Contoh Badan Usaha Ekstraktif dan Agraris

Diposting pada

Contoh Badan Usaha Ekstraktif dan Agraris

Badan usaha merupakan kesatuan hukum (yuridis) dan ekonomi dari faktor produksi yang bertujuan untuk mencari keuntungan dengan memberikan pelayanan kepada konsumen yang memerlukan. Terdapat beragam jenis badan usaha dengan masing-masing klasifikasinya. Ditinjau dari segi kegiatan yang dilakukan ada dua diantaranya yaitu badan usaha ekstraktif dan badan usaha agraris.

Kegiatan yang dilakukan oleh badan usaha ekstraktif adalah mengambil apa yang telah dihasilkan oleh alam, misalnya pertambangan minyak bumi, pertambangan batu bara, pertambangan berbagai jenis logam, penambangan hasil hutan. Sedangkan kegiatan yang dilakukan oleh badan usaha agraris adalah mengelola sumber daya alam untuk menghasilkan suatu barang tertentu, misalnya pertanian, peternakan, perkebunan, dan lain-lain.

Badan Usaha Ekstraktif dan Agraris

Badan usaha ialah kegiatan produksi barang untuk didistribusikan kepada masyarakat luas guna memperoleh keuntungan. Di Indonesia sendiri terdapat banyak jenis badan usaha yang bergerak. Ada yang menekankan kegiatan pada upaya pengambilan dan pengelolaan bahan baku secara langsung dari alam untuk diolah agar lebih bermanfaat, yang disebut dengan badan usaha ekstarktif.

Ada pula badan usaha agraris yang kegiatannya mengelola tanah untuk menghasilkan sumber daya alam. Agraris itu sendiri bisa diartikan sebagai sebagai sesuatu yang berkaitan dengan tanah yang di tanami untuk melakukan proses budidaya. Atau bisa juga dikatakan bahwa, agraris merupakan suatu keadaan dimana profesi penduduk suatu negara sebagian besar adalah bertani. Salah satu contohnya adalah negara kita sendiri, Indonesia.

Suatu negara dikatakan sebagai negara agraris apabila lebih mengutamakan sektor pertanian sebagai sumber dayanya, sebab memberikan kontribusi yang sangat tinggi dan penting bagi masyarakatnya.

Contoh Badan Usaha Ekstraktif dan Agraris

Terdapat beragam contoh badan usaha ekstraktif dan agraris yang mudah ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Berikut penjelasannya:

Badan Usaha Eksraktif
Contoh Badan Usaha Eksraktif
Contoh Badan Usaha Eksraktif

Badan usaha ekstraktif adalah sebagai badan usaha yang bergerak dalam usaha pengolahan dan pengelolaan bahan baku yang terkandung di alam sehingga bisa digunakan untuk memenuhi arti kebutuhan manusia. Antara lain contohnya sebagai berikut;

  1. Pertambangan Logam

Pertambangan ialah kegiatan mengekstraksi mineral dan bahan tambang lainnya dari dalam bumi (kegiatan mengeluarkan sumber daya alam dari dalam bumi). Adapun istilah penambangan dapat diartikan sebagai proses pengambilan material yang dapat diektraksi dari dalam bumi.

Pertambangan diperlukan untuk mendapatkan bahan apa pun yang tidak dapat ditanam melalui proses pertanian, atau dibuat secara artifisial di laboratorium atau pabrik.  Pertambangan batu dan logam telah menjadi aktivitas manusia sejak zaman prasejarah.

Proses penambangan modern melibatkan pencarian calon bijih, analisis potensi keuntungan dari tambang yang diusulkan, ekstraksi bahan yang diinginkan, dan reklamasi akhir tanah setelah tambang ditutup.

Operasi penambangan biasanya menimbulkan dampak lingkungan yang negatif, baik selama kegiatan penambangan dan setelah tambang ditutup. Karenanya, sebagian besar negara di dunia telah mengeluarkan peraturan untuk mengurangi dampaknya. Keselamatan kerja telah lama menjadi perhatian juga, dan praktik modern telah secara signifikan meningkatkan keselamatan di tambang.

  1. Pertambangan Minyak

Selain logam, dalam arti yang lebih luas, kegiatan pertambangan juga termasuk ekstraksi sumber daya tidak terbarukan seperti minyak bumi, gas alam, atau bahkan air.

Metode ekstraksi minyak bumi yang didasarkan pada sistem penggalian tambang bawah tanah. Metode ini digunakan untuk menambang kolam yang mengandung minyak viskositas tinggi, atau bitumen, dan kolam heterogen dari minyak viskositas menengah yang tidak lagi produktif dengan metode lain. Minyak dapat ditambang dengan cara mencuci atau melalui drainase.

  1. Pertambangan Garam

Pertambangan garam merupakan usaha ekstraksi garam batu atau halite dari deposit. Hal tersebut berbeda dengan garam yang dipanen dari laut, karena garam ini ditambang selayaknya bahan tambang bebatuan. Tambang garam dilakukan di area di mana pernah terdapat badan air (danau, sungai, laut) yang telah mengering.

Sebelum munculnya mesin pembakaran internal modern dan peralatan pengolah tanah, penambangan garam adalah salah satu operasi yang paling mahal dan berbahaya karena dehidrasi yang cepat yang disebabkan oleh kontak terus-menerus dengan garam (baik di lorong tambang dan tersebar di udara sebagai debu garam) dan masalah lain yang disebabkan oleh asupan natrium berlebihan yang tidak disengaja.

  1. Perikanan laut

Perikanan laut dilakukan di semua samudera dan lautan di dunia, termasuk teluk dan muara. Penangkapan dan budidaya organisme akuatik dalam air asin menyumbang sebagian besar produk perikanan yang mencapai pasar dunia. Sejak awal 1990-an, produksi perikanan tangkap dunia mencapai 100 juta metrik ton per tahun.

Total dari perikanan tangkap dan akuakultur adalah sekitar 140 juta metrik ton pada tahun 2002. Peningkatan tahunan yang lambat dalam total produksi terus terjadi karena pertumbuhan moderat terjadi pada akuakultur di seluruh dunia.

  1. Perhutanan

Perhutanan atau kehutanan adalah seni dan ilmu untuk melindungi, melestarikan dan mengelola hutan, perkebunan pohon dan sumber daya alam. Karena ekosistem hutan sangat penting bagi planet ini, bidang Kehutanan sama pentingnya bagi lingkungan seperti halnya bagi masyarakat dan kegiatan ekonomi kita.

Kehutanan adalah profesi multi-disiplin dan kompleks yang melibatkan pengelolaan banyak nilai selain kayu, termasuk: keanekaragaman hayati, habitat satwa liar, kualitas air, rekreasi, pekerjaan, dan stabilitas masyarakat.

Kehutanan dapat melibatkan studi yang lebih holistik tentang sistem yang menyediakan sumber daya alam bagi kita atau dapat melibatkan spesialisasi yang luas, termasuk pengelolaan daerah aliran sungai ke pengelolaan ekosistem ikan dan perairan, dari patologi hutan ke entomologi, dari biologi tanaman ke konservasi dan kebijakan hutan.

Badan Usaha Agraris
Contoh Badan Usaha Agraris
Contoh Badan Usaha Agraris

Badan usaha agraris adalah sebagai badan usaha yang kegiatan usahanya adalah menghasilkan barang berupa hasil alam, tapi hasil alam tersebut tidak serta merta langsung diambil dari alam seperti halnya badan usaha ekstraktif, karena para pelaku usaha di bidang ini harus melakukan pengolahan dan pemanfaatan alam seperti mengolah tanah terlebih dahulu, baru kemudian akan mendapatkan hasil alam sebagai outputnya.

Mislanya:

  1. Pertanian

Pertanian ialah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasanya dipahami sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam, serta pembesaran hewan ternak.

Perkembangan pertanian memungkinkan populasi manusia tumbuh berkali-kali lebih besar daripada yang bisa dipertahankan dengan berburu dan meramu. Pertanian mulai secara independen di berbagai belahan dunia, dan mencakup beragam taksa, di setidaknya 11 pusat asal yang terpisah.

  1. Peternakan

Peternakan adalah cabang pertanian yang berkaitan dengan pemeliharaan hewan untuk diambil daging, serat, susu, telur, atau produk lainnya. Perterkanakan ini termasuk perawatan sehari-hari, pembiakan selektif dan pemeliharaan ternak.

Peternakan modern bergantung pada sistem produksi yang disesuaikan dengan jenis lahan yang tersedia. Pertanian subsisten digantikan oleh peternakan hewan intensif di bagian dunia yang lebih maju, di mana misalnya ribuan ayam dapat dipelihara di rumah atau baterai broiler. Di tanah yang lebih miskin unsur hara seperti di dataran tinggi, hewan sering dipelihara lebih luas, dan dapat dibiarkan berkeliaran secara luas, mencari makan sendiri.

  1. Perkebunan Kelapa Sawit

Perkebunan adalah kegiatan pertanian yang berspesialisasi pada tanaman komersial. Tanaman yang ditanam termasuk kapas, kopi, teh, kakao, tebu, opium, sisal, biji minyak, kelapa sawit, buah-buahan, pohon karet dan pohon hutan. Kebijakan proteksionis dan keunggulan komparatif alami terkadang berkontribusi dalam menentukan di mana perkebunan berada.

Perkebunan kelapa sawit di Indonesia menghasilkan dua jenis energi terbarukan (renewable energy) yaitu:

  1. Biofuel generasi pertama (first generation biofuel)berupa biodiesel
  2. Biofuel generasi kedua (second generation biofuel)berupa bioethanol (berbasis biomas) dan biogas (berbasis POME).
  1. Perkebunan Teh

Selain kelapa sawit, perkebunan juga dapat diusahakan dengan menanam jenis tanaman tahunan, misalnya teh. Perkebunan teh  biasanya dilakukan di daerah dataran tinggi. Indonesia sendiri saat ini menjadi produsen teh terbesar ketujuh di dunia.

Tanaman teh bisa dipanen untuk pertama kalinya ketika usianya telah mencapai kira-kira empat tahun. Saat panen, hanya daun-daun muda yang dipilih, mengimplikasikan bahwa pemetikan yang dilakukan secara manual lebih efisien daripada menggunakan mesin. Oleh sebab itu, produksi teh termasuk bisnis padat tenaga kerja. 

  1. Perikanan Darat

Perikanan darat ialah usaha pembudidayaan ikan di perairan darat misalnya sungai, danau, waduk, rawa, sawah (yang digenangi air selama padi masih muda), dan tambak. Usaha perikanan darat bisa dilakukan di dua tempat, yaitu:

  1. Di Air Tawar, yaitu pembudidayaan ikan di air tawar dilakukan dapat di sungai,danau, rawa, dan waduk. Jenis ikan yang dipelihara diantaranya yaitu ikan sepat, mujair, gurami,gabus, tawes dan belut.
  2. Di Air Payau, yaitu pembudidayaan ikan di air payau (campuran antara air tawar dan air asin) yang dapat dilakukan di tambak-tambak yang bentuknya ber-petak-petak yang berada didaerah pinggiran pantai. Ikan yang dipelihara di tambak diantaranya yaitu ikan bandeng, belanak boso,gelodok, janjan, dan jenis udang-udangan.

Itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca berkenaan dengan contoh badan usaha ekstraktif dan badan usaha agraris yang ada di masyarakat. Semoga bisa memberikan pengetahuan serta pemahaman bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *