Pengertian Badan Usaha Campuran, Ciri, Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya

Diposting pada

Badan Usaha Campuran Adalah

Di lingkungan sekitar, kita pasti sering melihat koperasi, pegadaian, maupun pertamina. Contoh-contoh tersebut merupakan sebagian kecil dari badan usaha yang ada di Indonesia. Usaha-usaha tersebut dikelola baik oleh pemerintah, swasta, maupun kolaborasi antara keduanya yaitu pemerintah dengan pihak swasta.

Pengklasifikasian badan usaha dibedakan dalam beberapa kategori dengan tentunya memiliki ciri khusus tersendiri. Untuk itu, artikel ini akan membahas mengenai badan usaha campuran lengkap dengan ciri, kelebihan, kekurangan serta contoh-contohnya dalam kehidupan perekonomian.

Badan Usaha Campuran

Badan usaha campuran merupakan lembaga kesatuan yuridis, teknis maupun kegiatan ekonomi yang disahkan secara hukum serta memiliki tujuan untuk mencari keuntungan (laba). Di dalam masyarakat sebagai mahluk sosial, badan usaha campuran seringkali disama artikan dengan perusahaan.

Padahal, jelas keduanya adalah hal yang berbeda. Perusahaan sebagai bagian dari badan usaha yang melakukan kegiatan produksi. Meskipun demikian, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu melakukan motif ekonomi dan berorientasi pada keuntungan.

Perusahaan adalah sebagian kecil dari badan usaha campuran. Namun, lokasinya tidak harus menjadi satu antara perusahaan dengan badan usaha. Perusahaan melakukan kegiatan-kegiatan operasional badan usaha, khususnya yaitu produksi. Seperti misalnya Unilever yang produk-produknya seringkali kita gunakan, ia merupakan badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas dengan pabriknya ada di Surabaya sedangkan kantor pusatnya ada di Jakarta.

Pengertian Badan Usaha Campuran

Badan usaha campuran adalah salah satu badan usaha yang dikategorikan berdasarkan sumber modalnya. Sumber modal badan usaha campuran ini ialah lebih dari satu sumber, yaitu tidak hanya dari pemerintah saja atau dari swasta saja.

Namun, badan usaha campuran merupakan badan usaha yang dijalankan dengan sumber modal berasal dari pemerintah (baik pemerintah pusat maupun daerah) serta modal dari pihak swasta.

Umumnya badan usaha campuran muncul karena adanya privatisasi BUMN maupun BUMS. Jadi, apabila sebagian saham dari BUMN maupun BUMS telah dijual kepada publik, maka badan usaha tersebut sudah dapat disebut sebagai badan usaha campuran.

Inilah yang dinamakan privatisasi. Lalu, apakah ada contoh dari privatisasi BUMN atau BUMS yang kemudian menjadi badan usaha campuran? Tentu saja ada. Contohnya Indosat, sebagian saham Indosat telah dijual secara publik. Sehingga, Indosat merupakan contoh dari badan usaha campuran sebagai hasil privatisasi.

Ciri Badan Usaha Campuran

Sama halnya dengan bentuk badan usaha yang lain, badan usaha campuran juga memiliki ciri-ciri khusus seperti berikut.

  1. Berbadan hukum

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, mengenai definisi dari badan usaha campuran yang merupakan lembaga kesatuan hukum. Sehingga, kegiatan-kegiatannya pun dilakukan dengan berpedoman pada peraturan dan hukum yang ada. Selain itu, badan usaha campuran juga dilindungi oleh hukum.

Badan usaha campuran merupakan jenis badan usaha yang sebagian modalnya berasal dari pemerintah. Oleh karena itu, dalam aktivitas di dalamnya juga mengacu pada peraturan-peraturan yang berlaku.

Tidak hanya itu, badan usaha campuran juga berdiri dalam kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga dalam melaksanakan kegiatan usahanya berlandaskan pada hukum-hukum yang berlaku. Dengan berlandaskan pada hukum inilah, maka badan usaha campuran dapat lebih terarah dalam mencapai tujuan maupun target.

  1. Kepemilikan badan usaha secara bersama (ganda)

Badan usaha campuran dimiliki secara bersama atau yang sering disebut kepemilikan ganda. Hal ini dikarenakan sumber modalnya pun berasal lebih dari dua pihak (pemerintah dan swasta). Dengan kepemilikan bersama tersebut, maka kekuasaan, pengaruh, dan kewenangan juga dibagi rata dengan pemilik badan usaha campuran yang lainnya tersebut.

Kepemilikan badan usaha campuran secara bersama ini juga mempengaruhi dalam pencapaian tujuan, dan pengambilan keputusan. Pencapaian tujuan dapat lebih mudah, karena ketika ditemui suatu masalah maka mereka dapat bersatu dan mencari jalan keluar atas permasalahan tersebut.

  1. Sumber modal bersama

Sama halnya dengan definisi yang telah dibahas sebelumnya, sumber modal badan usaha campuran berasal dari pihak pemerintah dan swasta. Sumber modal tersebut pun dapat berasal dari uang pribadi maupun dari pinjaman Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank.

Modal tersebut dikumpulkan dan diperhitungkan dengan baik demi keberjalanan kegiatan yang ada di badan usaha, seperti penyediaan faktor produksi. Akumulasi modal pada badan usaha campuran lebih besar dibandingkan jika modal hanya bersumber dari satu pihak saja.

  1. Keuntungan maupun kerugian ditanggung bersama

Badan usaha campuran dimiliki secara bersama oleh pihak-pihak tertentu yang telah memberikan modal usaha. Dengan demikian, keuntungan maupun kerugian tentunya akan ditanggung oleh pihak tersebut secara bersama-sama.

Sama halnya dengan kekuasaan yang dibagi secara merata, maka keuntungan juga dibagi secara merata dan kerugian ditanggung bersama pula. 

Kelebihan Badan Usaha Campuran

Kelebihan yang ada dalam Badan Usaha Campuran, antara lain;

Target usaha dan laba lebih cepat diperoleh

Kerja sama antara kedua belah pihak akan lebih memberikan makna ketika berdiskusi membahas perkembangan badan usaha yang dijalankan. Hal ini akan memberikan dampak positif yaitu adanya pemikiran-pemikiran yang disampaikan sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan.

Ketika mengalami suatu permasalahan, kedua belah pihak scara bersama-sama berkontribusi menyelesaikan masalah tersebut sehingga pencapaian target dapat dilalui dengan lebih efisien. Dengan mudahnya pencapaian target, tentu saja laba akan mengikuti karena laba merupakan salah satu perwujudan ketercapaian target usaha.

Modal mudah terakumulasi

Modal merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan aktivitas badan usaha. Badan usaha campuran dapat lebih mudah dalam memperoleh modal karena sumbernya tidak hanya berasal dari satu pihak saja, melainkan dapat berasal lebih dari satu pihak. Berbeda dengan badan usaha tunggal yang mana modalnya hanya berasal dari satu pihak tertentu saja.

Penyelesaian masalah lebih mudah

Peran aktif pihak dalam badan usaha campuran sangat diperlukan dalam keberjalanan usaha. Peran tersebut berasal dari kedua belah pihak yaitu pemerintah maupun swasta. Kedua belah pihak saling bekerja sama dan memiliki integritas yang baik untuk dapat menyelesaikan masalah yang ada.

Tanpa adanya kerja sama dan integritas maka penyelesaian masalah tidak akan tercapai dan berujung pada perdebatan semata.

Memperoleh jaminan secara hukum

Sama halnya dengan bentuk badan usaha yang lain, maka badan usaha campuran juga diakui secara hukum dan mendapatkan perlindungan hukum dalam melaksanakan setiap aktivitas yang ada. Hal ini diperoleh karena badan usaha campuran melaksanakan kegiatannya dengan berlandaskan pada hukum yang ada.

Kekurangan Badan Usaha Campuran

Adapun untuk kekurangan yang ada dalam jenis Badan Usaha Campuran ini, diantaranya;

Adanya perdebatan

Badan usaha campuran didirikan dan dikelola secara bersama oleh pemerintah dan swasta. Dengan demikian, tidak dapat dipungkiri aka nada perdebatan dalam proses pengambilan keputusan untuk perkembangan usaha. Hal ini dikarenakan antara pihak pemerintah maupun swasta memiliki pemikiran dan pertimbangan yang seringkali berbeda.

Namun, apabila kerja sama dan integritasnya baik maka perdebatan ini dapat dengan mudah diminimalisir keberadaannya.

Kemungkinan adanya kecurangan dan kebocoran rahasia usaha

Badan usaha campuran ini dikelola oleh pihak ganda atau secara bersama-sama. Hal ini berarti bahwa keputusan dan rahasia badan usaha diketahui oleh semua pihak yang terlibat di dalamnya. Kemudian, ketika ditemukan dominasi di dalamnya maka tidak menutup kemungkinan rahasia badan usaha bisa bocor ke badan usaha pesaingnya.

Pengembalian modal usaha lambat

Pengelola badan usaha campuran yang mana jumlahnya lebih dari satu pihak, mengharuskan adanya pembagian keuntungan yang merata untuk semua pihak. Hal ini menjadikan pengembalian modal usaha lebih lambat jika dibandingkan dengan badan usaha tunggal yang keuntungannya hanya dibagikan kepada satu pihak saja.

Contoh Badan Usaha Campuran

Contoh-contoh badan usaha campuran sebenarnya sudah kerap kali kita temui di lingkungan sekitar. Namun, perlu kita ketahui bahwa badan usaha campuran yang ada di Indonesia umumnya adalah yang mengelola barang vital, yaitu besaran modal yang bersumber dari pemerintah lebih besar jika dibandingkan dengan yang bersumber dari pihak swasta. Berikut terdapat dua contoh badan usaha campuran yang ada di Indonesia.

  1. Bank Central Asia (BCA)

Peran aktif antara kedua pihak yaitu pemerintah dan swasta dibagi secara merata. Pengendalian kinerja sehari-hari BCA adalah oleh pihak swasta, sedangkan pemerintah berperan dalam segi keamanan dan kestabilan operasional bank, serta kenyamanan masyarakat.

  1. Garuda Indonesai Airways

Salah satu perusahaan maskapai terbesar di Indonesia dan juga diperhitungkan dalam penerbangan dunia ini dikelola secara aktif baik oleh pemerintah maupun swasta. Pihak pemerintah dan swasta secara bersama-sama memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Itulah tadi bahasan yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan materi pengertian badan usaha campuran, ciri, kelebihan, kekurangan, dan contohnya yang ada di Indonesia. Semoga memberikan referensi atas tulisan ini. Trimakasih,

Sumber Tulisan
  • Deliarnov. 2017. Ilmu Pengetahuan Sosial: Ekonomi 1. PT. Gelora Aksara Pratama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *