Contoh Badan Usaha Komersial

Diposting pada

Badan Usaha Komersial

Badan usaha komersial merupakan salah satu penggerak kegiatan ekonomi di suatu negara. Bahkan penentuan badan usaha telah menjadi aturan dari pemerintah yang berkaitan dengan administrasi negara. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pemerintah dalam menentukan nilai pajak, serta membantu dalam hal legalitas perijinan pembangunan usaha. Selain itu, penetapan aturan tersebut juga bertujuan agar bisnis tidak akan menimbulkan masalah.

Salah satu fungsi badan usaha adalah fungsi komersial, yaitu fungsi yang berhubungan dengan perdagangan barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan, sehingga bisa dikatakan bahwa semua badan usaha bersifat komersial karena profit oriented. Badan usaha komersial yang dimiliki oleh negara misalnya PT Telkom, Pura, PT Antam, sedangkan yang dimiliki oleh pihak swasta misalnya PT Pupuk Kaltim, PT Holchim.

Badan Usaha Komersial

Badan usaha adalah suatu kesatuan hukum, teknis, dan ekonomis yang bertujuan untuk mencari keuntungan atau laba (profit).

Badan usaha komersial seringkali disamakan dengan perusahaan, meskipun pada kenyataannya berbeda. Hal utama yang membedakan keduanya adalah badan usaha ialah suatu lembaga, sedangkan perusahaan ialah tempat pengelolaan faktor-faktor produksi yang dimiliki badan usaha tersebut.

Contoh Badan Usaha Komersial

Contoh-contoh dari jenis badan usaha komersial ditinjau dari sumber kepemilikannya ada yang milik negara, yang kita kenal dengan;

  1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  2. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

Meskipun BUMN tidak bertujuan utama mencari keuntungan, tetapi dibenarkan untuk memupuk keuntungan. Berikut ini contoh-contoh BUMN dan BUMS, antara lain:

  1. PT Telkom

PT Telekomunikasi (Telkom) merupakan salah satu contoh BUMN komersial yang bergerak di bidang jasa teknologi informasi komunikasi dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Di era yang serba modern ini, keberadaan PT Telkom menjadi sangat penting dalam hal penyediaan jaringan internet.

  1. PT Angkasa Pura

PT Angkasa Pura merupakan salah satu contoh BUMN bergerak di bidang transportasi, khususnya dalam hal lalu lintas penerbangan dan fasilitas bandara. Karena BUMN yang satu ini berkaitan dengan bandara, maka banyak menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan.

PT Angkasa Pura terbagi menjadi dua perusahaan, yaitu PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II. PT Angkasa Pura I membawahi bandara-bandara yang berada di wilayah Indonesia bagian barat, sedangkan PT Angkasa Pura II membawahi bandara-bandara di wilayah Indonesia bagian Timur.

  1. PT Wijaya Karya

PT Wijaya Karya (PT WIKA) merupakan salah satu contoh BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. PT Wiijaya Karya memiliki spesialisasi membangun konstruksi sipil dan pembangunan gedung dan memiliki komitmen untuk selalu mendukung pertumbuhan pembangunan.

  1. PT Aneka Tambang

PT Aneka Tambang (PT Antam) merupakan salah satu contoh BUMN yang bergerak di bidang pertambangan. Contoh BUMN yang satu ini telah terdiversitifikasi dan terintegrasi berorientasi pada ekspor.

PT Antam memiliki konsumen di kawasan Eropa dan Asia. Kegiatan pertambangan PT Antam adalah yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, dengan komoditas tambang meliputi bijih nikel, emas, perak, bauksit, dan batu bara.

  1. PT Bank Negara Indonesia (BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Bank BNI) merupakan salah satu contoh BUMN yang bergerak di bidang perbankan. Selain itu, Bank BNI adalah bank pertama yang beroperasi secara komersial di Indonesia. Selain di Indonesia, BNI juga memiliki cabang di Seoul, Singapura, Hong Kong, Tokyo, London dan New York. Itu memiliki 1000 cabang dan lebih dari 9 juta pelanggan pada tahun 2006.

Terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai “BBNI”. Kapitalisasi pasarnya pada 12 Maret 2007 adalah 23,8 triliun rupiah (sekitar US $ 2,6 miliar). Ini merupakan bank terbesar ke-4 di Indonesia dalam hal kepemilikan asset.

  1. PT Pupuk Kalimantan Timur

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) merupakan salah satu perusahaan industri strategis di Indonesia yang memiliki 5 unit pabrik amoniak dan 5 unit pabrik urea yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur dan merupakan anak perusahaan dari Perusahaan Induk PT Pupuk Indonesia.

Sedangkan unit pabrik NPK terdistribusi di 3 kota, yaitu Bontang, Semarang, dan Surabaya, termasuk produksi pupuk organik (dinamakan zeorganik) yang tersebar di 5 wilayah, yaitu Demak, Banyuwangi, Parepare, Badung, dan Lombok Timur.

Produk-produk yang dihasilkan oleh Pupuk Kaltim adalah sebagai berikut:

  1. Urea
  2. Amonia
  3. NPK Pelangi
  4. Zeorganik
  1. PT Djarum

PT Djarum adalah merek/produsen rokok kretek Indonesia yang didirikan pada 21 April 1951 oleh Oei Wie Gwan di Kudus, Jawa Tengah.

Perusahaan ini juga terlibat dalam bisnis olahraga, memiliki Djarum Badminton Club dan mensponsori liga sepak bola top Indonesia dari tahun 2005 hingga 2011. Perusahaan ini juga memiliki lini bisnis non-rokok, seperti di bidang teknologi, perbankan, dan minuman.

Setelah krisis keuangan Asia 1997, perusahaan menjadi bagian dari konsorsium yang membeli Bank Central Asia (BCA) dari BPPN. BCA adalah bank swasta terbesar di Indonesia dan sebelumnya merupakan bagian dari Grup Salim.

Pada tahun 2004 lalu, Grup Djarum mendapatkan kontrak BOT 30 tahun dari pemerintah untuk melakukan pengembangan dan renovasi Hotel Indonesia di Jakarta di bawah proyek superblok Grand Indonesia.

  1. PT Bank Central Asia

PT Bank Central Asia Tbk, umumnya dikenal sebagai Bank Central Asia (BCA) adalah salah satu bank swasta di Indonesia yang didirikan pada 21 Februari 1957. Meskipun BCA sempat terkena dampak krisi keuangan Asia pada tahun 1997, tapi akhirnya bethasil pulih kembali. Kepercayaan publik terhadap BCA pun pulih sepenuhnya, dan BCA dirilis oleh BPPN ke BI pada tahun 2001.

Selanjutnya, BCA mengambil langkah besar dengan go public. IPO dilakukan pada tahun 2000, menjual 22,55% saham BCA yang didivestasi oleh BPPN. Setelah IPO, agensi masih mengendalikan 70,3% dari total saham BCA.

Penawaran umum kedua berlangsung pada bulan Juni dan Juli 2001, dengan BPPN mendivestasikan 10% tambahan kepemilikannya di BCA. Pada tahun 2002, BPPN melakukan divestasi 51% saham BCA melalui tender penempatan swasta yang strategis.

  1. PT Freeport

PT Freeport Indonesia Tbk adalah perusahaan swasta Indonesia yang mengoperasikan tambang Grasberg di Papua. Tambang besar ini adalah tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga terbesar ketiga.

Freeport-McMoRan Copper & Gold yang berbasis di AS memiliki saham besar di Freeport Indonesia. Freeport Indonesia didirikan sebagai badan hukum baru pada tahun 1991, menggantikan Freeport Indonesia Incorporated yang telah mengoperasikan tambang Grasberg sejak 1967.

Freeport sedang merencanakan investasi modal besar untuk mengembangkan fasilitas penambangan bawah tanah di tambang Grasberg karena sumber daya lubang terbuka sudah menipis. Diperkirakan bahwa tambang masih memiliki cadangan yang cukup; 31 miliar pon tembaga dan 30,9 juta ons emas.

  1. PT Holcim

PT Holcim Indonesia Tbk (sebelumnya bernama PT Semen Cibinong Tbk) ialah salah satu produsen semen di Indonesia, yang kini dipimpin oleh Presiden Direktur Gerhard Wolfgang Schutz. Perubahan nama tersebut terjadi pada tanggal  1 Januari 2006.

Holcim Indonesia memiliki 3 pabrik semen masing-masing di Narogong (Jawa Barat); Cilacap (Jawa Tengah); dan Tuban (Jawa Timur). dengan total kapasitas maksimum 12.5 juta ton semen/tahun. Kepemilikan saham Holcim Indonesia LafargeHolcim Group sebesar 80.65% dan sisanya dimiliki publik.

Nah, itulah saja artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan contoh badan usaha komersial jika ditinjau dari kepemilikannya. Semoga bisa memberi edukasi, referensi, serta literasi bagi semua pihak yang membutuhkanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *