Pengertian Badan Usaha Perdagangan, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Badan Usaha Perdagangan Adalah

Hekakatnya dalam pemenuhan untuk arti kebutuhan manusia sebagai bagian daripada makhluk sosial tidak ada batasnya, bahkan ketika sudah terpenuhi manusia akan merasa kurang hingga akan berupaya untuk memenuhi kebutuhannya tersebut dengan lebih baik lagi. Sifat manusia sebagai makhluk sosial mendorong mereka untuk melakukan pertukaran dalam upaya pemenuhan kebutuhan.

ertukaran ini juga dilakukan melalui perdagangan, karena tidak semua barang dan jasa yang dibutuhkan mampu dihasilkan sendiri oleh individu. Dengan demikian, badan usaha perdagangan pentingkaitannya dengan pemenuhan kebutuhan manusia. Artikel ini akan membahas terkait badan usaha perdagangan serta contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Badan Usaha Perdagangan

Badan usaha perdagangan merupakan salah satu jenis badan usaha berdasarkan bidang usahanya. Badan usaha jenis ini melakukan kegiatan utamanya dengan membeli barang, menyimpan barang, dan kemudian menyalurkan barang kepada konsumen.

Setelah membeli barang, pelaku badan usaha perdagangan tidak mengubah maupun menambahkan nilai terhadap barang tersebut. sehingga, dengan kata lain bahwa badan usaha perdagangan ini hanya menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen, bukan memproduksi barang dan menyalurkan kepada konsumen.

Masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tidak selalu memproduksi sendiri barang kebutuhannya tersebut. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan kemampuan sehingga tidak semua barang dapat diproduksi secara mandiri.

Pengertian Badan Usaha Perdagangan

Badan usaha perdagangan adalah peletakan untuk pelaku perdagangan yang menjual barang tertentu yang telah dibelinya pada produsen kepada konsumen yang menjadi target usahanya. Sehingga dalam hal ini tidak hanya konsumen yang diuntungkan dengan adanya badan usaha perdagangan ini. tetapi, para produsen juga diuntungkan dengan hadirnya badan usaha yang bergerak di bidang perdagangan ini.

Alasannya adalah karena dengan adanya badan usaha perdagangan, maka para produsen menajdi terbantu untuk menjual barang yang telah diproduksinya. Mereka tidak perlu memikirkan kemana harus mencari konsumen, tetapi hanya perlu menjualnya kepada badan usaha perdagangan dan barang sudah dapat terdistribusi dengan baik menuju konsumen.

Ciri Badan Usaha Perdagangan

Badan usaha perdagangan memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis badan usaha yang lainnya, antara lain adalah sebagai berikut.

Pendapatan utamanya dari penjualan barang dagang

Seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, bahwa badan usaha perdagangan melakukan aktivitas menjual barang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga, pendapatan yang diperoleh badan usaha jenis ini adalah dari hasil penjualan barang dagang.

Barang yang telah dibelinya dari produsen, kemudian disimpan dan ketika konsumen membutuhkan maka barang tersebut akan didistribusikan kepada konsumen.

Konsumen yang telah menerima barang kebutuhannya akan menukarnya dengan sejumlah uang berdasarkan harga jual barang tersebut. Hasil dari penjualan inilah yang kemudian menjadi pendapatan bagi badan usaha perdagangan.

Biaya modal utamanya berasal dari harga beli barang

Meskipun kegiatan utamanya adalah menjual barang dagangan dari produsen ke konsumen, bukan berarti badan usaha perdagangan ini tidak mengeluarkan sejumlah biaya operasional. Sama halnya dengan badan usaha lainnya bahwa untuk melakukan sejumlah pekerjaan maka akan dibutuhkan modal awal.

Modal yang dibutuhkan oleh badan usaha jenis ini adalah untuk membeli barang dagangan yang kemudian akan dijualnya kepada konsumen.

Besarnya modal yang dibutuhkan tergantung kepada besarnya harga pokok barang yang akan dijualnya. Semakin mahal harga pokok barang yang akan dijualnya, maka akan semakin besar pula harga jual barang tersebut karena badan usaha perdagangan akan menambahkan harga untuk memperoleh keuntungan.

Tidak mengubah nilai barang, tetapi hanya menjual kembali barang tersebut

Kegiatan utama badan usaha perdagangan ini adalah menjual barang, bukan menghasilkan atau mengubah barang. Sehingga, barang yang dijualnya adalah barang murni hasil produksi dari produsen.

Badan usaha jenis ini hanya sebagai perantara antara produsen dengan konsumen. Barang yang telah dibelinya dari produsen, kemudian dijual kembali kepada konsumen tanpa mengubah nilai baik kualitas maupun tampilan fisik dari barang tersebut.

Menjual barang dengan menambahkan harga jual lebih tinggi dari harga beli

Keuntungan yang akan diperoleh badan usaha perdagangan adalah berasal dari hasil penjualan kembali barang yang telah dibeli dan disimpannya. Oleh karena itu, pelaku usaha jenis ini akan menambahkan harga jual di atas harga beli barang tersebut.

Dengan adanya penambahan harga jual ini, maka aka nada selisih antara harga beli dengan harga jual barang. Selisih inilah yang kemudian menjadi keuntungan bagi badan usaha perdagangan. Tanpa adanya penambahan harga, maka badan usaha perdagangan akan sulit untuk memperoleh keuntungan dari usahanya tersebut.

Contoh Badan Usaha Perdagangan

Dalam kehidupan sehari-hari, secara sadar maupun tidak sadar kita seringkali melihat bahkan memanfaatkan adanya badan usaha perdagangan, contoh badan usaha perdagangan yaitu sebagai berikut.

PT. Indomarco Prismatama/Indomaret

Indomaret merupakan contoh badan usaha perdagangan karena kegiatan utamanya adalah menjual kembali barang-barang yang dibelinya dari supplier (produsen) tertentu.

Meskipun terdapat beberapa barang bermerk Indomaret, namun barang tersebut juga diambilnya dari supplier hanya saja dilisensi merk Indomaret. Indomaret menjual barang-barang kebutuhan masyarakat mulai dari kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier.

PT. Hero Supermarket Tbk (Hero Supermarket)

Supermarket merupakan salah satu retailer yang menjualkan kembali barang yang dipesannya dari produsen. PT. Hero Supermarket tidak mengubah barang yang dipesannya dari produsen tersebut, melainkan menjualnya kembali kepada konsumen dengan menambahkan sejumlah harga di atas harga pokok barang tersebut. Mereka menyediakan kebutuhan masyarakat, mulai dari kebutuhan pokok, pakaian, dan lain sebagainya.

PT. Matahari Putra Prima (Hypermart)

Hypermart tidak jauh berbeda dengan Indomaret dan Supermarket, yaitu menjual kembali barang-barang yang telah dibelinya dari supplier (produsen). Mereka membeli barang dari supplier untuk kemudian disimpan dan dijual kembali kepada konsumen akhir.

Barang yang disediakan pun merupakan jenis barang konsumsi akhir atau barang yang umumnya langsung dikonsumsi oleh masyarakat sebagai alat pemenuhan kebutuhan, yaitu bahan pangan, pakaian, berbagai peralatan dapur, dan lain-lain.

Maka, itulah tadi uraian lengkap yang bisa kami sebutkan kepada segenap pembaca terkait dengan bahasan dalam materi pengertian badan usaha perdagangan, ciri, dan contohnya yang ada di Indonesia. Semoga memberikan referensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *