Contoh Ketimpangan Sosial di Masyarakat

Diposting pada

Contoh Ketimpangan Sosial

Sebelum membahas mengenai beragam jenis contoh ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat Indonesia, sebaiknya kita mengetahui dahulu tentang apa itu ketimpangan sosial. Hal ini menjadi sangat urgen sebab sebagai makhluk sosial kesamarataan antara satu dan lainnya sangatlah tidak mungkin terjadi, sehingga dalam peranan inilah setiap manusia wajib membantu sesama manusia lain yang membutuhkan.

Ketimpangan Sosial

Ketimpangan sosial adalah kondisi yang terjadi akibat ketidakmerataan atau ketidaksamaan akses yang yang di dapatkan atau yang diperoleh masyarakat terkait dengan sumber daya yang ada. Adapun sumber daya yang dimaksud adalah sumber daya yang terkait dengan arti kebutuhan primer seperti kesehatan, kegiatan ekonomi, dan kebutuhan sekunder yang berupa penegakan HAM, penyampaian aspirasi politik,  dan lain-lain.

Maka dari itu dampak adanya ketimpangan sosial yang ditimbulkan banyak sekali jika tidak ditanggulangi dari sekarang. Penanggulangan ketimpangan sosial tidak akan mudah, diperlukan usaha pemerataan yang dilakukan dengan konsisten, efektif dan efisien.

Contoh Ketimpangan Sosial

Berikut ini beberapa contoh ketimpangan sosial yang terjadi di kehidupan masyarakat Indonesa di dalam berbagai bidang. Antara lain;

  1. Di Indonesia belum ada transportasi yang layak untuk penyandang difabel. Bisa dilihat di jalanan umum, betapa susahnya orang yang difabel naik bus umum. Hal ini perlu dijadikan perhatian untuk pemerintah agar menyediakan fasilitas transportasi umum khusus untuk difabel atau kalau tidak transportasi umum bisa dilengkapi fasilitas yang bisa mempermudah kaum difabel untuk naik transportasi umum.
  2. Ketimpangan sosial yang terjadi di dalam penjara seorang koruptor dan maling benda-benda sepele seperti sandal, coklat dan lain-lain. Bisa di lihat banyak kasus yang melibatkan koruptor di penjara dengan fasilitas lengkap layaknya hotel, sedangkan para maling-maling benda sepele fasilitas kurang memadai. Jika ingin meberikan efek jera, seharusnya fasilitas di dalam penjara harus disamakan, jangan sampai kasus berat fasilitas seperti hotel. Harusnya disamakan dengan hanya disediakan fasilitas untuk kebutuhan primer seperti air, makan dan baju, karena untuk memberi efek jera.
  3. Seringkali di Indonesia orang-orang hanya melihat penampilan dari luar. Sering terjadi bahwa orang-orang yang berpenampilan kurang necis diremehkan, sedangkan orang-orang yang berpenampilan necis sering dianggap orang yang lebih terhormat dan mendapat pelayanan lebih baik di dalam pelayanan umum.
  4. Seiring bertambahnya penduduk semakin menyempit pula lahan pertanian. Mengapa lahan pertanian sangat penting ? Hal tersebut dikarenakan pertanian merupakan sektor yang mampu membantu Indonesia di dalam bidang ekonomi dan bidang ketahanan pangan di Indonesia. Tujuan lainnya adalah untuk mengurangi impor-impor hasil pertanian dari luar negeri. Tetapi sayangnya lahan pertanian semakin berkurang, petani kurang berkembang dan impor dari luar negeri meningkat, alhasil bahan-bahan pangan harganya melonjak tinggi.
  5. Adanya teknologi yang tidak semua orang bisa menggunakannya terutama oleh masyarakat Indonesia berakibat pada melemahnya sektor industri rumahan Indonesia dan tergeser dengan industri yang lebih modern. Hal ini berdampak pada melemahnya ekonomi pedesaan dan semakin memperkaya pemegang modal.
  6. Ketimpangan dalam kesempatan mencari ilmu di desa dan di kota. Di kota ilmu yang dipelajari di sekolah dirasa lebih banyak dan pengalaman yang di dapat lebih banyak dari pada belajar di desa. Hal tersebut diakibatkan karena kelengkapan sarana dan prasarana yang berada di desa dan di kota berbeda meskipun kurikulumnya sama.
  7. Ketimpangan yang terjadi di sekolah negeri biasa dengan sekolah swasta yang sudah memiliki akreditasi A. Ketimpangan yang terjadi terletaka pada perbedaan fasilitas yang di dapat. Contohnya saja pada fasilitas buku di sekolah swasta yang memiliki akreditasi A bukunya lebih lengkap dan jelas dibandingkan dengan sekolah negeri. Hal tersebut dikarenakan di sekolah swasta siswanya adalah orang-orang dari golongan menengah ke atas sehingga mereka mampu membayar lebih.
  8. Ketimpangan sosial berikutnya adalah angapan bahwa di kota lebih mudah di dalam mengembangkan usaha dibandingkan dengan di desa. Banyak masyarakat yang merantau dari desa ke kota untuk mengembangkan usahanya, karena anggapan tersebut.
  9. Ketimpangan dalam bidang pendidikan lanjutan atau perguruan tinggi lebih banyak di kota dari pada daerah yang terhitung pelosok.
  10. Ketimpangan sosial yang berada di daerah pelosok dan daerah yang lebih maju. DI Indonesia masih banyak daerah-daerah yang tertinggal dan memiliki fasilitas yang kurang memadai seperti fasilitas infrastruktur jalan dan bangunan, IPTEK, pendidikan dan fasilitas umumnya. Hal tersebut berbeda jauh dengan daerah-daerah yang sudah maju dan memiliki fasilitas yang memadai.
  11. Ketimpangan berikutnya adalah ketimpangan dalam bidang kesehatan. Orang kaya bisa saja mengecek kesehaannya di rumah sakit kapan saja ia mau, tetapi orang yang tidak mampu akan mikir dua kali untuk cek kesehatan.
  12. Ketimpangan penddikan selanjutnya adalah banyak orang yang tidak mampu tidak bisa menamatkan sekolah tingkat perguruan tinggi. Bagi mereka bisa menamatkan sekolah sampai SMP atau SMA saja sudah bersyukur sekali. Hal tersebut berbeda sekali dengan orang yang berkecukupan, mereka dengan mudah membiayai anaknya untk sekolah tinggi.
  13. Ketimpangan berikutnya yang terlihat adalah perbedaan gaji guru honorer dengan guru PNS. Gaji guru honorer bahkan lebih sedikit dibandingkan dengan gaji karyawan toko dan buruh pabrik. Sedangkan gaji guru yang sudah berstatus PNS sangat banyak dan selisihnya banyak sekali jika dibandingkan dengan gaji guru honorer. Sebenarnya tidak menuntut untuk menyamakan gaji guru honorer dengan gaji guru PNS, tetapi alangkah baiknya untuk gaji guru honorer lebih manusiawi, karena mereka sama-sama mengeluarkan tenaga dan pikiran untuk mengajar.
  14. Kurang lakunya produk rumahan dari pada produk bermerk yang ada di pasaran. Masyarakat lebih percaya dengan barang ber-merk karena lebih percaya dan pasti. Sedangkan produk rumahan di ragukan hal tersebut dikarenakan produk rumahan biasanya belum memiliki ijin meskipun kualitasnya sama.
  15. Anggapan bahwa masyarakat desa adalah masyarakat yang kolot sedangkan masyarakat kota adalah masyarakat yang modern dan memiliki pola pikir yang lebih maju.
  16. Di sekolah-sekolah biasanya guru-guru lebih memperhatikan murid-murid berprestasi dari pada murid yang memiliki kemampuan yang biasa-biasa saja. Padahal seharusnya murid yang memiliki kemampuan biasa saja atau bahkan di bawah rata-rata perlu diperhatikan secara ekstra, diselidiki kekurangannya apa dan mencari solusi terkait masalah tersebut.
  17. Perbedaan dalam pemberian hukuman terhadap koruptor dan penjahat kelas teri seperti maling sandal, coklat dan barang sepele lainnya. Koruptor yang melakukan kesalahan merugikan negara hanya dihukum 2 tahun penjara dan masih diberi fasilitas yang mamadai di dalam penjara. Sedangkan penjahat kelas teri bisa dihukum lebih lama dan fasilitas penjara kurang memadai.
  18. Perbedaan pelayanan kesehatan di rumah sakit antara orang yang tidak mampu dan orang yang mampu. Kadang orang tidak mampu yang memakai kartu dan mendapat perawatan gratis harus menunggu lama dalam mendapatkan kamar, sedangkan orang kaya yang mampu membayar setelah mengurusi administrasi bisa langsung menempati kamar yang dipesan.
  19. Ketimpangan dalam bidang politik biasa ditunjukkan dengan rapat forum di desa jika yang usul adalah orang biasa atau orang yang tidak berpengaruh di desa akan dipertimbangkan dalam waktu yang lama bahkan diabaikan, sedangkan jika yang usul adalah orang yang berpengaruh maka akan banyak orang yang percaya dan akan mempertimbangkan usul tersebut dalam waktu yang tidak lama.
  20. Ketimpangan berikutnya adalah dalam pemenuhan HAM. Paling banyak terjadi adalah ketimpangan dalam memenuhi hak bagi mereka yang disabilitas. Seringkali mereka tidak mendapat lapangan pekerjaan yang layak, tidak mendapat hak yang sama di dalam mengenyam pendidikan seperti orang-orang normal lainnya. Tak hanya itu dalam bersosialisasi dengan masyarakat luar mereka kadang merasa terasingkan dan bahkan diremehkan.
  21. Ketimpangan pengetahuan. Dalam hal ini misalnya saja terjadi di berbagai aparatur pemerintahan yang ada di desa dan kota metropolitan. Setiap pemerintahannya memiliki ketimpangan dalam makna kognisi yang sangat jauh, sehingga dalam pengelolaannya mendapatkan hasil yang berebda.

Sejatinya, selain contoh yang disebutkan di atas masih banyak lagi ketimpangan-ketimpangan sosial yang bisa kita temui di dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita. Hal yang perlu dilakukan adalah kooptasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah menentukan kebijakan baik kebijakan tertulis yang mampu mengurangi ketimpangan sosial maupun implementasi kebijakan dengan lebih memperhatikan kehidupan rakyatnya. Kemudian tugas masyarakat adalah menaati kebijakan tersebut dan memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah dengan sebaik-baiknya.

Di dalam diri masyarakat juga harus ada niat dan kemauan yang kuat diiringi dengan usaha yang keras untuk berubah menjadi lebih baik lagi dan mereka harus sadar, kehidupan tidak boleh stag dan harus ada progres agar lebih maju.

Itulah tadi uraian secara singkat dan lengkap yang bisa kami sebutkan pada segenap pembaca terkait dengan beragam cerita dalam contoh ketimpangan sosial yang ada di masyarakat dan mudah ditemukan untuk kehidupan sehari-hari. Semoga memberi referensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *