Contoh Internalisasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Contoh Internalisasi di Masyarakat

Internalisasi adalah tingkat penyesuaian yang paling dalam. Di sini seseorang mengubah perilaku publik mereka (cara mereka bertindak) dan keyakinan pribadi mereka. Ini biasanya merupakan perubahan jangka panjang dan seringkali merupakan suatu proses dari hasil pengaruh sosial informasional.

Dalam arti sosiologi dan ilmu sosial lainnya, internalisasi berarti penerimaan individu terhadap seperangkat norma dan nilai (ditetapkan oleh orang lain) melalui arti sosialisasi. John Finley Scott menggambarkan internalisasi sebagai metafora di mana sesuatu (yaitu ide, konsep, tindakan) bergerak dari luar pikiran atau kepribadian ke tempat di dalamnya.

Internalisasi

Proses internalisasi dimulai dengan mempelajari apa norma-norma itu, dan kemudian individu melewati proses pemahaman mengapa norma-norma tersebut bernilai atau masuk akal, sampai akhirnya mereka menerima norma sebagai sudut pandang mereka sendiri.

Norma yang diinternalisasi dikatakan sebagai bagian dari kepribadian seseorang dan dapat ditunjukkan oleh tindakan moral seseorang. Namun, bisa juga ada perbedaan antara komitmen internal terhadap norma dan apa yang ditunjukkan seseorang secara eksternal. George Mead menggambarkan, melalui konstruksi pikiran dan diri, cara internalisasi individu dipengaruhi oleh norma-norma eksternal.

Satu hal yang dapat memengaruhi internalisasi individu adalah panutan. Model peran sering mempercepat proses sosialisasi dan mendorong kecepatan internalisasi seolah-olah jika seseorang yang dihormati mendukung serangkaian norma tertentu, individu lebih cenderung siap menerima, dan dengan demikian menginternalisasi norma-norma tersebut.

Ini disebut proses identifikasi. Internalisasi membantu seseorang menentukan siapa diri mereka dan menciptakan identitas dan nilai-nilai mereka sendiri dalam masyarakat yang telah menciptakan seperangkat norma dan praktik nilai untuk mereka.

Pengertian Internalisasi

Internalisasi adalah serangkaian proses yang dilakukan seseorang berdasarkan pada penghayatan, pendalaman, penguasaan secara mendalam yang berlangsung melalui binaan, bimbingan dan sebagainya. Sehingga menjadi pengaruh besar dalam kehidupan-kehidupan yang dijalankan, baik dalam agama, budaya, sosial, politik, keluarga, dan lain sebagainya.

Pengertian Internalisasi Menurut Para Ahli

Adapun definisi internalisasi menurut para ahli, antara lain:

  1. Scott (1971), Internalisasi melibatkan ide, konsep dan tindakan yang bergerak dari luar ke suatu tempat di dalam mindset (pikiran) dari suatu kepribadian. Struktur dan kejadian dalam masyaarakat lazim membentuk pribadi yang dalam dari seseorang sehingga terjadi internalisasi.
  2. Johnson (1986), Internalisasi ialah proses dengan mana orientasi nilai budaya dan harapan peran benar-benar disatukan dengan sistem kepribadian.
  3. Chaplin (2002), Internalisasi didefinisikan sebagai penggabungan atau penyatuan sikap, standart tingkah laku, pendapat dan seterusnya di dalam kepribadian.
  4. Kalidjernih (2010), Internalisasi adalah suatu proses dimana individu belajar dan diterima menjadi bagian, dan sekaligus mengikat diri ke dalam nilai-nilai dan norma-norma sosial dari perilaku suatu masyarakat.
  5. Kartono (2011), Internalisasi didefinisikan sebagai tindakan yang dilakukan oleh seseorang melalui prakter dengan kesadaran, tanpa adanya paksaan. Definisi tersebut menunjukkan bahwa internalisasi dilakukan secara sadar yang akan membentuk adat atau kebiasaan dalam diri seseorang.
  6. Sujatmiko (2014), Internalisasi merupakan pembelajaran selama hidup di dunia, yang dilakukan oleh seseorang kepada masyarakat atau kelompok-kelompok sosial. Pembelajaran tersebut dapat berupa penyerapan aturan dalam masyarakat, nilai, dan norma.
  7. Pupita Sari (2014), Internalisasi ialah penanaman  prilaku, sikap, dan nilai seseorang yang di dapatkannya dalam proses pembinaan,  belajar, dan bimbingan. Harapannya adalah supaya apa yang di dapatkan dan dilakukannya sesuai dengan keinginan dan harapan dalam kehidupan bermasyarakat.

Contoh Internalisasi

Berikut ini bermacam-macam contoh internalisasi yang ada di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain adalah;

Masuknya budaya K-Pop dalam budaya masyarakat Indonesia

Contoh Internasliasi Budaya
Contoh Internasliasi Budaya K-POP

Perkembangan teknologi komunikasi mendorong masuknya budaya asing ke Indonesia, bukan hanya budaya barat, tapi kini Asia pun sudah mulai menjadi pengekspor budaya pop. Selain Jepang, Korea pun mulai bertindak sebagai pengekspor budaya pop melalui tayangan hiburan.

Selama 10 tahun terakhir, demam K-pop melanda Indonesia. Fenomena tersebut dilatarbelakangi oleh Piala Dunia Korea-Jepang 2002 yang berakhir dengan masuknya Korea sebagai kekuatan empat besar dunia. Budaya pop Korea mampu menjangkau segala unsur usia, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Globalisasi budaya K-pop atau yang dikelan Korean Wave telah berhasil memberikan pengaruh pada kehidupan masyarakat dunia melalui berbagai produknya, yaitu drama, film, lagu, fashion, dan produk industri lainnya.

Mengajarkan perilaku budi pekerti kepada anak sejak dini

Budi pekerti merupakan hasil perbuatan tingkah laku manusia yang baik, luhur, normatif, dan bersumber dari hati nurani manusia.

Budi pekerti harus ditanamkan kepada seseorang sejak usia dini agar nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya dapat benar-benar menjadi bagian dalam kehidupan seseorang. Penanaman budi pekerti dapat dilakukan di keluarga, disekolah, di lingkungan sekitar dan sebagainya.

Penggunaan teknologi dalam berbagai sektor industri untuk meningkatkan hasil produksi

Kemajuan teknologi pun telah merebak pengaplikasiannya dalam berbagai sector, tak ketinggalan dalam sector industri. Penerapan teknologi tersebut dapat meningkatkan hasil produksi, karena dengan menerapkan teknologi dalam bidang industri memungkinkan proses produksi yang lebih efektif dan efisien.

Mengajarkan kepada anak untuk selalu beribadah kepada Tuhan YME

Ini juga merupakan kewajiban utama bagi orang tua yaitu mengajarkan kepada mereka untuk selalu beribadah kepada Tuhan YME. Ini merupakan bagian dari pendidikan yang harus diberikan kepada anak.

Orang tua harus melatih dan membiasakan anak-anaknya untuk beribadah sejak dini., karena penanaman karakter taat beribadah pada diri seorang anak perlu adanya pembiasaan sejak dini. Ketika seoranh anak telah terbiasa, secara perlahan itu kan menjadi sebuah karakter.

Masuknya budaya mengonsumsi makanan cepat saji dalam kebudayaan masyarakat Indonesia

Budaya konsumsi makanan cepat saji atau junk food telah merebak di Indonesia. Berdasarkan survei terbaru bertajuk Consumer Purchasing Priorities, yang dilakukan oleh MasterCard pada bulan Mei dan Juni 2015, sebanyak 80% orang Indonesia lebih memilih untuk makan di outlet cepat saji.

Masuknya budaya kebarat-baratan pada masyarakat Indonesia

Budaya barat yang masuk ke Indonesia berkembang sangat cepat. Masuknya budaya tersebut dapat tejadi melalui beragam cara, misalnya melalui sarana multi media massa elektronik maupun cetak, serta media dunia maya (internet dan social media).

Pengaruh budaya barat telah merebak ke segala hal, termasuk dalam hal fasion, seperti penggunaan celana jeans, model rambut yang mengikuti gaya atau model rambut orang-orang barat, serta berbagai pengaruh lainnya.

Menanamkan sikap tekun dan tepat waktu

Tekun dan tepat waktu merupakan sikap yang juga harus ditanamkan pada siswa sejak dini. Meskipun itu bukan hal yang mudah, tapi penanaman sikap tersebut memang harus ditanamkan pada anak agar kelak ketika mereka dewasa, mereka akan terbiasa bersikap tekun dan tepat waktu terhadap apapun yang mereka kerjakan.

Bukan hanya di sekolah yang penanaman sikapnya dilakukan oleh guru, tapi di rumah orang tua juga harus memberikan teladan cara bersikap tekun dan tepat waktu.

Mengikuti kegiatan pengajian di masjid

Rutin mengkikuti beragam kegaitan keagamaan, misalnya pengajian di masjid dapat meningkatkan sekaligus memperdalam pengetahuan keagamaan kita, yang pada muaranya diharapkan dapat memperkuat keimanan kita pada Allah SWT. Bentuk ini juga sebagai salah satu contoh internasilisasi dalam agama yang dilakukan oleh keluarga.

Mengikuti kegiatan ospek

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau yang disebut Ospek adalah kegiatan awal bagi semua peserta didik yang menempuh jenjang pedidikan di perguruan tinggi. Ospek dengan seluruh rangkaian kegiatannya adalah sebagai pembentukan watak bagi seorang mahasiswa baru.

Kegiatan osepek yang kita ikuti ketika awal memasuki kampus bertujuan untuk untuk mengetahui dan membiasakan diri dengan aturan-aturan yang berlaku dalam kehidupan kampus.

Menanamkan kebiasaan sejak dini

Sikap menghormati orang yang lebih tua juga harus ditanamkan sejak dini kepada sorang anak. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan keteladanan pada mereka, misalnya bersikap tegas terhadap apa yang orang tua ucapkan dan berikan anak alasan, jadilah orang tua yang konsisten dalam bersikap dan berkata-kata; serta hormati hak anak, maka anak akan terbiasa menghargai dan menghormati orang lain.

Nah, itulah tadi materi yang dapat diberikan terkait beragam contoh internalisasi di masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta referensi mendal bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *