Ciri Angkatan Kerja dan Contohnya

Diposting pada

Contoh Angkatan Kerja

Suatu negara memiliki komposisi dan dinamika penduduk yang berbeda-beda antara satu negara dengan negara yang lainnya. Ada negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi tetapi juga diikuti dengan jumlah pekerja yang tinggi. Namun, ada pula negara yang memiliki jumlah pekerja yang tinggi serta jumlah angkatan kerja yang semakin membludak. Hal ini apabila terus dibiarkan maka lapangan kerja yang tersedian tidak akan mampu untuk memberikan kesempatan kerja kepada angkatan kerja tersebut.

Meskipun demikian, angkatan kerja yang ada akan berusaha untuk mendapatkan pekerjaan, atau bahkan ia bekerja meskipun jam kerjanya belum selayaknya pekerja pada umumnya. Artikel ini akan memberikan penjelasan terkait ciri angkatan kerja yang kerap kali muncul beserta dengan contohnya.

Angkatan Kerja

Angkatan kerja (labor force) ialah bagian dari tenaga kerja yang sedang ikut serta melakukan kegiatan produksi ataupun berupaya untuk memiliki kesempatan ikut serta dalam kegiatan ekonomi produksi. Dengan kata lain, angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yaitu di atas 15 tahun baik yang sedang bekerja atau baru pada tahap mencari kerja. Umumnya, angkatan kerja yang dikategorikan bekerja adalah yang memiliki jam kerja 1 jam dalam seminggu.

Dalam pertumbuhan suatu negara, angkatan kerja jumlahnya dipengaruhi oleh struktur umur penduduk dan tingkat partisipasi angkatan kerja tersebut dalam suatu negara. Struktur umur yang dimaksud ialah, golongan angkatan kerja berkisar antara usia 15 tahun hingga 64 tahun atau yang seringkali kita sebut sebagai usia produktif.

Kemudian yang dimaksud dengan tingkat partisipasi yaitu penduduk yang ada pada usia produktif tersebut seberapa besar kontribusinya terhadap kegiatan menghasilkan barang atau jasa. Apabila ia maksimal hanya bekerja selama 1 jam dalam seminggu, maka ia tergolong pada ciri angkatan kerja.

Ciri Angkatan Kerja

Berikut ciri-ciri angkatan kerja yang terbagi menjadi ciri angkatan kerja berdasarkan data BPS (2009) yang digolongkan menjadi 2 kategori, yaitu sebagai berikut.

Angkatan kerja yang tergolong bekerja

Angkatan kerja golongan ini memiliki ciri-ciri antara lain:

  1. Bekerja selama 1 jam dalam seminggu. Apabila penduduk usia kerja yang belum memiliki pekerjaan namun ia memiliki kesempatan bekerja selama 1 jam dalam seminggu dan diperoleh penghasilan, maka mereka adalah angkatan kerja yang tergolong bekerja.
  2. Tidak melakukan pekerjaan atau bekerja kurang dari 1 jam selama seminggu. Ciri ini umumnya terjadi karena adanya suatu kondisi yang mengharuskan seseorang berhenti sejenak dari pekerjaannya seperti adanya cuti, petani menunggu panen, dan lain sebagainya. Mereka bekerja hanya dalam waktu kurang dari 1 jam selama seminggu.

Angkatan kerja yang tergolong menganggur dan sedang dalam masa pencarian kerja

Angkatan kerja ini memiliki ciri-ciri antara lain:

  1. Belum memiliki pekerjaan sama sekali. Seseorang yang masuk dalam golongan angkatan kerja yang menganggur biasanya belum melakukan kegiatan produksi apapun namun sedang dalam masa pencarian pekerjaan. Umumnya, angkatan kerja ini terjadi pada anak-anak putus sekolah ataupun yang baru saja lulus dari sekolahnya kemudian mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
  2. Sedang bekerja tetapi ketika masa pencacahan sedang menganggur. Ketika masa ini, penduduk tersebut sebenarnya sudah bekerja tetapi ketika masa pencacahan ataupun perhitungan angkatan kerja ia sedang menganggur atau sudah berhenti bekerja.

Ciri Angkatan Kerja Lainnya

Selain pada ciri-ciri angkatan kerja yang diberikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS, 2009), maka terdapat ciri-ciri lainnya yang juga tampak pada angkatan kerja. Ciri tersebut yaitu sebagai berikut.

  1. Berusia 15 tahun ke atas

Penduduk yang berada pada usia siap kerja yaitu berkisar antara 15th-64th merupakan penduduk yang tergolong pada angkatan kerja. Pada usia ini kebanyakan adalah usia anak-anak sekolah yang baru saja tamat dan siap mencari pekerjaan, maupun anak-anak yang putus sekolah dan memutuskan untuk mencari pekerjaan.

  1. Membutuhkan pekerjaan sebagai penopang hidup

Ciri ini merupakan yang dirasakan oleh setiap individu, khususnya yang berada pada usia produktif tetapi belum memiliki pekerjaan sebagai penopang hidupnya. Oleh karena itu, mereka yang tergolong angkatan kerja akan berusaha mencari pekerjaan ataupun melakukan kegiatan produksi meski hanya 1 jam selama seminggu, asalkan diperoleh penghasilan sebagai penopang hidupnya.

  1. Tamatan satuan pendidikan ataupun putus sekolah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa penduduk usia produktif umumnya adalah usia anak yang masih sekolah ataupun yang seharusnya bersekolah. Pada usia ini mereka yang sudah tamat sekolah akan mencari pekerjaan sebagai tujuannya mencari ilmu.

Sedangkan bagi mereka yang putus sekolah, mereka akan mencari pekerjaan yang sekadar mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya sehari-hari.

  1. Memiliki pekerjaan tetap maupun masih sementara

Sama seperti yang telah dijelaskan oleh BPS bahwa angkatan kerja yang tergolong bekerja adalah mereka yang bekerja 1 jam selama seminggu. Sedangkan yang pekerjaannya adalah sementara adalah mereka yang bekerja kurang dari 1 jam selama seminggu.

Ciri ini biasanya muncul pada mereka yang pekerjaannya tergantung kepada kondisi alam sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan tetap setiap harinya.

  1. Memiliki pekerjaan tetapi sedang tidak bekerja karena suatu alasan dan kondisi tertentu

Pada angkatan dengan ciri demikian, biasanya muncul pada mereka-mereka pekerja tetap yang sedang dalam masa cuti. Ketika masa cuti tersebut mereka tidak melakukan kegiatan produksi yang menghasilkan apapun tetapi dalam usia produktif dan sebenarnya memiliki pekerjaan sehingga disebut sebagai angkatan kerja.

Contoh Angkatan Kerja

Untuk lebih memberikan penjelasan secara lengkap. Berikut ini contoh berdasarkan pada karakteristik angkatan kerja diatas. Antara lain;

  1. Seseorang yang telah tamat pendidikannya, yaitu SMK. Ia sedang mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya. Usianya adalah 18tahun, tergolong sebagai usia produktif. Setelah lulus sekolah, ia membuat surat lamaran pekerjaan dan dikirimkan ke beberapa perusahaan-perusahaan. Selama masa menunggu panggilan kerja tersebut, lulusan SMK ini tidak melakukan proses produksi dan tidak bekerja.
  2. Seorang buruh tani hanya bekerja ketika memasuki masa panen. Buruh tersebut tugasnya adalah memanen hasil tanam seminggu sekali. Apabila tidak ada panggilan kerja untuk memanen, maka ia tidak melakukan apapun karena lahan yang digarapnya pun bukan lahan miliknya. Selama masa tunggu inilah buruh tersebut tergolong sebagai angkatan kerja karena ia hanya bekerja selama 1 jam dalam seminggu.
  3. Seorang karyawati perusahaan mengambil masa cuti karena mengalami sakit yang cukup parah, sehingga ia tidak bekerja di perusahaan tersebut selama beberapa waktu. Padahal, ia memiliki pekerjaan yang tetap di perusahaan tersebut, misalnya dalam hal ini ialah di salah satu badan usaha. Maka, dapat dikatakan bahwa karyawati ini digolongkan sebagai angkatan kerja karena ia tidak melakukan proses produksi yang menghasilkan sesuatu dalam jangka waktu yang cukup lama dalam masa cutinya. Meskipun ia tercatat sebagai karyawati tetap, ia digolongkan sebagai angkatan kerja.

Maka, itulah tadi artikel lengkap terkait dengan ekonomi yang bisa kami sajikan kepada segenap pembaca dengan fokus materi dalam ciri-ciri angkatan kerja dan contohnya di masyarakat secara umum. Semoga memberikan wawasan dan referensi mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *