Ciri Interaksi Sosial dan Contohnya di Masyarakat

Diposting pada

Syarat Interaksi Sosial

Interaksi sosial menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Hal ini lantaran setiap adanya hubungan dalam arti masyarakat senantiasa menciptakan proses timbal balik, baik dalam lembaga, kelompok, ataupun inidvidu dengan individu lainnya. Oleh karenanya pada artikel ini secara menyeluruh akan menjelaskan tentang karakteristik yang menjadi syarat dalam interaksi sosial.

Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antar individu maupun kelompok yang tidak hanya saling mempengaruhi tindakan tetapi juga dapat menentukan  kualitas hubungan. Hubungan sosial timbal balik tersebut jika dirumuskan memberikan gambaran sebagai berikut;

Respon + Tindakan + Respon = Produk Tindakan

Respon seorang individu maupun kelompok dalam interkasi sosial dapat mempengaruhi individu dan kelompok lain dalam bertindak. Seterusnya tindakan seorang individu maupun kelompok akan menimbulkan respon dari individu dan kelompok lainnya (Setiadi, 2010).

Ciri Interaksi Sosial

Agar dapat dikatakan sebagai interkasi sosial yang mencipatakan hubungan timbal balik antar manusia harus memiliki kriteria tertentu yang menjadi ciri-ciri di dalamnya, antara lain sebagai berikut:

Lebih dari Satu Pelaku

Kriteria ini menjadi persyaratan mutlak karena tidak akan mungkin ada tindakan dan respon manusia jika tidak ada lawan yang terlibat dalam proses terjadinya interaksi.

Kondisi seperti ini juga bisa mengarah pada pembentukan lembaga sosial, alasannya karena jika intens terjadi maka mendorong terjadinya kesepatakan untuk kemudian menciptakan kesamaan dalam mencapai tujuan yang di inginkan.

Menggunakan Simbol sebagai Alat Komunikasi

Ciri lainnya daripada interaksi sosial ialah terdapatnya simbol dalam hal ini dapat di contohkan seperti benda, bunyi, gerak, atau tulisan yang memiliki arti. Dengan menggunakan simbol tersebut kedua belah pihak akan saling menafsirkan apa yang sedang dilakukan pihak lawan.

Memiliki Tujuan

Berdasarkan tujuannya interaksi pada proses sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk. Bentuk-bentuk tersebut antara lain sebagai berikut;

  1. Berbentuk integrasi di mana kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama yang ingin dicapai.
  2. Interaksi yang berbentuk konflik di mana tujuan yang dimiliki oleh kedua belah pihak berbeda, oleh karena itu ada pihak yang ingin memenangkan pertikaian, menyingkirkan lawan dan lain sebagainya.

Ada Dimensi Waktu

Ciri lainnya yang ada dalam interaksi ialah akan selalu terjadi dalam ruang dan waktu, kapan dan di manapun. Sehingga pada proses inilah kerapapkali setiap orang yang melakukan bentuk interaksi kepada sesame individu dengan individu lainnya, atau individu dengan kelompok memiliki batasan dalam dimensi waktu yang ada.

Interaksi Sosial Bersifat Dinamis dan Tidak Statis

Hubungan dinamis tersebut menyangkut hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Dengan demikian, selama respon dan tindakan tersebut tidak terjadi antara manusia dan manusia, maka aktivitas tersebut tidak bisa dikatakan sebagai interaksi sosial.

Dari penjelasan diatas dapatlah dikatakan bahwa interkasi sosial terjadi jika ada dua pihak atau lebih saling bertemu, kemudian misal mereka saling menegur sapa, saling berbicara, berjabat tangan, atau bahkan sampai terjadi pertengkaran, perkelahian, kerjasama dan lain sebagainya.

Dari kondisi tersebut terdapat dua pihak di mana salah satu pihak memberikan aksi kemudian pihak lain akan memberikan respon, maka dari situlah hubungan timbal balik dimulai.

Contoh Interaksi Sosial

Adapun untuk beberapa contoh yang bisa disebutkan dalam interaksi sosial dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut;

  1. Adanya masyarakat Suku Baduy Luar yang melakukan interaksi sosial dengan masyarakat sekitar sehingga terciptakan arti akulturasi budaya, dalam konteks inipula dikatakan bahwa perbedaan Baduy Luar dengan Baduy dalam adalah penerimaan atas kehadiaran orang lain.
  2. Penjajah Belanda yang ada di Indonesia pada masa silam setidaknya menciptakan interaksi sosial dengan terbentuknya asimilasi. Yaitu adanya beberapa kebudayaan Belanda yang masih dipertahankan Indonesia pada saat ini, seperti mempergunakan sendok.
  3. Terdapatnya seorang guru yang memberikan pengajaran kepada peserta didik (murid) di sekolah membuktinya adanya interaksi sosial yang mana dalam hal inilah dilihat sebagai salah satu bentuk transformasi dalam ilmu pengetahuan.

Demikianlah penjelasan serta pengulasan yang bisa kami bagikan kepada segenap pembaca terkait dengan ciri interaksi sosial di masyarakat dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui artkel ini memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *