Contoh Fenomena Sosial di Masyarakat

Diposting pada

Fenomena Sosial di Masyarakat

Kehidupan dalam interaksi sosial penuh dengan kejadian dan fenomena-fenomena yang terhadi. Fenomena sosial terjadi karena berbagai aspek kehidupan masyarakat yang beragam. Penjabaran lebih lanjut mengenai fenomena sosial dalam masyarakat beserta contohnya akan dibahas dalam artikel ini.

Fenomena Sosial

Fenomena sosial merupakan bentuk peristiwa atau kejadian dalam masyarakata yang dapat diamati dan kejadian yang dapat diterangkan secara ilmiah. Fenomena sosial hampir mirip dengan gejala sosial.

Fenomena sosial dapat terjadi dalam berbagai aspek kehidupan dan dapat terjadi dalam semua lapisan masyarakat. Fenomena sosial dapat timbul karena adanya permasalahan sosial. Fenomena sosial ada yang bersifat positif serta nengatif.

Contoh Fenomena Sosial

Beberapa contoh fenomena sosial yang ada dalam masyarakat antara lain, antara lain sebagai berikut;

  1. Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja makin marak terjadi di lingkungan masyarakat. Kenakalan remaja merupakan tindakan melawan norma dan aturan bahkan berakibat pada tindak kekerasan fisik yang dilakukan oleh anak-anak usia remaja.

Anak usia remaja lebih mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu. lingkungan sekitar berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir dan pola perilaku remaja. Lingkungan yang positif akan membawa dampak yang positif pula. Begitupun sebaliknya, lingkungan negative akan memberikan dampak negative pula.

Kenakalan remaja sering terjadi karena anak muda belum mampu mengendalikan ego masing-masing. Jiwa yang menggebu-gebu membuat para remaja melakukan hal-hal tanpa memikirkan dampak yang dapat ditimbulkan jangka panjang, baik untuk dirinya sendiri maupun dampak bagi orang lain.

Contoh kenakalan remaja yang marak terjadi di masyarakat adalah membolos sekolah, kebut-kebutan di jalan raya atau jalan umum.

  1. Kemiskinan

Kemiskinan adalah ketimpangan kebutuhan hidup dengan pendapatan yang dimiliki. Kemiskinan juga sering dikaitkan dengan barang-barang yang bernilai ekonomis. Di era modern, kebutuhan masyarakat semakin kompleks baik berupa kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder.

Ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya masing sering ditemui khususnya di negara-negara berkembang.banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya kemiskinan. Salah satunya adalah masayrakat yang kurang memiliki kemampuan karena rendahnya tingkat pendidikan yang diterima.

  1. Kriminalitas

Tindakan kriminalitas termasuk ke dalam penyimpangan sosial di masyarakat. Pelaku tindak kriminalitas biasanaya mendapatkan sanksi baik sanksi berat maupun ringan tergantung seberapa besar tindak kriminal yang dilakukan.

Banyak faktor yang melatarbelakangi seseorag melakukan tindakan kriminal, seperti faktor ekonomi, dorongan dalam diri, dendam, dan lain sebagainya.

  1. Kepadatan Penduduk

Kepadatan yang menjadi dinamika penduduk terjadi karena pengaturan tata wilayah dan program perkembangan laju masyarakat yang kurang terprogram dengan baik. Cepatnya laju perkembangan peduduk yang tidak sesuai dengan ketersediaan lahan membuat timbulnya kepadatan.

Fenomena sosial berupa kepadatan penduduk dapat memunculkan fenomena-fenomena sosial lain seperti banyaknya gelandangan yang tidka memiliki tempat tinggal. Salah satu usaha nyata yang telah dilakukan Indonesia untuk mengurangi kepadatan penduduk adalah adanya program KB (keluarga Berencana). Salah satu upaya yang dpat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat yang dengan minimnya ketersediaan lahan adalah pembuatan rumah susun.

  1. Prostitusi

Prostitusi merupakan pratek perdaganagn manusia yang dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK). Di beberapa daerah bahkan terdapat wilayah/tempat khusus untuk kegiatan prostitusi. Faktor dalam motif ekonomi terkadang menjadi alasan seseorang rela melakukan pekerjan ini yang jelas-jelas dilarang oleh hukum bahkan dilarang oleh agama.

  1. Tawuran

Tindakan tawuran biasanya terjadi antar dua kelompok yang memiliki paham berbeda. Mereka saling menjatuhkan dan menghancurkan satu sama lain. Tawuran dapat terjadi pada kelompok remaja maupun kelompok warga.

Kerugian yang ditimbulkan dari tindakan tawuran tidak hanya dirasakan dan dialami oleh pelaku tersebut tetapi dapat berakibat pada orang lain. Bahkan, tindakan tawuran seringkali berdampak pada kerusakan fasilitas umum. Hal yang paling buruk yang mungkin terjkadi karena tawuran adalah hilangnya nyawa seseorang.

  1. Korupsi

Korupsi merupakan suatu tindakan mengambil hak milik orang lain yang bukan menjadi hak nya. Dampak yang ditimbulkan dari tindakan korupsi yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab adalah terhambatnya pembangunan nasional karena terjadi penyelewengenan dana.

  1. Pengangguran

Pengangguran merupakan suatu keadaan dimana seseorang tidak memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ketidakmerataan lapangan pekerjaan membuat beberapa orang di suatu wilayah tidak memiliki pekerjaan. Pengangguran dapat menimbulkan kemiskinan. Pengangguran juga dapat disebabkan karena seseorang tidak memilki ketrampilan kerja yang baik.

  1. Aksi Solidaritas

Aksi solidaritas merupakan bentuk fenomena sosial yang bersifat positif. Aksi solidaritas merupakan tindakan yang didasari kerena kepedulian yang tingi terhadap orang lain. Kesadarn yang tinggi akan pentingnya sikap saling membantu dan saling tolong menolong.

Aksi solidaritas dapat berupa galang dana untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan seperti orang yang terkena musibah atau bencana.

  1. Pencurian

Pencurian adalah tindakan mengambil hak milik orang lain tanpa izin. Kasus pencurian mark terjadi, muali dari pencurian yang bernilai kecil hingga pencurian bernilai besar. Tindakan pencurian biasanya dilatarbelakangi karena faktor ekonomi.

Tidak jarang tindakan pencurian disertai dengan bentuk kejahatan lain seperti penganiayaan hingga pembunuhan. Tindakan pencegahan yang mungkin dilakukan untuk menghindari tindak kejahatan kemalingan adalah pelaksanaan siskampling.

  1. Pelanggaran Peraturan

Peraturan dibuat dengan tujuan untuk mengatur kehidupan masyarakat. Namun seringkali masyarakat justru mengabaikan peraturan yang telah disepakati bersama. Para pelanggar mengabaikan kepentingan bersama. Kurangnya kesadaran akan pentingnya hidup bersama menjadi pemicu seseorang melakukan pelanggaran terhadap aturan/norma.

Peraturan yang paling sering dilanggar oleh masyarat biasanya bersifat tidak tertulis dan tidak memiliki sanksi tegas. Kurangnya sanksi yang diberikan membuat masyarakat tidak menganggap hal tersebut sebagai aturan yang harus ditaati.

  1. Mudik

Mudik merupakan salah satu tradisi pulang ke kampung halaman yang biasanay dilakukan ketika terjadi hari-hari besar keagamaan seperti hari raya Idul Fitri, hari raya Natal dan lain sebagainya. kegiatan mudik menjadi agenda tahunan semua lapisan masyarakat.

Momen mudik biasanay sangat dinanti-nanti oleh para perantau untuk pulang ke kampong halaman. Kegiatan mudik sebenarnya merupakan kegiatan positif, namun akan menjadi negative jika para pemudik tidak mentaati peraturan mudik yang dianjurkan oleh pemerintah.

Misalnya membawa barang berlebihan ketika pulang kampung menggunakan sepeda otor. Hal tersebut jutru akan membahayakan diri sendiri serta dapat membahayakan pengenadara lain. berboncengan sepeda motor lebih dari dua orang juga masih sering ditemui ketika mudik lebaran. Meskipun larangannya telah jelas tetulis, namun masayarakat masih sering melanggar.

  1. Gelandangan

Gelandangan merupakan seseorang yang tidak memiliki perkerjaan dan penghasilan tetap serta tidak memiliki tempat tinggal yang layak untuk ditempati. Para gelandangan biasanya menempati kolong jembatan sebagai tempat tinggal.

Banyak faktor yang melatarbelakangi maraknya gelandangan khususnya dikota-kota besar. Kemiskinan, kurangnya lapangan pekerjaan menjadi faktor utama. Gelandangan juga dapat dilatarbelakangi karena faktor internal individu itu sendiri. Misalnya rasa malas untuk bekerja.

  1. Anak Jalanan

Anak jalanan hampir sama dengan gelandangan. Hanya saja anak jalanan sering kali terjadi karena tidak adanya kepedulian orang yang lebih tua.

Banyak orang tua yang justru memanfaatkan melakukan eksploitasi anak untuk mencari uang. Hak anak untuk mendpatkan penghidupan yang layak seringkali diabaikan. Fenomena sosial berupa banyaknya anak jalanan khususnya di kota-kota besar merupakan salah satu bentuk eksploitasi anak.

  1. Pencemaran Air

Pencemaran air dalam skala besar seringkali terjadi khusunya berasal dari limbah industri dari pabrik-pabrik besar. Jumlah limbah yang terlalu banyak tidak hanya mencemari air tetapi mengganggu ekosistem air seperti ikan dan tanaman air.

Pencemaran air juga sering ditimbulka dari limbah rumah tangga berupa pembungan sampah disungai serta limbah-limbah deterjen yang dibuang ke sungai.

  1. Pemakaian Narkoba

Penggunaan narkoba semakin marak terjadi di masyarakat. Penyalahgunaan narkoba dapat membahayakan dan menimbulkan ketergantungan bagi penggunanya. Bahkan saat ini, pesta narkoba kerap kali dijumpai di rumah-rumah warga.

  1. Gotong Royong

Kegiatan gotong royong merupakan fenomena sosial yang bersifat positif. Gotong royong merupakan kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dengan satu tujuan sama. Kegiatan gotong royong mencerminkan masyarakat yang mampu hidup berdampingan dan bersama-sama membangun mencapai tujuan bersama karena memiliki kesadarn sebagai makhluk sosial.

  1. Pengerusakan Lingkungan

Merusak alam merupakan tindakan sosial yang menyimpang. Demi keuntungan sendiri, pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab mengeksploitasi alam tanpa melakukan reboisasi. Lingkungan yang seharusnya dijaga justru menjadi sasaran kerakusan manusia.

  1. Balapan Liar

Kegiatan balapa liar biasanya dilakukan oleh para remaja. Mereka beradu kecepatan berkendara tanpa memperhatikan prosedur keselamatan. Balapan liar yang dilakuakn di jalan umum akan sangat membahayakan pengguna jalan lain.

  1. Kebodohan

Tingginya angka putus sekolah di Indonesi mengakibatkan timbulnya permasalahan sosial berupa kebodohan. Anak-anak tidak mendapatkan wajib belajar sesuai peraturan. Keterbatasan ekonoomi terkadang menjadi alasan tingginya angka putus sekolah. Anak yang seharusnya belajar untuk memperoleh ilmu demi masa depannya justru harus berhenti sekolah. Mereka tidak mendapatkan hak mereka.

  1. Demo

Setiap orang memiliki kebebasan berpendapat di depan umum. Namun hal tersebut dapat dilakukan dengan cara musyawarah mufakat. Demo merupakan bentuk unjuk rasa yang dilakuakn beramai ramai sebagai bentuk penolakan terhadap suatu kebijakan.

  1. Penyalahgunaan Media Sosial

Di era modern, semua informasi secara global dapat dilihat melalui sosial media. penggunaan yang bijak terhadap sosial media memberikan dampak positif bagi penggunanya. Sebaliknya, peyalahgunaan sosial media akan berdampak negative bagi penggunanya.

Salah satu contoh bentuk penyalahgunaan sosial media adalah menggunakan sosial media untuk menipu orang lain demi mendapatkan keuntungan materi bagi dirinya sendiri.

Demikianlah uraian lengkap yang bisa kami sajikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan contoh fenomena sosial yang ada di masyarakat dan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *