Contoh Akulturasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Akulturasi di Masyarakat Indonesia

Perilaku sosial di masyarakat dapat menimbulkan aksi saling mempengaruhi antarindividu, antara individu dengan kelompok, dan antar kelompok. Perilaku saling mempengaruhi ini terjadi karena adanya interaksi sosial dalam perilaku sosial di masyarakat.

Hal ini akan memunculkan sistem akulturasi di masyarakat, yang sejatinya kondisi ini bisa terjadi karena adanya ciri interaksi sosial yang mempengaruhi setiap orang untuk dapat mencontoh tindakan orang lain.

Akulturasi

Akulturasi adalah perpaduan dua kebudayaan yang berbeda, sehingga akan membentuk suatu kebudayaan yang baru dengan tidak menghilangkan ciri khas kebudayaan asli. Proses akulturasi terjadi karena adanya penyatuan dua kebudayaan.

Interaksi yang terjadi antar masyarakat secara tidak langsung akan menimbulkan suatu sistem kebudayaan baru baik disadari maupun tidak disadari oleh pelaku interaksi. Akulturasi seringkali

Akulturasi Menurut para Ahli

Proses sosial akulturasi dikaji oleh beberapa tokoh, antara lain:

  1. Soerjono Soenkanto, Soerjono Soekanto mendefinisikan akulturasi sebagai proses yang timbul ketika sekelompok masyarakat dengan suatu kebudayaannya dihadapkan pada unsure-unsur kebudayaan asing yang berbeda dimana unsure tersebut lambat launmelebar ke dalam kebudayaan asli dengan tidak menghilangkan kedua unsure kebudayaan tersebut.
  2. Koentjaningrat, Akulturasi diartikan sebagai suatu proses sosial yang terjadi ketika kelompok sosial kebudayaan tertentu terkena budaya asing yang berbeda. Persyaratan proses akulturasi adalah senyawa, dalam arti penerimaan budaya tanpa rasa penolakan, maka keseragaman dapat dicerna karena kesamaan tingkat dan pola kebudayaan.
  3. John. W. Berry, Menurut Berry akulturasi adalah serangkaian proses perubahan sosial budaya yang disebabkan karena kontrak antar kelompok serta anggotanya.

Contoh Akulturasi

Berbagai proses akulturasi terjadi dalam masyarakat, khususnya yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

Bentuk Pemerintahan

Pada mulanya di Indonesia dikenal dengan system pemerintahan sederhana. Dalam system pemerintahan sederhana, pemerintahan hanya mencakup wilayah kecul seperti pemerintahan di suatu desa atau daerah tertentu. Pemimpin dari pemeintahan sederhana ini disebut sebagai kepala suku yang dipilih oleh warganya.

Namun setelah masuknya pengaruh India, system pemerintahan Indonesia berubah menjadi sistem kerajaan. Wilayah kekuasaan disebut sebagai wilayah kerajaan. Kerajaan dipimpin  seorang Raja.

Sosial

Proses akulturasi juga ditemui dalam bidang sosial. Contohnya adalah sistem kasta. System kasta pertama kali dibawa oleh kerajaan Hindu-Budha yang masuk ke Indonesia. Kepercayaan hindu menganut system kasta untuk menentukan status sosial masyarakat. Sampai saat ini, sistem kasta masih berlaku dalam kepercayaan Hindu khususnya di pulau Bali.

Bahasa

Dalam penggunaan bahasa juga terjadi proses akulturasi. Contoh akulturasi dalam bidang bahasa adalah penggunaan bahasa sanksekerta pada zaman dahulu khusunya pada masa kerajaan Hindu-Budha. Hal ini dapat dilihat dari berbagai prasasti maupun peninggalan sejarah lainnya yang bertuliskan bahasa sanksekerta.

Seni Sastra

Seni sastra dan aksara juga mengalami proses akulturasi. Pada mulanya sastra hanya berbentuk prosa dan puisi dalam bentuk tembang. Kemudian, berkembanglah karya satra-karya sastra lain yang bersumber dari cerita Ramayana dan Mahabharata yang berasal dari India.

Semakin berkembangnya cerita Ramayana dan Mahabharata, melahirkan suatu pertunjukan seni wayang kulit. Dalam perkembangannya wayang kulit makin diminati oleh masyarakat Indonesia karena mengandung nilai-nilai positif yang disebarkan melalui pertunjukan. Jalan cerita dalam pementasan wayang kulit disesuaikan dengan seni di Indonesia. Misalnya saja seni pahat pada tokoh wayang yang disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia.

Tidak hanya itu, pada masa kerajaan arab, sastra Indonesia juga banyak dipengaruhi oleh budaya Arab dan Persia. Contohnya seperti pada karangan, kitab, dan juga syair.

Seni Musik

Tidak hanya seni sastra yang mengalami akulturasi dengan kebudayaan Arab, seni music juga mengalami akulturasi. Salah satu contohnya adalah jenis music Qasidah. Jenis istrumen qosidah berupa gendang atau gambus dengan syair-syair bernuansa islami.

Seni Bangunan

Akulturasi dalam seni bangunan di Indonesia terlihat dari bentuk-bentuk bangunan candi yang merupakan bentuk akulturasi dari budaya Hindhu-Budha dan Indonesia. Unsur candi-candi asli Indonesia sebenarnya berbentuk punden berundak. Setelah mengalami akulturasi, bangunan candi memiliki bngunan yang megah, memiliki patung-patung perwujudan dewa, dan bagian-bagian candi lainnya.

Makam

Makam digunakan sebagai tempat untuk mengubur orang yang sudah meninggal. Bentuk makam di Indonesia juga merupakan bentuk akulturasi dengan budaya islam. Misalnya saja penggunaan aksara bahasa Arab di batu nisan. Bentuk akultrasi lainya juga terlihat dari tradisi pemakaman yang dipengaruhi budaya Hindhu-Budha. Seperti jenazah yang dimasukan ke dalam peti.

Seni rupa

Pada seni rupa juga dijumpai bentuk akulturasi. Contohnya saja adalah seni kaligrafi yang dipengaruhi oleh budaya islam dari Arab yang terlihat pada penulisan kaligrafi yang menggunakan aksara Arab dengan terlihat seni grafisnya nan ciamik.

Seni Ukir

Seni ukir di Indonesia juga mengalami proses akulturasi yang dipengaruhi oleh budaya India. Contoh akulturasi seni ukir yang umum dijumpai adalah pada dinding-dinding candi, seperti relief binatang pada candi Borobudur. Pada masa kerajaan Hindhu-Budha, binatang dianggap suci sehingga sering diabadikan melalui seni ukiran.

Sistem Kepercayaan

Pada zaman dahulu, Indonesia hanya menganut system kepercayaan animisme dan dinamisme yaitu kepercayaan kepada roh nenek moyang. Setelah masuknya Hindu-Budha, masyarakat mulai mengenal system kepercayaan lain selain animisme dan dinamisme. Mayarakat mulai menganut agama Hindu-Budha.

Peralatan Hidup

Perlatan hidup juga tak lepas dari proses akulturasi. Contohnya adalah pada perabotan rumah tangga yang banyak terpengaruh oleh budaya Cina. Alat-alat makan, hiasan rumah seperti guci adalah akulturasi dari budaya Cina.

Sistem Kalender

System kalender di Indonesia juga mengalami proses akulturasi. Sistem kalender yang dgunakan umat islam adalah kalender Hijriyah yang diprakarsai pada zaman Umar bin Khatab. Di saat yang bersamaan, Indonesia menganut sistem kalender saka. Terjadilah akulturasi antara kalender Hijriyah dan kalender saka khususnya pada masa kesultanan Suktan Ageng.

Seni Berpakaian

Setiap daerah memiliki pakaian adat yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Pakaian adat ini juga tidak lepas dari proses akulturasi. Salah satunya adalah pakaian adat Betawi. Proses  Akulturasi pada pakaian adat terlihat pada pakaian pengantin pria. Penggunaan sorban, jubah panjang dan celana panjang teersebut dipengaruhi oleh kebudayaan Arab.

Untuk pakaian pada pengantin wanita, penggunaan baju model encim dan rok panjang memperlihatkan pengaruh kebudayaan Cina. Untuk penggunaan alas kaki baik pri maupun wanita atau yang biasa dikenal dengan terompah, dipengaruhi oleh kebudayaan Arab.

Adat dan Kebiasaan

Beberapa adat dan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia juga merupakan tradisi dari budaya lain. Misalnya saj pemberian angpao pada hari raya Idul Fitri yang biasanya dilakukan oleh umat Islam. Hal tersebut juga merupakan akulturasi dari budaya Cina yang sampai saat ini masih berkembang di Indonesia.

Masjid

Bangunaan masjid di Indonesia juga mengalami akulturasi. Arsitektur pada masjid khusunya pada masjid-masjid kuno terlihat pada bentuk atapnya yang bertingkat dan biasanyapembangunan masjid terletak di sebalah alun-alun kota. Hal ini merupakan akultuirasi antara budaya Indonsia dengan kebudayaan Islam.

Seni Tari

Contoh seni tari yang mengalami proses akulturasi terlihat pada tarian cokek yang merupakan gabungan dari budaya Betawi dan Budaya yang ada di Negara Cina. Lantar proses pengabungan unsur inilag tergolong dalam akulturasi budaya.

Kesenian Barongsai

Kesenian barongsai kini bukan hal baru lagi bagi masyarakat Indonesia, pertunjukan barongsai sering diadakan untuk memperingati hari-hari besar keagamaan maupun hari-hari besar nasional. Kesenian barong ternyata merupakan perbaduanbudaya local dengan budaya Cina.

Kitab

Salah satu bentuk akulturasi dari kitab adalah kitab Ramayan dan Mahabharata. Kedua kitab tersebut merupakan kitab umat Hindu. Setelah berkembang di Indonesia, kedua kitab tersebut disadur kembali oleh para pujangga Indonesia dan diganti menggunakan bahasa Jawa kuno.

Sistem Pengetahuan

Wujud akulturasi dari sistem pengetahuan yang ada di Indonesia adalah perhitungan tahun saka menggunakan candrasangkala. Candrasangkala merupakan susunan sebuah kalimat ataupun gambar yang bisa dibaca sebagai angka.

Hallowen

Pesta hallowen masih serimg dijumpai dalam masyarakat Indonesia. Pesta Hallowin sebenarnya bukan sebuah perayaan yang benar-benar asli dijalankan seluruh Indonesia, namun diadaptasi dari adanya pengaruh pada kebudayaan Eropa.

Faktor Pendorong Akulturasi

Terjadinya akulturasi sebagaimana dicontohkan diatas, sebenarnya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

Internal

Faktor internal yang berasal dari dalam. Antara lain;

  1. Terdapat penemuan baru
  2. Adanya kontak sosial
  3. Perilaku menghargai karya orang lain
  4. Adanya penyempurnaan dari penemuan baru
  5. Sistem terbuka pada lapisan masyarakat
  6. Orientasi ke masa yang akan datang
  7. Adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap kebudayan yang sedang berkembang
  8. Masyarakat yang heterogen

Eksternal

Adapun untuk faktor eksternal yang berasal dari luar. Diantaranya adalah;

  1. Perubahan alam
  2. Difusi

Itulah uraian lengkap yang bisa kami sebutkan pada pembaca, dimana materi ini berhubungan dengan contoh-contoh akulturasi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Baik dalam budaya, agama, pemerintahan, seni, dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *