Contoh Nilai Estetika di Masyarakat

Diposting pada

Contoh Estetika
Kata estetika pada hakekatnya berasal dari bahasa Yunani aisthetikos, yang berarti “estetika, sensitif, hidup, berkaitan dengan persepsi indra pada makhluk sosial“, yang mana pada gilirannya berasal dari aisthanomai, yang berarti “Saya merasakan” dan terkait dengan aesthesis (sensation).

Terdapat beragam contoh nilai estetika dalam masyarakat, diantaranya yaitu nilai estetika pada pemandangan alam; karya seni rupa, seni tari, seni musik, dan lain-lain.

Estetika

Estetika adalah cabang filsafat manusia yang berhubungan dengan sifat keindahan dan rasa, serta filsafat seni (bidang filsafat sendiri yang muncul dari estetika) . Sehingga kajian ini meneliti nilai-nilai subjektif dan sensori-emosional, atau kadang-kadang disebut penilaian sentimen dan rasa.

Estetika mencakup sumber alami dan buatan dari pengalaman dan penilaian estetika. Kondisi inipun mempertimbangkan apa yang terjadi dalam pikiran kita ketika kita terlibat dengan objek atau lingkungan estetika seperti dalam melihat seni visual, mendengarkan musik, membaca puisi, mengalami permainan, menjelajahi alam, dan sebagainya.

Contoh Estetika

Berikut ini contoh-contoh nilai estetika yang ada di masyarakat, antara lain:

  1. Berkaitan dengan kecantikan/ketampanan

Penilaian cantik dan tampan merupakan hal yang subjektif. Bagi orang yang menilai seorang perempuan cantik dan seorang pria tampan tentunya akan berbeda apabila orang lain yang menilainya karena memang kecantikan atau ketampanan tersebut merupakan hal yang relatif antara satu orang dengan orang lainnya.

  1. Pemandangan alam

Pemandangan dalam berbagai macam gejala alam seperti pegunungan, laut dan pantai, danau, hutan, dan berbagai fitur geografis lainnya masing-masing memiliki nilai estetika atau keindahan yang seringkali menjadi daya tarik untuk menjadikan fitur tersebut sebagai objek wisata, misalnya Gunung Bromo, Pantai Pink, Danau Toba, Hutan Mangrove Wonorejo, dan berbagai fitur pemandangan alam lainnya.

Dalam banyak budaya, gagasan bahwa alam memiliki nilai estetika yang melekat secara luas diterima secara sosial, meskipun beberapa lanskap alam mungkin dianggap lebih menarik daripada yang lain.

  1. Seni rupa

Lukisan merupakan salah satu bentuk karya seni yang dibuat oleh manusia untuk menyalurkan ide, gagasan, khayalan atau kritikan yang berbentuk gambar. Selain berisi hal-hal tersebut, suatu lukisan tentunya juga mengandung nilai estetika tertentu sesuai dengan kreativitas dari pembuatnya atau si pelukis.

  1. Seni Tari

Bukan hanya pada sebuah lukisan, tapi gerak tari juga mengandung nilai estetika tertentu. Nilai estetis pada gerak tari dapat diartikan sebagai kemampuan dari gerak tersebut dalam menimbulkan suatu pengalaman estetis. Pengalaman estetis seorang penari dalam melakukan gerak harus dilihat juga dalam kualiatas gerak yang dilakukannya.

Contoh nilai estetika dalam gerak tari misalnya pada tari saman, nilai estetisnya bisa dilihat dari harmonisasi gerakannya. Gerakan pada tari Saman sangat unik sebab hanya menampilkan gerakan tepuk tangan, tepuk dada, dan gerakan-gerakan sejenis.

  1. Seni musik

Dalam menciptakan sebuag lagu atau musik juga harus membubuhkan nilai estetika di dalamnya. Sifat estetis dalam karya seni musik diantaranya yaitu bisa didengarkan dari keindahan unsur beat, irama, melodi, ritme, serta harmoni yang dipadukan menjadi satu kesatuan utuh yang saling berpengaruh.

Tujuan memasukkan nilai kreativitas dan estetika dalam suatu lagu atau musik adalah agar terhindar dari rasa bosan dan hasil yang monoton, serta agar bisa terus memperbaiki atau menyempurnakan sebuah karya.

  1. Pembuatan suatu produk

Kerajinan seperti furnitur dan desain pakaian juga harus mempertimbangkan estetika, bahkan pembangunan real estat pun demikian, di mana penampilan rumah dapat memiliki dampak besar pada harga jual.

Insinyur juga mempertimbangkan estetika ketika merancang produk, karena desain yang menarik dapat membuat produk lebih berharga di mata konsumen. Misalnya, tersedia dalam berbagai desain, dan yang memiliki penampilan tidak biasa atau khas cenderung memiliki titik harga yang lebih tinggi.

  1. Arsitektur

Dalam bidang arsitektur, nilai estetika banyak berkaitan dengan hal-hal yang visual seperti serangkaian bentuk permukaan, volume, massa, elemen garis, dan lain sebagainya, termasuk berbagai bagian daripada harmoni, seperti komposisi.

  1. Batik di Indonesia

Batik merupakan kerajinan  yang  mempunyai nilai seni yang tinggi dan telah  sejak lama menjadi bagian dari budaya Indonesia  (khususnya  Jawa). Motif batik dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Melalui motif-motof inilah nilai estetika dari kain batik dapat kita nikmati, karena dalam membuat motif tentunya harus mempertimbangkan harmoni atau keselarasan, kontras, repetisi, gradasi, dan lain-lain.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca terkait dengan adanya contoh-contoh nilai estetika yang ada di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberi edukasi bagi kalian semua yang saat ini sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *