap acuh tak acuh atau disebut juga cuek atau masa bodo ialah suatu sikap yang familiar di kalangan masyarakat dimana orang tersebut tidak peduli dengan lingkungan dan suasana sekitarnya. Orang ini biasanya akan di jauhi oleh orang-orang terdekatnya sehingga tidak mempunyai banyak teman.

  1. Meremehkan dan Menjatuhkan Karakter

Kita semua perlu kritik sebagai bahan pelajaran.Kritik yang baik ialah kritik yang bisa membangun dan memotivasi agar bisa berkembang jadi pribadi yang lebih baik lagi.Kritikan yang terkesan meremehkan, mencemooh, bahkan menjatuhkan karakter dengan omongan yang tidak mengenakkan bukanlah perilaku yang pantas untuk dimaklumi.

  1. Sikap Manipulatif

Sikap ini merupakan sikap seseorang yang manipulatif untuk mengendalikan orang di sekitarnya untuk memenuhi apa yang ia mau. Pelaku bisa melakukan berbagai macam cara untuk membuat kita sebagai korban merasa bersalah dan mencurigai dirinya sendiri.

  1. Tidak Mau Mendengarkan

Perilaku buruk ini termasuk ke dalam golongan manipulatif. Jadi, jangan menyalahkan diri sendiri dengan mengatakan bahwa kita memilih waktu diskusi yang salah dan sebagainya. Kesalahan bukan terletak pada kita, tetapi pada sikap buruk kita yang ditunjukkan oleh teman atau pasangan yang berusaha menghindari pembicaraan.

  1. Memperlakukan dengan Penghinaan

Mengejek, menertawakan, dan memperlihatkan gerakan fisik seperti memutar bola mata untuk menunjukkan penghinaannya terhadap kita menjadi sikap yang tidak perlu kita tolerir. Setiap hubungan yang sehat baik pertemanan maupun hubungan romantis membutuhkan sikap saling menghargai dan menghormati.

  1. Mengesampingkan Pikiran dan Perasaan

Orang yang selalu mengesampingkan peraaan dan fikiran seseorang baik dengan menertawakan atau tidak menganggap penting apa yang Anda pikirkan perlu Anda jauhi. Pasalnya dalam sebuah hubungan saling mendengarkan pendapat dan perasaan masing-masing menjadi sebuah hal wajib yang justru sebaiknya dilakukan.

  1. Mengkonsumsi Narkoba

Sikap yang tidak patut dicontoh dan sikap yang dilarang  oleh Pemerintah dan juga Agama dimana mengkonsumsi narkoba didalam agama itu di haramkan. Efek yang ditimbulkan akan berpengaruh pada kondisi kesehatan dan fisik yang buruk hingga dapat menimbulkan korban jiwa.

  1. Mengkonsumsi Minuman Keras

Sikap ini juga dilarang oleh pemerintah dan di haramkan oleh agama.Orang yang sedang mengkonsumsi minuman keras ini  sudah pasti tidak bisa di kontrol. Efeknya akan berdampak pada kondisi kesehatan dan lingkungan sekitar.

  1. Menggunjing

Menggunjing adalah perbuatan yang sangat menjijikkan jiwa dan hati manusia, sampai-sampai Allah ta’ala dalam ayat diatas menyerupakannya dengan memakan bangkai orang yang ia gunjingkan. Ironisnya, sangat sedikit yang bisa menghindarkan diri dari kezaliman yang satu ini. Bahkan orang yang ahli ilmu dan ahli ibadah bisa saja terjatuh didalamnya.

Nah, itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkap yang bisa kami bagikan kepada segenap pembaca terkait dengan beragam contoh sikap negatif yang sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *