Contoh Perilaku Menyimpang dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Contoh Perilaku Menyimpang

Kehidupan bermasyarakat tentu saja akan mengalami berbagai macam situasi, yang terkadang situasi tersebut bisa saja akan bertentangan dengan apa yang kita harapkan. Dalam definisi masyarakat pada umumnya memiliki dua bagian dalam kehidupan yaitu akan ada bagian yang baik atau yang teratur dan juga ada bagian yang buruk atau pun menyimpang. Namun, disini yang akan dibahas adalah masyarakat yang berada di bagian yang kurang baik atau biasa yang disebut dengan penyimpangan sosial.

Prilaku Menyimpang

Prilaku menyimpang untuk kajian dalam makna sosiologi masuk dalam kategori penyimpangan sosial yang merupakan perilaku yang bertentangan dengan norma–norma yang berlaku di masyarakat dan menimbulkan usaha yang berwewenang mengatasi penyimpangan sosial untuk bertindak.

Faktor penyebab prilaku menyimpang ini tentu saja masih dapat diberikan toleransi, apabila tidak melanggar batas–batas hukum yang berlaku. Apabila perilaku menyimpang tersebut sudah melewati batas hukum yang berlaku tersebut, maka hal tersebut dapat ditindak lanjuti oleh pihak yang berwajib.

Contoh Perilaku Menyimpang

Adapun untuk beberapa contoh mengenai perilaku menyimpang yang ada di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, adalah sebagai berikut;

  1. Melanggar Lalu Lintas

Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus pelanggaran lalu lintas yang cukup banyak. Sebagian besar masyarakat di Indonesia masih terbiasa serta memaklumi perbuatan yang melanggar lalu lintas. Jangankan masyarakat, bahkan pihak kepolisian pun seakan membiarkan pelanggaran tersebut, sehingga meskipun secara hukum perbuatan pelanggaran terhadap lalu lintas itu salah.

Namun pada kenyataannya hal tersebut tidak selalu salah pada norma yang ada pada masyarakat, karena pelanggaran tersebut sudah menjadi kebiasaan dari masyarakat. Melanggar lalu lintas tentu saja akan menyebabkan lalu lintas menjadi tidak teratur dan rentan terjadi kecelakaan lalu lintas.

  1. Tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR)

Pekerjaan rumah atau PR yang diberikan oleh guru mata pelajaran tentu saja bertujuan agar peserta didik dapat belajar dan mengulang kembali pelajaran yang telah diberikan dan memperdalam materi siswa yang diberikan oleh guru ketika di sekolah agar dapat dilakukan ketika sedang berada di rumah.

Namun, pada kenyataannya yang terjadi adalah peserta didik kebanyakan malas untuk mengerjakan PR atau lupa untuk mengerjakannya, maka guru berhak memberikan sanksi kepada siswa yang bersangkutan. Hal tersebut tentu saja merupakan contoh penyimpangan sosial yang kerap terjadi di kehidupan sehari-hari.

  1. Membolos sekolah

Salah satu tempat yang kerap terjadi penyimpangan sosial adalah di sekolah. Salah satu penyimpangan tersebut tentu saja tidak lain adalah membolos sekolah. Pada awalnya, mereka pamit kepada orang tua dari rumah untuk berangkat sekolah.

Namun, pada kenyataannya mereka tidak sampai ke sekolah. Mereka malah asik bermain Playstation sepanjang hari, ke warnet untuk bermain game online, atau pun bahkan jalan–jalan keliling kota tidak jelas serta nongkrong-nongkrong yang kurang jelas. Hal tersebut tentu saja merupakan perilaku yang kurang baik yang kerap dilakukan oleh para peserta didik.

  1. Tawuran pelajar

Tawuran antar pelajar merupakan salah satu contoh perilaku penyimpangan sosial yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari, terutama di daerah kota. Tawuran antar pelajar pada biasanya dilakukan oleh pelajar laki–laki.

Tawuran pelajar tersebut biasanya disebabkan oleh banyak faktor yang mendukung. Dimulai dari terjadinya gesekan antar salah satu pelajar hingga tradisi antar sekolah yang memang sudah saling bermusuhan sejak lama. Hal tersebut tentu saja akan sangat meresahkan bagi kebanyakan orang, baik bagi sekolah ataupun masyarakat sekitar.

  1. Kebiasaan Menyontek

Menyontek merupakan kebiasaan menyimpang yang kerap sekali terjadi, yang mana kebiasaan tersebut mirip dengan perilaku menyimpang yang bernama korupsi. Jika pada perilaku menyimpang korupsi dilakukan oleh para pejabat yang ingin kaya dengan cepat dan tanpa usaha, maka perilaku menyimpang yang dilakukan para siswa yaitu  menyontek tentu saja bertujuan untuk mendapatkan yang nilai bagus tanpa adanya usaha untuk belajar terlebih dahulu.

Kebiasaan menyontek disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal berupa lingkungan belajar yang buruk, sistem pendidikan yang buruk, kurangnya pengawasan, dan ada perlakuan khusus kepada murid yang pintar. Sedangkan faktor internal meliputi malas belajar dan tidak suka membaca.

  1. Membuang Sampah Sembarangan

Membuang sampah sembarangan merupakan perilaku menyimpang yang sayangnya sampai saat ini masih belum dianggap menyimpang oleh masyarakat Indonesia. Buktinya masih banyak masyarakat yang biasa membuang sampah rumah tangga ke sungai dan seseorang yang membuang sampah di jalanan atau di sembarang tempat.

Untuk melihat bukti nyata, cobalah mengunjungi suatu event di tempat umum dan lihat bagaimana kondisi sampahnya. Meskipun sudah ada peraturan dan sanksi dari pemerintah, namun tampaknya aturan tersebut belum benar-benar ditegakkan.

  1. Berbicara Kasar

Berbicara kasar merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang yang paling umum terjadi di masyarakat. Berbicara kasar tentu saja menjadi salah satu hal yang sering kali diucapkan oleh kebanyakan masyarakat. Kata-kata kasar sering diucapkan karena ingin meluapkan kekesalannya atau karena kebiasaan.

Kata-kata kasar dan kotor dianggap menyimpang bagi masyarakat maka dari itu kata-kata tersebut seringkali di sensor di media cetak atau televisi.

  1. Menyinggung SARA

Kegiatan menyinggung yang selanjutnya yaitu perilaku penyimpangan sosial yang menyinggung mengenai suku, agama, ras, dan adat istiadat orang lain. Hal tersebut merupakan salah satu perilaku menyimpang yang sangat berbahaya.

Karena bisa merusak persatuan bangsa. Orang-orang yang sering kali menyinggung SARA kepada orang lain biasanya di provokasi oleh orang lain. Kemudian dia mengujarkan kebencian melalui media sosial atau dari mulut ke mulut. Dampaknya sangat buruk bagi masyarakat dan pelakunya dapat dikenai sanksi hukum yang berat.

  1. Merokok Sebelum 18 Tahun

Merokok merupakan salah satu perilaku menyimpang yang kerap banyak ditemui di masyarakat. Kebanyakan perilaku menyimpang tersebut dilakukan oleh anak-anak yang masih berada di bawah umur. Usia 18 tahun adalah syarat minimal bagi perokok.

Karena orang di atas usia tersebut yang hendak menjadi perokok pemula pasti sudah punya pemikiran rasional tentang kerugian rokok, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Minimarket dan warung pun dihimbau untuk tidak menjual rokok kepada mereka yang belum cukup umur.

Meskipun demikian, masih saja banyak terdapat anak-anak dibawah umur yang sudah merokok. Kebanyakan dari mereka ikut-ikutan teman atau diajarkan kakak atau bahkan orangtua yang tidak mengerti aturan pembatasan usia tersebut.

  1. Kecanduan Teknologi

Kecanduan teknologi merupakan kebiasaan menyimpang yang terjadi baru-baru ini. Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, setiap orang jadi mudah mengakses media sosial, permainan, dan produk teknologi mobile lain.

Kecanduan teknologi dapat membuat produktivitas menurun dan kurangnya aktivitas fisik secara drastis. Namun di beberapa negara maju hal tersebut menjadi biasa dilakukan terutama oleh kalangan muda.

  1. Kecanduan Minuman Beralkohol

Kecanduan minuman beralkohol merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial. Hal dapat dikatakan sebagai perilaku menyimpang karena dapat menyebabkan mabuk dan tentu saja sangat mengganggu masyarakat. Perilaku penyimpangan tersebut kerap dilakukan oleh para remaja yang masih sekolah. Hal tersebut dilakukan lantaran hanya ingin menghilangkan beban hidup yang cukup berat yang dipikul.

Sehingga kebanyakan pecandu minuman beralkohol melampiaskan ke arah tersebut. Minuman beralkohol tentu saja akan sangat menimbulkan hal-hal yang kurang baik. Selain itu juga, minuman beralkohol jika diminum berlebihan juga dapat merusak fungsi hati manusia.

  1. Tawuran Antar Desa

Tawuran antar desa kerap terjadi akibat kesalahpahaman antar kedua pihak dan secara historis kedua pihak memang saling bertentangan. Masalah sedikit saja rentan menyebabkan tawuran yang biasanya diawali dengan kumpul-kumpul (nongkrong).

Perilaku ini dikatakan menyimpang karena sangat merugikan banyak pihak dan tidak ada hasilnya. Mediasi tidak bisa jadi solusi karena di kemudian hari pasti akan kembali terjadi tawuran. Sehingga salah satu solusi yang diterapkan adalah menutup perbatasan antar dua desa tersebut.

  1. Berjudi

Berjudi merupakan salah satu perilaku penyimpangan sosial yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Berjudi merupakan kegiatan mempertaruhkan sejumlah uang atau benda berharga untuk suatu hasil yang tidak pasti dengan bertujuan memenangkan uang atau benda berharga lain. Beberapa agama telah melarang kegiatan berjudi.

Namun beberapa masyarakat adat masih melakukan perjudian yang digelar saat ada upacara tertentu. Beberapa negara menerapkan sanksi bagi yang terlibat perjudian, namun ada beberapa negara yang memberikan tempat khusus untuk berjudi seperti kasino. Larangan tersebut diterapkan karena kegiatan berjudi sangat merugikan tetapi menimbulkan efek ketagihan.

  1. Balapan Liar Jalanan

Balapan liar merupakan salah satu perilaku penyimpangan sosial yang kerap ditemui dalam kegiatan sehari-hari. Balapan liar jalanan biasa dilakukan pada larut malam menggunakan sepeda motor modifikasi oleh anak-anak jalanan.

Kegiatan tersebut sangat meresahkan masyarakat dan dapat membahayakan masyarakat yang melintas sehingga dikatakan menyimpang. Kegiatan balapan menjadi tidak menyimpang ketika dilakukan di sirkuit khusus dengan peralatan khusus.

  1. Menggunakan Pakaian yang Tidak Sesuai Norma

Salah satu perilaku penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat yaitu kebiasaan menggunakan pakaian yang tidak sesuai norma atau pakaian minim. Terdapat beberapa masyarakat dalam kehidupan sehari-hari yang melarang penggunaan pakaian yang tidak sesuai dengan norma setempat.

Misalnya kaum perempuan yang tidak boleh mengenakan pakaian minim dan ketat dan laki-laki yang tidak boleh mengenakan celana pendek. Sedangkan ada beberapa daerah yang memperbolehkan mengenakan pakaian bikini di kawasan pantai, namun dikatakan menyimpang jika dipakai di luar kawasan pantai.

  1. Berhubungan Seksual di Luar Nikah

Berhubungan seksual di luar nikah sangat dianggap sebagai penyakit sosial Apalagi jika dilakukan oleh anak di bawah umur. Hal tersebut karena menyangkut moral. Selain itu juga, perilaku menyimpang berhubungan seksual diluar nikah tentu saja tidak diperbolehkan dalam agama.

Hal tersebut tentu saja merupakan bentuk penyimpangan yang sangat tidak bisa dimaklumi. Selain sebagai perilaku yang menyimpang, hal tersebut juga memberikan dampak yang luar biasa yaitu dapat merusak masa depan pihak wanita dan rentan menimbulkan penyakit seksual.

  1. Penyimpangan Seksual

Penyimpangan sosial yang selanjutnya yaitu adalah penyimpangan seksual. Penyimpangan seksual sangat beragam jenisnya. Seperti pedofilia, fetishme, dan LGBT. Dalam kehidupan yang ada di masyarakat, terutama untuk kasus mengenai LGBT, beberapa negara tidak menganggap sebagai perilaku yang menyimpang serta juga ada yang menganggapnya menyimpang.

Semuanya bergantung pada masing-masing kebijakan pemerintah dan norma masyarakat di negara tersebut. Khusus untuk pedofilia, hal tersebut sangatlah menyimpang dan ditentang masyarakat karena dapat merusak masa depan anak.

Bagaimanapun juga perilaku tersebut tentu saja sangat tidak lazim dilakukan dan tentu saja sangat meresahkan masyarakat.

  1. Menyebarkan berita hoax

Di zaman modern dan millennial ini tentu saja berita sangat cepat tersebar dalam hitungan menit bahkan dalam hiungan detik. Oknum pengguna internet yang kebanyakan tidak bertanggung jawab dengan mudahnya menyebarkan berita hoax yang belum tentu diketahui kebenarannya. Hal tersebut tentu saja bertujuan untuk meresahkan masyarakat.

Penyebaran berita hoax tersebut akan dapat memunculkan rasa kurang percaya pada masyarakat. Untuk itu, sebagai pengguna internet yang cerdas maka kita harus memilah informasi yang masuk sebelum disebarluaskan.

  1. Membuat gaduh

Membuat gaduh tentu saja merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial yang kerap kali ditemui di kehidupan sehari-hari.  Salah satu contohnya adalah mendengarkan musik.

Mendengarkan musik adalah hak setiap orang. Namun jangan mendengarkan musik terlalu nyaring karena akan mengakibatkan tetangga sekitar menjadi terganggu. Penyimpangan sosial seperti ini tentu saja akan sangat mengganggu bagi sebagian masyarakat.

  1. Penyalahgunaan Narkotika

Penyalahgunaan narkotika termasuk dalam salah satu bentuk penyimpangan sosial dalam masyarakat. Penyalahgunaan narkotika masih menjadi isu utama di hampir setiap negara karena tidak sedikit korbannya.

Penyalahgunaan narkotika dapat menghancurkan masa depan penggunanya dan dapat memunculkan permasalahan lain seperti mencuri dan kekerasan. Penyalahgunaan narkotika ini masih marak terjadi di dalam kehidupan masyarakat, karena banyak terjadi penyelundupan narkotika.

  1. Pembunuhan

Pembunuhan tentu merupakan suatu perilaku yang sangat menyimpang karena menghilangkan hak hidup orang lain.

Pembunuhan tidak dibenarkan apapun alasannya meskipun korban bersalah. Sanksi bagi pelaku pembunuhan sangatlah berat. Namun, ada beberapa negara yang menerapkan hukuman mati bagi mereka yang telah melakukan kejahatan luar biasa.

  1. Memfitnah

Memfitnah merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial yang sering terjadi di kehidupan bermasyarakat. Seperti kata pepatah, memfitnah lebih kejan dari pembunuhan. Karena pelaku fitnah dapat membunuh orang yang difitnahnya secara tidak langsung. Seperti yang akhir-akhir ini terjadi.

Cukup diteriaki maling saja, seseorang bisa saja diamuk massa tanpa ada bukti jelas. Memfitnah juga dapat merusak citra seseorang. Namun apabila orang lain telah lebih dulu mengenal watak orang yang suka memfitnah, fitnahan tersebut tidak akan dihiraukan. Tindakan fitnah sangat menyimpang dan bisa diancam pidana.

  1. Korupsi dan Suap

Korupsi, kolusi, dan nepotisme (termasuk di dalamnya adalah suap) adalah perbuatan yang sangat menyimpang di kalangan masyarakat karena sangat merugikan negara. Sifat tamak dan lingkungan yang korup menjadikan seorang pejabat menjadi koruptor.

Seharusnya negara berjalan dengan efektif dan efisien. Namun dengan adanya korupsi, pembangunan bisa jadi tersendat. Pada akhirnya yang rugi adalah masyarakat. Perilaku menyimpang tersebut tentu saja sangat memberikan dampak yang luar biasa.

  1. Mencuri

Pencurian atau mencuri merupakan salah satu tindakan penyimpangan sosial dalam masyarakat. Mencuri adalah mengambil benda milik orang lain tanpa ijin dengan maksud memiliki benda tersebut secara ilegal.

Pencurian muncul karena angkatan kerja yang tidak mendapatkan penghasilan, kemiskinan, menganggur, bergaul dengan lingkungan pencuri, iri hati, atau bahkan karena ada kesempatan. Pelakunya bisa mendapat sanksi pidana maupun dikucilkan masyarakat.

  1. Kegiatan di lampu merah

Penyimpangan dalam fenomena sosial di jalanan yang terakhir adalah penyimpangan di lampu merah yang jika dibiarkan akan menimbulkan masalah sosial. Lampu merah merupakan lampu lalu lintas yang memberi petunjuk kepada pengguna jalan untuk jalan atau berhenti. Ketika lampu sedang merah dan para pengguna jalan berhenti, hal dimanfaatkan sebagian orang untuk berjualan, mengamen, hingga mengemis.

Itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkap yang bisa kami bagikan kepada segenap pembaca terkait dengan beragam contoh tindakan perilaku menyimpang di sekolah, keluarga, dan masyarakat yang mudah ditemukan untuk kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *