Contoh Pengendalian Sosial dalam Masyarakat

Diposting pada

Bentuk Pengendalian Sosial

Perilaku setiap individu dalam syarat kelompok sosial bermasyarakat berbeda-beda. Beberapa orang taat terhadap aturan dan sebagian lainnya tidak mengikuti peraturan bahkan melakukan tindakan menyimpang. Oleh karena itu, perlu adanya suatu pengendalian sosial.

Pengendalian Sosial

Dalam masyarakat pengendalian sosial disebut juga dengan kontrol sosial. Merupakan suatu upaya untuk mencegah dan menghentikan penyimpangan sosial yang terjadi. Tidak semua masyarakat taat terhadap peraturan yang berlaku.

pengendalian sosial mengarahkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mentaati kondisi keamanan dan kenyamanan bersama anggota masyarakat. Setiap kelompok masyarakat memiliki tujuan dan orientasi yang mengarah pada kemajuan bersama. Untuk itu perlu adanya kerja sama antar anggota masyarakat.

Sistem lapisan masyarakat yang memiliki aturan yang baik dan inovatif pun tidak akan dapat mewujudkan masyarakat yang makmuur apabila dalam kenyataannya masih ada individu-individu yang melanggar.

Penyimpangan sosial bukan hal baru lagi di masyarakat. Contoh penyimpangan sosial berskala kecil maupun besar kerap kali dijumpai. Adanya pengendalian sosial diharapkan mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya pengaruh lingkungan terhadap perkembangan individu. lingkungan yang baik akan menciptakan individu yang baik pula.

Pengendalian Sosial Menurut Ahli

Banyak ahli sosiologi mendefinisikan mengenai pengendalian sosial, antara lain:

  1. Suoetandyo Wignyo Subroto, Menurutnya pengendalian sosial merupakan sanksi, maksudnya adalah suatu bentuk penderitaan yang secara sengaja diberikan oleh masyarakat
  2. Astrid S. Susanto, Pengendalian sosial diartikan sebagai upaya mengontrol psikologis dan non-fisik pada individu karena hal ini dianggap sebagai tekanan mental kepada individu. Adanya pengendalian sosial mengakibatkan individu bersikap dan bertindak sesuai dengan penilaian kelompok.
  3. Roberrt M.Z. Lawang, Pengendalian sosial diartikan sebagai cara yang digunakan masyarakat untuk mengembalikan seseorang yang melakukan penyimpanagan pada perilaku yang sebenarnya atau sesuia aturan.

Contoh Pengendalian Sosial

Beberapa contoh pengendalian yang sering terjadi di masyarakat, antara lain:

  1. Ani memberikan nasehat kepada mira supaya datang ke acara ulang tahunnya tepat waktu.
  2. Pak Banu selaku mandor, memberikan skors kepada salah satu pekerjanya berupa penghentian untuk beberapa waktu karena telah lalai dalam melakukan pekerjaan yang mengakibatkan kerugian.
  3. Ayah memberikan teguran kepada Danu karena pulang tengah malam tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada orang rumah.
  4. Wati mendapat cemoohan dari warga karena ketahuan mencuri barang milik tetangganya.
  5. Soni membujuk Dena agar mau mengikuti peraturan sekolah untuk memakai sepatu berwarna hitam polos
  6. Ibu membimbing Rani yang baru berusia 5 tahun untuk menghafal huruf abjad.
  7. Satpol PP menertibkan para pegadang lair yang masih nekad berjualan di trotoar jalan
  8. Polisi melakukan tindakan penilangan kepada para pengendara yang tidak mentaati peraturan lalu lintas.
  9. Polisi menggembosi ban mobil yang terparkir secara liar di tempat yang seharusnya tidak digunakan untuk parker. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku.
  10. Bondan harus mendapatkan hukuman penjara karena tindakan pengrusakan fasilitas umum yang dilakukaknnya.
  11. Untuk mengatur ketertiban siswa ketika pelaksanaan upacara peringatan hari Kemerdekaan Indonesia di depan kantor bupati, pihak pelaksana menyiapkan tiga pintu masuk masing-masing jenjang pendidikan.
  12. Pemilik kos memberlakukan jam malam kepada siapa saja yang ngekos di tempat tersebut dengan tujuan untuk menjaga keamanan kos.
  13. Aparat petugas membubarkan masa yang demo di depan kantor DPR dengan tujuan agar demonstran tidak melakukan tindakana meyimpang seperti kekerasan fisik dan menghindari bentrok.
  14. Pihak BNN melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memberikan pendidikan dan pengetahuan akan bahayanya pengunaan narkotika. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi penyalahgunaan narkotika dalam masyarakat.
  15. Pak Ridwan selaku ketua RT memberikan sanksi kepada warganya yang tidak mengikuti kegiatan kerja bakti berupa denda sebesar lima puluh ribu rupiah.
  16. Orang tua mengajak anaknya untuk mengaji agar anak terbiasa dengan kegiatan mengaji dan diterapkan dalam kehidupannya hingga dewasa.
  17. Seorang kepala desa mengajak seluruh perangkat desa untuk melakukan kegiatan bersih-bersih kantor setiap hari jumat. Hal ini dilakukan agar lingkungan kantor terlihat bersih dan membiasakan untuk hidup bersih.
  18. Salah satu sanggar budaya menyelenggarakan acara menarikan tarian daerah secara masal yang diikuti oleh pelajar di daerah kabupaten tersebut. Hal ini dilakukan untuk menyadarkan generasi muda akan pentingnya menjaga budaya bangsa dan menumbuhkan rasa cinta serta bangga anak muda terhadap budaya bangsa.
  19. Rudi menegur temannya karena bermain gawai saat sedang mendengarkan tausiyah.
  20. Pak Rt memberikan teguran kepada pemuda yang masih nongkrong hingga larut malam, karena menimbulkan kegaduhan dan dianggap mengganggu warga lain yang sedang istirahat.
  21. Pak Reza selaku Kapolres memecat salah satu anggota polisi karena ketahuan mengkonsumsi narkoba
  22. Pihak BNN merehabilitasi semua orang yang kedapatan menyalahgunakan penggunaan narkoba.

Macam Pengendalian Sosial

Berdasarkan pada contoh pengendalian sosial yang telah disebutkan. Sejatinya semua itu dapat dikelompokan menjadi beberpa jenis, yaitu berdasarkan sifat, berdasarkan pelaku, dan berdasarkan perlakuannya. Penjabaran mengenai jenis pengendalain sosial adalah sebagai berikut:

Berdasarkan sifatnya

DIlihat dari sufatnya contoh pengendalian sosial diatas, antara lain;

  1. Preventif, Tindakan preventif memiliki tujuan untuk melakukan tindakan pencegahan bersama. Tindakana preventif ini memungkinkan adanya penolakan dari pelaku penyimpangan bahkan sampai menimbulkan konflik. Contohnya adalah tindakan menasehati
  2. Represif, Tindakan reseptif merupakan pemberian sanksi kepada pelaku penyimpangan sosial dengan tujuan untuk membangun kembali rasa solidaritas ataupun rasa kepatuhan.
  3. Kuratif, Tindakan kuratif adalah suatu betuk pengendalian sosial yang dilakukan ketika terjadi penyimpangan.

Berdasrakan perlakuannya

Sedangkan jika ditinjau dari pelakunya. Pengendalian sosial dibagi atas;

  1. Tindakan Persuasif, Merupakan tindakan pengendalian sosial tanpa unsur kekerasan. Cara ini biasanaya dilakukan dengan cara simbolik atau melalui lisan dengan cara menasehati, membimbing, maupun mengajak untuk bertindak sesuai aturan.
  2. Tindakan Koersif, Pengendalian sosial dilakukan dengan cara paksaan maupun kekerasan baik fisik maupun psikis.
  3. Cara kompulsif, Proses pengendalain sosial dengan cara menggunakan strategi tertentu unutk emnciptakan situasi sedemikian rupa sehingga individu yang melakukan pelanggaran terpaksa patuh.

Berdasarkan pelakunya

Sedangkan jika dilihat dari prilaku, pengedalian sosial terbagi atas;

  1. Pengendalian pribadi, Pengendalian sosial ini dilakukan melalui orang tertentu yang dianggap penting dan dapat menjadi panutan.
  2. Pengendalian institusional, Pengendalian sosial yang berasal dari suatu lembaga yang berwenang.
  3. Pengendalian resmi, Sistem pengendalian sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi negara. Dalam hal ini, sanksi bersifat mengikat.
  4. Pengendalian tidak resmi, Merupakan pengendalian sosial yang dilakukan tanpa adanya aturan resmi dan tanpa sanksi yang tegas.

Tahapan Pengendalian Sosial

Contoh proses sosial dalam terwujudnya pengendalian sosial dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:

Tahap sosialisasi

Tahap ini ditandai dengan adanya pengenalan norma yang berlaku di masyarakat. Tahap ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat luas mengenai peraturan-peraturan yang harus dijalankan dan tidak boleh dijalankan.

Tahap Penekanan Sosial

Pada tahap ini, mulai diterapkan sanksi bagi siapa saja yang melanggar. Bertujuan untuk melakukan suatu penekanan kepada individu dalam masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang stabil.

Tahap Pendekatan kekuasaan

Pengendalian sosial ini dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kekuatan lebih untuk menekan pelaku. Tahap ini dilakukan ketika tahap-tahap sebelumnya tidak mampu dalam upaya pengendalian sosial.

Demikianlah uraian yang bisa kami sebutkan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan contoh-contoh pengendalian sosial yang ada di masyarakat, bentuk, dan tahapannya. Semoga bisa memberikan edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *