Pengertian Badan Usaha Ekstraktif, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Badan Usaha Ekstraktif Adalah

Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti sering melihat berbagai macam usaha yang dilakukan oleh masyarakat dan negara. Usaha tersebut dapat berbentuk bisnis kuliner, dagang, pariwisata, dan lain sebagainya. Usaha-usaha tersebut ada yang berbentuk organisasi maupun dalam bentuk badan usaha.

Usaha yang berupa badan usaha umumnya dibagi menjadi lima bidang yaitu jasa, dagang, ekstraktif, industri, maupun agraris. Klasifikasi tersebut didasarkan pada lapangan usahanya guna menyerap tenaga kerja. Artikel ini akan memberikan pembahasan mengenai pengertian dan contoh dari salah satu jenis badan usaha tersebut, yaitu badan usaha ekstraktif.

Badan Usaha Ekstraktif

Badan usaha ekstraktif sejatinya diartikan sebagai kesatuan hukum, teknis, dan ekonomis yang dalam usahanya bertujuan untuk mencari laba/keuntungan. Oleh masyarakat badan usaha ekstraktif seperti ini seringkali disamakan dengan perusahaan.

Padahal sangat jelas, jika keduanya merupakan dua istilah yang berbeda satu sama lain. Perbedaannya ialah badan usaha merupakan lembaga sementara, sedangkan perusahaan adalah tempat di mana badan usaha tersebut mengelola faktor produksi yang ada.

Pengertian Badan Usaha Ekstraktif

Badan usaha ekstraktif merupakan jenis badan usaha yang lapangan usahanya adalah langsung dari alam. Kegiatan utamanya adalah menggali, mengambil, dan mengolah sumber daya alam secara langsung. Badan usaha ini memanfaatkan alam secara langsung dalam kegiatan operasionalnya.

Bahkan, sumber dari alam tersebut diambil secara langsung tanpa ada proses pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan dilakukan setelah proses pengambilan, yaitu pengolahan untuk menjadikan produk bermanfaat dan dijual.

Dalam proses ini, dimungkinkan tidak adanya pengembalian atas sumber alam yang telah digali dan diambil. Perusahaan yang tergabung dalam badan usaha ini tentu akan melakukan proses jual-beli dengan memanfaatkan hasil kekayaan alam.

Badan usaha ekstraktif berbeda dengan badan usaha agraris meskipun keduanya mengambil sumber daya dari alam. Perbedaannya terletak pada acara memperolehnya. Jika badan usaha ekstratif mengambil secara langsung sumber daya alam tersebut, berbeda dengan badan usaha agraris yang melalui proses pengolahan tanah terlebih dahulu untuk dapat mengambil sumber daya alam.

Badan usaha ekstraktif merupakan badan usaha yang menjanjikan keuntungan besar bagi para pelaku bisnisnya. Hal ini dikarenakan kegiatan yang dilakukannya berhubungan dengan kekayaan alam yang apabila dimanfaatkan dengan tepat akan memiliki nilai jual yang tinggi. Oleh karena itu, membuka usaha dalam bidang badan usaha ekstraktif merupakan usaha yang menjanjikan.

Ciri Badan Usaha Ekstraktif

Sama halnya dengan jenis badan usaha yang lainnya, maka badan usaha ekstraktif juga memiliki beberapa ciri khas, antara lain sebagai berikut.

Mengambil bahannya langsung dari alam

Dalam hal ini seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa badan usaha ekstraktif mengambil bahan dari alam secara langsung tanpa melakukan proses pengolahan terlebih dahulu untuk memperolehnya. Hal ini akan berdampak besar karena proses pengembalian sangat jarang atau bahkan tidak ada proses pengembalian sumber daya alam yang telah diambil oleh badan usaha ekstraktif.

Dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya kelangkaan, karena sebagian besar sumber daya alam yang diambil oleh badan usaha ekstraktif merupakan sumber daya alam yang sulit diperbaharui, seperti hasil pertambangan.

Hasil kekayaan alam tersebut dijual untuk memperoleh keuntungan

Sudah menjadi tujuan utama adanya organisasi bisnis/ usaha adalah untuk memperoleh keuntungan pada tingkat yang diharapkan. Oleh karena itu, untuk mencapainya maka badan usaha ekstraktif menjual berbagai hasil kekayaan alam yang ada dengan sewajarnya.

Penjualan hasil kekayaan alam dengan sewajarnya ini dimaksudkan adalah untuk melestarikan sumber daya alam yang ada karena jika terjadi pengeksploitasian yang terlalu besar akan berdampak buruk pada alam.

Selain dijual, kekayaan alam yang telah ada dimanfaatkan oleh badan usaha ekstraktif. Pemanfaatan ini disesuaikan dengan peruntukan kekayaan alam tersebut. Seperti misalnya, barang-barang hasil pertambangan diolah menjadi bahan bakar kendaraan bermotor.

Hasil pengolahan ini kemudian baru dapat dijual untuk perusahaan ekstraktif memperoleh keuntungan atas hasil kerjanya tersebut.

Contoh Badan Usaha Ekstraktif

Untuk lebih memperjelasnya. Berikut inilah beragam contoh badan usaha yang masuk dalam ekstraktif. Antara lain;

PT INCO (International Nickel Company)

Perusahaan INCO merupakan salah satu contoh dari usaha yang bergerak dibidang ekstraktif. Hal ini dikarenakan kegiatan operasional utamanya adalah menggali dan mengambil kekayaan yang ada di alam, yaitu nikel. PT INCO ini menggali dan mengambil nikel di beberapa wilayah Indonesia yang di wilayah tersebut terdapat kekayaan alam berupa nikel. Nikel yang digali kemudian diambil dan diolah untuk kemudian dijual.

Tidak hanya nikel, PT INCO ini juga melakukan penggalian barang-barang tambang yang bernilai jual tinggi, seperti pengeboran minyak.

Meskipun dimungkinkan tidak ada pengembalian kepada alam atas segala hasil tambang yang telah diambil, tetapi tetap dilakukan pelestarian dengan cara melakukan relokasi terhadap wilayah yang telah digali untuk diambil barang tambang. Hal ini dilakukan untuk dapat menjaga struktur tanah yang ada serta meminimalisir terjadinya perusakan alam.

Badan usaha yang mengambil hasil hutan, seperti pabrik kertas, dan mebel

Usaha-usaha yang kegiatannya adalah menghasilkan produk dari alam merupakan salah satu contoh dari badan usaha ekstraktif. Pabrik kertas misalnya, ia mengambil hasil alam berupa kayu yang kemudian diolahnya menjadi kertas.

Tidak hanya itu, usaha mebel yang juga memanfaatkan kayu seperti kayu jati, mahoni, dan berbagai jenis kayu lainnya juga merupakan badan usaha yang bergerak dibidang ekstraktif.

Pengambilan sumber daya alam berupa hasil hutan ini dilakukan secara langsung tanpa sebelumya melakukan pengolahan apapun.

Namun, ketika sudah memperoleh sumber daya alam berupa kayu tersebut, para pelaku bisnis hendaknya tetap melakukan pelestarian alam dengan reboisasi atau penghijauan hutan kembali. Selain untuk memperpanjang masa pengambilan sumber daya alam berupa kayu tersebut, reboisasi juga dilakukan untuk menjaga alam tetap lestari.

Badan usaha yang mengambil hasil laut, seperti pembuatan garam, dan penangkapan ikan

Badan usaha yang kegiatan operasionalnya adalah mengambil hasil laut merupakan contoh dari kegiatan ekstraktif. Hal ini dikarenakan mereka mengambil hasil laut seperti ikan, rumput laut, dan lain sebagainya yang ada di dalam laut secara langsung tanpa melakukan proses pengolahan apapun sebelumnya. Mereka mengambil hasil laut tanpa harus membuat tambak ataupun kolam terlebih dahulu.

Setelah dilakukan penangkapan dan pengambilan hasil laut ini, badan usaha tersebut akan menjualnya secara langsung maupun mengolahnya terlebih dahulu sebelum dijual. Salah satu proses pengolahan hasil laut terlebih dahulu adalah proses pembuatan garam.

Sama halnya dengan pengambilan hasil hutan dan tambang, badan usaha yang menggali dan mengambil hasil laut juga melakukan kegiatan pelestarian hutan.

Hal ini dapat ditempuh dengan menebar benih ikan di laut sebagai upaya melestarikan ikan-ikan di laut, selain itu juga dilakukan berbagai upaya untuk dapat menjaga ekosistem laut tetap lestari dengan tidak mengambil hasil laut secara besar-besaran seperti tidak menggunakan bahan peledak dan tidak menggunakan racun ketika akan menangkap ikan di laut.

Itulah tadi ulasan lengkap yang bisa kami sebutkan kepada segenap pembaca terkait materi dalam pengertian badan usaha ekstraktif, ciri, dan contohnya yang ada di Indonesia. Semoga memberikan pengetahuan serta referensi yang mendalam. Trimakasih,

Sumber Tulisan

Deliarnov. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi untuk SMP dan MTsKelas Vll. Penerbit Erlangga-Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *