Contoh Sikap Antisosial di Masyarakat

Diposting pada
Sikap Antisosial
Contoh Sikap Antisosial

Arti sikap antisosial dan kebiasan menjauh dari orang-orang disekitarnya menandakan seseorang belum mampu berinteraksi dengan baik. Banyak faktor yang melatarbelakangi seseorang enggan untuk melakukan hubungan sosial sebagai proses sosial dengan orang. Oleh karena itulah supaya dapat memberikan pemahaman, berikut pembahasan dalam contoh sikap anti sosial.

Anti Sosial

Sikap antisosial diartikan sebagai sikap seseorang yang enggan untuk melakukan aktivitas sosial dan menghindari interaksi dengan orang lain. Perilaku tersebut tentu saja tidak sesuai dengan nilai dan norma yang ada dalam masyarakat.

Namun beberapa alasan dan pertimbangan terkadang membuat orang yang memiliki sikap antisosial merasa tidak melakukan pelanggaran norma. Sikap antisosial tidak hanya menjauhkan diri dari masyarakat, melakukan hubungan sosial dengan masyarakat tetapi dengan tujuan merusak atau tujuan negatif lainnya juga dikatakan sebagi sikap antisosial.

Seseorang yang mengurung diri karena beberapa masalah maupun karena berbagai alasan lain dalam jangka waktu yang cepat tidak dapat dikatakan sebagai sikap antisosial. Sikap antisosial biasanya terjadi dalam jangka waktu yang relatif lama dan terus menerus.

Sikap antisosial dapat berdampak negatif, baik bagi si pelaku maupun orang-orang disekitarnya. Setiap orang memiliki hak atas kebebasan. Namun ketika kebabasan tersebut membahayakan orang lain, hal tersebut perlu menjadi perhatian.

Contoh Sikap Antisosial

Perilaku antisosial seringkali muncul dalam masyarakat. Contoh perilaku antisosial yang sering terjadi antara lain:

  1. Menutup diri dan tidak mengikuti kegiatan apapun yang ada dalam lingkungan masyarakat

Contoh nyata dari tindakan tersebut misalnya Bu Susi tidak pernah mau keluar rumah dan melakukan interaksi sosial dengan lingkungan sekitar bahkan saat di kompleksnya sedang diadakan acara memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

  1. Tidak mau menerima saran dan kritik

Menganggap bahwa dirinyalah yang paling mengetahui segala sesuatu. Marah ketika diberikan masukan. Contoh dari tindakan tersebut misalnya ketika Kenan melakukan kesalahan dan tindakan menyimpang, ketika Rani ingin menasehati justru Rani yang diamarahi oleh Kenan.

  1. Senang berkelahi

Ketika emosi, semua hal diluapkan dengan berkelahi. Penyelesaian masalah yang justru akan menambah masalah baru. Misalnya, ketika Dani tidak terima karena sepeda motornya tidak sengaja tergores sedikit oleh Ridwan, Dani langsung memaki-maki Ridwan dan menghajar Ridwan samapi berdarah.

  1. Memakai pakaian tidak sesuai tempat dan situasi

Penggunaan pakaian yang sangat kontras dengan situasi yang ada juga merupakan contoh dari perilaku antisosial. Misalnya saja, seorang ibu yang menggunakan pakaian mewah dan menggunakan emas yang berlebihan saat berinteraksi dengan orang-orang yang sedang kekurangan dalam hal finansial.

  1. Tidak pernah menyapa orang lain

Bertutur sapa ketika bertemu mencerminkan sikap ramah tamah. Seseorang yang memiliki gejala antisosial biasanay tidak pernah dan enggan untuk menyapa orang lain meskipun orang tersebut merupakan orangn yang ia kenal.

Misalnya, Dude disuruh untuk mengantar pesanan kue oleh ibunya ke rumah tetangganya yang letaknya tidak terlalu jauh dengan rumahnya dengan berjalan kaki. Ketika bertemu Toni di perjalanan, dude tidak menyapa justru menundukan kepala padahal Toni sudah menyapa.

  1. Merusak Fasilitas Umum

Menjaga fasilitas umum merupakan tanggungjawab bersama anggota masyarakat. Tindakan merusak termasuk tindakan antisosial yang tidak bertanggungjawab karena memintkan egonya sendiri. Tidak mampu mengontrol diri sendiri.

Contoh konkretnya adalah Hamdan merusak dan membongkar pos kampling tanppa berdiskusi dengan warga sekitar karena merasa pos kampling yang didirikan didepan rumahnya, membuatnya susah tidur karena berisik.

  1. Melukai teman tanpa sebab

Contoh perilaku yang menunjukan sikap antisosial salah satunya dengan melukai teman tanpa sebab. Hal ini terjadi secara berulang-ulang bukan hanya sekali atau dua kali. Misalnya, Tio sering memendorong dan menjambak teman-temannya tanpa sebab.

  1. Suka mengejek dan menghina orang lain

Selain melalui fisik, seseorang yang emnaglami gejala sosial juga sering melakukan tindakan yang menyimpang melalui perkataan. Misalnya saja mengejek dan menghina. Contohnya saja Sasa selalu menghina devi karena kekurangan fisik yang dialami oleh devi.

  1. Takut bertemu orang asing

Trauma karena pengalaman pahit yang pernah dialami menjadi pemicu munculnya sikap antisosial. Misalnya, Dewi sering mengalami tindak kekerasan terus menerus yang dilakuakn oleh ibu tirinya ketika ia berumur 10 tahun. Hingga saat ini, Dewi masih takut melihat orang yang membawa kayu balok atau melihat kayu balok yang dulu sering digunakan oleh ibunya untuk memukul.

  1. Sering menyakiti diri sendiri

Salah satu sikap antisosial adalah melukai dirinya sendiri. Hal ini terjadi karena gangguan mental yang dialami. Contohnya saja, Eka sering melukai dirinya sendiri karena merasa dirinya tidak berguna dan tidak dianggap oleh lingkungannya.

Ciri Sikap Antisosial

Dari berbagai sikap anti sosial diatas, setidaknya ada karakteristik seseorang atau sekelompok orang yang melakukan prilaku ini. Antara lain;

  1. Ketidaksesuaian antara sikap dengan norma yang berlaku dalam masyarakat

Tindakan penyimpangan sosial merupakan salah satu wujud dari sikap antisosial. Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki sikap antisosial cenderung akan menentang dan melanggar norma yang berlaku. Sikap antisosial dapat menimbulkan keresahan dalam masyarakat.

  1. Adanya seseorang atau sekelompok orang yang berupaya melakukan perlawanan terhadap norma yang berlaku

Norma dibuat disesuaikan dengan kepentingan masyarakat dan atas kesepakatan bersama. Namun kenyataannya beberapa orang yang tidak menaati peraturan. Beberapa orang yang memiliki sikap antisosial dan memiliki posisi penting dalam struktur masyarakat terkadang melakukan perlawanan dengan berupaya mengubah aturan yang telah disepakati bersama.

  1. Kondisi psikologis seseorang yang berlawanan dengan yang seharusnya

Ciri kepribadian seseorang umumnya ditentukan oleh perkembangan emosi, pola pikir, serta perlaku dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, faktor genetik juga menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang rentan mengalami gangguan sosial.

Kondisi psikologis adalah bagaimana ia mampu memahami dan mengontrol dirinya sendiri untuk menentukan tindakan-tindakan apa saja yang memang harus dilakukan dan tidak dilakukan. Memori tentang masa kanak-kanak yang terbentuk akibat pengaruh lingkungan maupun terbentuk secar genetik pun ikut berpengaruh.

  1. Ketidakmampuan seseorang untuk menjalankan norma yang ada dan berlaku di masyarakat.

Norma dan kebiasaan dalam masyarakat seringkali membuat seseorang merasa tidak nyaman. Ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi keinginan dan harapan orang lain menjadikannya menjadi pribadi yang tertutup dan menutup diri dari lingkungan.

Itulah tadi uraian lengkap yang bisa kami tuliskan serta jabarkan pada semua pembaca. Berkenaan dengan contoh sikap antisosial yang ada di masyarakat serta karakteristik yang melakat. Semoga bisa memberikan bahan pertimbangan bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *